Home » Featured, Perang Pemikiran

Jangan Golput Kalau Anda Cinta Islam

6 March 2009 10 Comments

golputBagi yang berencana untuk golput, pikirkanlah masak-masak sebelum mengambil keputusan. Kalau anda ingin ajaran-ajaran Islam di pretelin satu-persatu, maka golputlah anda. Kalau anda ingin membela Islam, maka ikutlah pemilu. Pilihlah wakil-wakil rakyat atau pemimpin yang membela Islam. Kalau anda tidak melakukannya, maka bersiap-siaplah kalau anak laki-laki hanya mendapat satu bagian dari warisan. Ya satu bagian saja. Itulah RUU yang sedang diajukan oleh anggota DPR sekarang. Kalau umat Islam golput, bukan hukum warisan saja yang dipretelin, tapi juga hukum-hukum Islam yang sudah qath’i. Apa yang diperjuangkan oleh Islam liberal lama-kelamaan akan menjadi undang-undang. Siapa yang lebih gembira dengan golputnya umat Islam? Itulah golongan sekuler, Islam liberal, dan non-Muslim.

Pada 1985 Hukum waris Islam diperdebatkan. Saat itu Menteri Agama Munawir Sjadzali MA melontarkan pendapatnya, bahwa hukum waris Islam tidak adil. Karena anak laki-laki mendapat dua bagian, sedang anak perempuan satu bagian. Jadi pembagian waris dalam Islam dua berbanding satu antara anak laki-laki dan anak perempuan, itu tidak adil.

Hal tersebut di atas, terungkap dari wawancara Abidah Wafaa reporter cybersabili dengan Hartono Ahmad Jaiz.

Apakah peristiwa tersebut tidak terjadi pada saat ini?

Menurut pengamatan Hartono, desakan pengesahan RUU Hukum Materiil Peradilan Agama tentang Perkawinan tersebut memungkinkan dilakukan di tengah-tengah para anggota DPR sibuk berkampanye dan akhir masa jabatannya.

Meskipun RUU ini menuai banyak kontroversi, namun tetap saja pengawalan musti ada. “DPR jangan hanya dekat dengan partisannya atau sibuk kampanye,” sentil Hartono mengingatkan.

Nyatanya kekhawatiran itu sudah terjadi.

Seperti putusan di Maros, Sulawesi Selatan, yang memberikan warisan satu banding satu untuk ahli waris laki-laki dan perempuan.

“Putusan itu juga sudah banyak diadopsi hakim-hakim di daerah lain dalam menentukan keputusan atas kasus yang kurang lebih sama,” ungkap Hartono.

Padahal pembagian waris tersebut kan sudah Qathi. “Pendapat yang sembarangan dan menyalahi hukum Qathi (pasti, jelas, tidak ada makna lain lagi) adalah menyalahi  nash (ayat yang sudah jelas, tidak ada kesamaran lagi).”

“Sekarang saja tanpa kita sadar RUU ini sudah disetujui oleh Presiden.” Jelas penulis buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia ini.

Dia menengarai adanya muatan asing yang “bermain” dalam penggolan UU tersebut “Muatan asing pastilah bermain dibelakangnya,” ujar Hartono.

“Coba tanyakan pada Nasarudin Umar mewakili Departemen Agama yang dengan mudah merubah hukum yang telah berani hukum Qathi” tegas Hartono.

Wawancara Hartono Ahmad Jaiz

Artikel-artikel lainnya:

Demokrasi dan Islam
Demokrasi dan Islam II
Bagaimana Memilih Pemimpin Menurut Islam
Bagaimana Pemimpin Dipilih Setelah Wafatnya Rasulullah s.a.w
Jangan Golput Kalau Anda Cinta Islam
Hukum Menolak Fatwa MUI tentang Golput
Menyikapi Fatwa Haram Golput

Popularity: 17% [?]

10 Comments »

  • Maimun Saleh said:

    Saya tetap golput. Sebab takut dosa, karena mendukung kemungkaran, kemunafikan, kejahatan para pemimpin negeri ini. “Selamah-lemahnya iman, lebih baik diam (golput).” mohon pencerahan Maimun

    [wiemasen] Terserah anda. Saya sudah menjelaskan apa yang saya bisa.

