Selama ini kita ribut-ribut dengan sistem demokrasi. Ada yang mengatakan demokarasi itu haram. Ada yang mangatakan boleh-boleh saja. Ada yang ingin golput karena muak melihat wakil rakyat yang ada. Dan berbagai macam centang-perenang lainnya. Kali ini saya coba membahas apa itu demokrasi dan hubungannya dengan Islam. Karena saya bukan ahli politik, maka mohon maaf sajalah kalau ada bagian-bagian artikel di bawah ini yang tidak akurat atau salah.
Read the full story »
Ada fakta yang menarik nih. Tahu tidak kalau tinggi nabi Adam as adalah sekitar 30 meter. Fakta ini ada disebut dalam sebuah hadist shahih. Tidak sedikit orang menertawakan kandungan hadist ini, karena menganggap hal itu tidak terbukti secara ilmu pengetahuan. Benarkah begitu? Ini hadist yang menyatakan tinggi nabi Adam as.
Sering kita baca dalam berita-berita bagaimana seorang ibu tunggal yang ditinggal mati suaminya, harus bersusah-payah untuk menghidupi anak-anaknya. Kalau si ibu memiliki pendidikan yang tinggi, dan pernah bekerja atau sedang bekerja, maka tidak menjadi masalah untuk menafkahi anak-anaknya. Tapi kalau si ibu tidak memiliki ketrampilan dan tidak pernah bekerja selama suaminya hidup, maka dunia seakan menjadi neraka baginya.
Sebelum pulang ke kampung halamanku dalam langka liburan tahun kemarin, aku menitipkan pesan kepada bapakku untuk mencarikan seorang guru mengaji yang mampu mengajar lagu al-Quran. Aku ingin memanfaatkan waktu liburan anakku di kampung dengan belajar lagu al-Quran setiap hari. Yang herannya ketika dicoba membaca sama guru mengaji tersebut, beliau berkata bahwa tajwid Tia (anakku yang pertama) masih banyak salah. Jadi tajwidnya harus diperbaiki dulu, sebelum belajar lagu.
Secara umum, saat ini kaum Muslimin dipandang sebelah mata, terutama oleh orang-orang kafir. Segala keterbelakangan seolah-olah suatu yang beralamat pada kaum Muslimin. Pasca runtuhnya khilafah terakhir, khilafah Turki Utsmani tahun 1924 Masehi – belum seratus tahun berlalu – umat Islam sontak seperti terjatuh ke dalam jurang ketertinggalan dan kehinaan di mata dunia.
Ustadz, sudah kita ketahui bahwa kita dilarang mencela dan mencemooh (menganggap jelek) prilaku para sahabat nabi karena mereka adalah generasi terbaik dalam Islam. Tapi ketika kita melihat sejarah, maka tidak bisa dipungkiri bahwa pada masa Kekholifahan sahabat Mu’awiyah bin Abi Shufyan terdapat banyak hal yang tidak sesuai dengan prinsip Islam. Seperti perebutan kekuasaan, politisasi Haditsatut Tahkim dan juga pengangkatan putranya, Yazid bin Mu’awiyah sebagai PUTRA MAHKOTA. Bagaimana tanggapan Ustadz?
Perang Jamal dimulai apabila Aisyah r.a., Thalhah dan al-Zubair radhiallahu ‘anhum beserta orang-orang yang bersama mereka pergi ke Basrah setelah pengangkatan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anh menjadi khalifah umat Islam. Tujuan Aisyah ke Basrah untuk menyatukan umat Islam, bukan beperang atau memberontak terhadap Ali radhiallahu ‘anh. Pasukan Ali r.a. pun pergi ke Basrah bukan untuk memerangi pasukan Aisyah, tapi untuk bersatu dengan mereka guna menghadapi peristiwa pembunuhan Usman r.a. Jika tujuannya untuk mempersatukan umat Islam, kenapa terjadi peperangan antara pasukan Aisyah dan Ali?