  • Muhammad IQbal said:

    Oke Bang…saya pilih no. 8, ikut kan ??? hehehehe

  • wiemasen (author) said:

    Loh Iqbal…bukannya rahasia? :)

  • Chipto said:

    pepatah kuno, mengatakan tidak ada rotan akarpun berguna, kalaulah tidak ada partai yang ideal, maka pilihlah yang paling kecil mudhorotnya, kalaulah kita golput berarti membiarkan kemungkaran merajalela di negri ini…….!!!??

  • Hendra said:

    Perjuangan Walisongo tumbuh berkembang tanpa memakai demokrasi dan berhasil sampai ke tampuk kekuasaan petinggi Jawa.
    NU dahulu tumbuh besar karena berdakwah, tidak terperangkap demokrasi. Begitu memakai pola perjuangan demokrasi, suara NU pecah.
    Muhammadiyah dahulu tumbuh besar karena berdakwah, tidak terperangkap demokrasi. Begitu memakai pola perjuangan demokrasi, suara Muhammadiyah pecah.
    Saat ini, partai Islam tak peduli lagi harus bersanding dengan siapa. Asalkan mendapatkan posisi yang kuat dalam pemerintahan, bersanding dengan partai sekuler-liberal yang turut andil dalam merusak negara pun tak segan dilakukan.
    Saudara bisa lihat dan rasakan, bagaimana saudara yang menjadi simpatisan parpol islam menjadi lebih dekat dengan simpatisan partai sekuler karena partai anda menjalin koalisi dengannya. Di sisi lain, hubunga saudara makin jauh terhadap anggota partai islam lainnya karena mereka saudara anggap saingan koalisi partai saudara. Atau bagaimana saudara harus menutup hati nurani saudara terhadap koalisi semu partai politik islam, di tingkat atas elit partai berjabat tangan namun di tingkat bawah saudara diminta melihat itu semua sebagai taktik politik semata.
    Walaupun Fatah dan Hamas berbeda pandangan, kedua kelompok kaum muslimin ini sebelumnya tidak pernah saling membunuh dalam perang saudara, namun ketika mengadopsi demokrasi, berapa nyawa yang melayang di tangan saudaranya sendiri?
    Ya saudaraku kaum muslimin…, bukti apa lagi yang harus aku tunjukkan kepada kalian?
    Ya Allah saksikanlah…, aku telah sampaikan…

  • wiemasen (author) said:

    Terima kasih atas komentarnya yang panjang mas Hendra.
    .
    Saya tidak mengatakan bahwa demokrasi itu sangat cocok dengan Islam. Ada bagian yang cocok, ada juga yang tidak. Bagian yang cocoknya adalah ketika meminta suara mayoritas untuk memilih pemimpin. Yang tidak cocoknya adalah segala macam suara rakyat baik yang orang-orang baik atau bejat diperhitungkan untuk memilih seorang pemimpin atau wakil rakyat.
    .
    Mas Hendra, kalau orang Islam tidak mau terlibat dengan demokrasi yang menjadi amalan di Indonesia sekarang, bagaimana caranya supaya aspirasi orang Islam tidak dilindas oleh mereka-mereka yang sekuler atau non-Muslim?
    .
    Kalau pemerintahan dan wakil-wakil rakyat adalah dari kalangan sekuler dan non-muslim, bagaiamana caranya agar mereka tidak mengacaukan hukum-hukum Islam? Apa mau mengangkat senjata atau demonstrasi setiap hari? Lupakan saja ide mengangkat senjata itu. Dengan mudah militer membungkam anda. Demonstrasi? Apa yang didapat dari demonstrasi. Atau mau mengadakan dakwah dari pintu ke pintu? Berapa banyak da’i yang kita punya sekarang ini. HT dan Jamaah Tabligh belum mempau mencapai seluruh masyarakat Indonesia. Padahal mereka sudah puluhan tahun ada di Indonesia.
    .
    Simpatisan kepada parpol Islam yang bekerja sama dengan parpol sekuler, tidak otomatis menjadikan kita simpatisan parpol sekuler. Kita lihat dulu perkembangannya. Kalau kerja sama itu menguntungkan Islam, apa salahnya dicoba. Kalau tidak, maka memang kita harus memperingatkan dengan keras parpol Islam tersebut. Ada anda kira, tanpa bekerja sama dengan parpol sekuler, parpol-parpol Islam yang kecil-kecil itu mampu mendulang suara? Lupakan saja. Selama mayoritas rakyat Indonesia memiliki pemahaman Islam yang rendah, selama itulah parpol Islam tidak akan mendulang suara yang banyak.
    .
    Mengenai Fatah dan Hamas, mereka memang sudah terpecah jauh sebelum Hamas ikut pemilu baru-baru ini. Fatah itu organisasi sekuler yang mendukung Israel. Sedangkan Hamas berideologi Islam yang menolak penjajahan Israel. Bisakah mereka bersatu? Coba anda jawab, syarat-syarat apa saja yang membuat sebuah kelompok bisa bersatu dengan kelompok lain.
    .
    Sebenarnya Fatah lah yang sering menyiksa dan memenjarakan tokoh-tokoh dan pengikut Hamas. Hamas berupaya supaya tidak terjadi perang saudara sesama muslim Palestina, dengan menanggung akibatnya sendiri. Ada suatu ketika, Hamas terpaksa menyerang ke Israel setiap kali Fatah menyerang Hamas. Bisa kita lihat bagaimana Hamas tidak mau menumpahkan darah sesama saudaranya sendiri.
    .

  • koetaradja said:

    Spertinya ada pesan implisit di balik postingan satu ini, yang mengajak pembaca memilih parpol tertentu. Inilah yang namanya kampanye lewat nge-blog. hehehe.

    [wiemasen] Sebenarnya bukan implisit lagi, tapi sudah eksplisit. Pilihlah parpol-parpol Islam yang tampaknya akan memihak kepada umat Islam. Parpol Islam yang mana? Itu tergantung ijtihad masing-masing

    “jangan golput kalo cinta islam” Sepertinya masyarakat indonesia gak cinta sama islam lagi nih. soalnya banyak yang golput sih !

    [wiemasen] Bagaimana kalau dikatakan cinta sama Islam kalau tidak peduli dengan nasib agama Islam itu sendiri. Ini ada fatwa dari ulama-ulama terkenal di dunia:
    .
    Ringkasan fatwa Syeikh Dr Faisal Molawi yang merupakan wakil organisasi Majlis Penyelidikan dan Fatwa Eropah.
    .
    http://www.islamonline.net/fatwa/arabic/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=94790
    .
    Pemilu adalah salah satu cara bagi orang Islam untuk memilih “kemudaratan yang lebih ringan” keatas orang Islam. Mereka akan memilih calon yang Islami. Jika tidak menjumpai calon seperti itu, maka pilihlah calon yang membawa sedikit bahaya kepada orang Islam. Menurut beliau, ini merupakan salah satu amal ma’ruf dan mencegah kemungkaran bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya.
    .
    http://www.islamonline.net/fatwa/arabic/FatwaDisplay.asp?hFatwaID=15729
    .
    Jika orang Islam tidak mau mengikuti pemilu, maka dia telah mengabaikan satu kewajiban syarie dalam melakukan Ma’ruf dan mencegah Kemungkaran. Salah satu cara mencegah kemungkaran bagi rakyat awam adalah dengan memilih wakil rakyat yang akan menyuarakan pandangan-pandangan umat yang wakil rakyat itu terima.
    .
    Ketua Majlis Penyelidikan dan Fatwa Eropa, Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi juga melihat, proses pemilu merupakan satu KESAKSIAN bagi umat Islam didalam melaksanakan perintah amal ma’ruf dan mencegah kemungkaran.

    @ M. Iqbal
    No. 8 kira-kira partai apa yah ?
    .
    @ wiemasen
    kenapa harus maen rahasiaan ? Tuh kan bener, tulisan ini memang mengajak pembaca untuk memilih parpol no 8 ya gak.

    [wiemasen] Tidak baik berburuk sangka.

  • chandra said:

    untuk saat ini jujur saja, baru partai no.8 yang menurut saya paling kecil dosa poltiknya. mudah-mudahan tetap seperti itu… amin. HIDUUUUUPPPPPP……. PKS, Allahuakbar !!!!!!!

  • mujahidah said:

    Assalamu’alaikumwrwb????

    Pilih Demokrasi sistem KAFIR atau Syuro sistem ISLAM?

    PKS bilang DEMOKRASI itu juga SAMA DENGAN SYURO, Apa Iya? SISTEMNYA AJA BEDA, APANYA YANG SAMA? Yang sama itu Ya????? Apa ya??? Menurut Ana ” SAMA-SAMA BERMUSYAWARAH”. Tapi… WALAUPUN SAMA-SAMA BERMUSYAWARAH, tetap saja TIDAK DAPAT DISAMAKAN ANTARA DEMOKRASI DENGAN SYURO!!!!!!!

    Betapa sempitnya pemikiran anda. Demokrasi itu ada sebagian yang sesuai dengan islam ada sebagian lainnya yang tidak sesuai. Silakan berguru kepada banyak ulama. Jangan hanya fanatik pada satu jenis ulama saja.

    WAlaupun ada PARPOL yang HAMPIR memenuhi Syarat-syarat pemimpin dalam islam, kalo masih pake SISTEM KAFIR, Ana Tetap GOLPUT. Walaupun GOLPUT, KAMI ( PARA GOLPUT) akan sedang telah dan terus berjuang untuk mewujudkan kepemimpinan dalam islam / Khilafah dengan CARA YANG MURNI DARI SISTEM KAFIR. AHHAHU AKBARRRR!!!!!!!

    Kalau anda golput, terus negara diambil oleh oleh kaum sekuler dan non-Muslim, bagaimana cara anda mewujudkan kepemimpinan khilafah, bang. Kalau mereka mayoritas, dijamin organisasi-organisasi Islam akan ditekan dan terpaksa bergerak di bawah tanah. Mungkin andapun akan ikut terkubur sebelum khilafah yang anda impikan berhasil diimplementasikan

    Wahai… Aktivis Islam…. CINTAILAH ISLAM DENGAN KAFFAH….

    Coba berikan penyelesaian kalau-kalau hukum harta warisan berhasil dirubah di DPR sehingga bertentangan dengan aturan Islam. Apa yang anda lakukan? Demonstrasi di luar DPR? Atau ingin melakukan penentangan bersenjata? Atau apa? Ingat bang, anda sudah diluar sistem dan tidak bunya kekuatan apa-apa untuk merubah undang-undang. Be realistic. Jangan mimpi terus.

    Jazakumullah…

    WAssalamu’alaikumwrwb?

  • Arief said:

    Assalamualaikum,

    Wa’alaikumsalam

    Justru Sistem Demokrasi-lah yang memungkinkan hal ini terjadi alasannya:

    1. Pemilih kita kebanyakan tidak tau siapa yang merekan pilih. Sadarkan kita bahwa suara2 kita ini (yang mengerti siapa yang kita pilih) itu sama dan sebanding dengan suara seorang pengemis yang hak suaranya bisa dibeli oleh caleg non muslim. Kenapa ? karena mereka ngga perduli siapa yg mereka pilih yg penting bisa makan. Belum lagi caleg non muslim banyak yg berpenampilan seperti muslim.

    Demokrasi itu tujuannya sebenarnya untuk memperkasakan rakyat, agar mereka tidak ditindas oleh pemimpin yang zalim. Namon demokrasi tidak cocok untuk negara-negara yang pendidikan rakyatnya rendah, rakyat yang masih mengikut apa saja kata pemimpin mereka, dan yang masih besar korupsinya. Namun untuk jangka pendek, menolak demokrasi sama sekali sama bahayanya, bahkan mungkin lebih besar, mudharatnya.

    2. Walaupun kita tereak2 di email, blog, media dll, berapa persen yg akan tau ? paling banyak 10%. sadarkah kita dari suara terbanyak dipemilu itu adalah dari orang2 yg ngga punya internet bahkan ngga baca koran / berita.

    Makanya saya bilang demokrasi tidak cocok untuk negara seperti Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di Thailand.

    Maka apalkah kita masih percaya dengan Sistem Demokrasi bisa menyelamatkan bangsa kita ?.
    Saat ini telah terbukti bahwa sesuatu yangh tidak Syar’i akan berbuah kepada kehancuran. Contoh yang sedang terjadi saat ini adalah hancurnya Sistem Ekonomi Kapitalis.

    Lantas bagaimana menyelamatkan bangsa ini. Hanya satu yaitu dengan Dakwah sesuai Quran dan Sunnah dan memilih pemimpin dengan cara yang syar’i yaitu dengan berkumpulnya orang2 yang berilmu dan memilih yang terbaik diantara mereka untuk menjadi pemimpin.

    Ok…ok…, saya setuju dengan komentar anda di atas. Tapi tolong tunjukkan jalannya, selangkah demi selangkah. Sekali lagi, kalau sekedar teori di atas kertas semua orang juga bisa.

    Wassalam,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.