Pada awalnya saya tidak begitu tertarik untuk membahas umur Aisha r.a. ketika menikah dengan Rasulullah s.a.w. Bukan isu yang terlalu penting, karena tidak ada hubungan dengan keimanan kita. Tapi lain ceritanya ketika orang-orang mulai terpengaruh dengan propaganda orientalis dan jebakan-jebakan sejarah yang dimanipulasi pihak Syi’ah. Mereka mengatakan hadis ini bertentangan dengan akal, sehingga mereka mentertawakan dan mengejek Islam.
Ketika Ketua DPR buka suara tentang tidak dianjurkannya mengenakan rok mini di lingkungan DPR, serentak komentar pro dan kontra bermunculan. Sebagian besar menentang dengan alasan mengenakan rok mini adalah hak asasi atau bentuk kebebasan ekspresi.
Saya mencoba mencerna alasan tersebut. Berpikir apakah mereka yang menentang adanya pembatasan rok mini di lingkungan DPR dengan vokal, selama ini juga menentang pembatasan berpakaian yang diterapkan, termasuk dalam berbagai acara undangan kenegaraan, bahkan acara resmi swasta sekalipun, “Mohon hadir dengan pakaian resmi, jins dan t-shirt tidak …
“Apa!? kamu hamil?!” Pak tua itu terbelalak mendengar pengakuan putri bungsu yang dicintainya. Dia langsung berdiri dan memburu ke arah sang putri, mengangkat tangannya tinggi-tinggi, siap mendaratkan tamparannya, tapi…
“Jangan Paa… sabaar..!” istrinya menjerit sambil berusaha menghalangi dengan memeluk erat tubuh gadis kesayangannya. Sang bapak pun mengurungkan niatnya, tapi nampak jelas kemarahan dan kekecewaan luar biasa menguasai dirinya. Tubuhnya bergetar, matanya merah melotot, menatap tajam ke arah putrinya.
Sekitar bulan Mei 2008, saya mengunjungi pameran buku di KL (Kuala Lumpur). Tujuan utama adalah mencari novel Ayat-Ayat Cinta. Masak novelnya sudah beredar tiga tahun lalu, baru sekarang membelinya. Ketinggalan jaman benar saya ini. Setelah baca novel ini, tidak rugi mengeluarkan uang untuk membelinya. It’s awesome. Selain novel tersebut, saya juga membeli beberapa CD lagu-lagu Islam dari group Native Deen, Yusuf Islam dan Zain Bhikha. Berikut ini sekedar resensi ringan dari ketiga CD-CD tersebut. Kebetulan saya menyukai semua lagu-lagunya.
Masalah bersuci dari hadas besar dan hadas kecil tidak menjadi masalah kalau kita tinggal di negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, karena disetiap toilet sudah tersedia air yang melimpah untuk bersuci. Akan tetapi bagi yang tinggal di negara non-Muslim seperti Australia misalnya, maka bersuci menimbulkan masalah tersendiri. Ini disebabkan hanya tissue toilet yang tersedia di toilet-toilet di Australia.
Sering kali terjadi ketika kita sedang sholat sunat setelah Jum’at misalnya, tiba-tiba ada orang dengan santainya melintas di depan kita. Apa perasaan kita ya…kaget dan marah? Kaget karena sedang khusuk-khusuknya sholat, tiba-tiba ada yang menghancurkan kekushukan kita dengan berjalan di atas sajadah kita. Saya pernah mengalami kejadian seperti itu. Kurang ajar benar orang ini. Padahal masih banyak tempat untuk berjalan didepan sajadah kita.
Pada dasarnya setiap orang dilahirkan dari perut ibunya dalam keadaan muslim. Sebagaimana sabda nabi SAW bahwa setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Baru kemudian orang tuanya akan menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi. Buktinya bayi-bayi yang meninggal sebelum beranjak dewasa, akan dimasukkan ke dalam surga.
Kalau ditanya, bagaimana bayi yang tidak mengucapkan syahadat kok bisa masuk surga? Jawabnya adalah semua manusia sudah berikrar bahwa Allah SWT adalah Tuhannya. Ikrar itu diucapkan saat ruh belum lagi dibenamkan ke dalam jasad.
Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian …