Home » Archive

Articles Archive for April 2009

Hukum Hakam »

[25 Apr 2009 | No Comment | ]
Niat Puasa

Syariah mewajibkan niat dalam setiap ibadah termasuk puasa. Tidak sah puasa apabila tidak berniat. Menurut jumhur ulama, diwajibkan berniat pada waktu malam (sebelum fajar). Kewajiban ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud (No. 2456), Tirmizi (No. 730) dan Nasai (No. 2332) yang berbunyi: “Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tiada puasa baginya“. Sudah menjadi kelaziman untuk mengucapkan niat berpuasa (nawaitu shoimaghadin … ), entah itu dilakukan sendiri atau dilakukan beramai-ramai setelah shalat tarawih.

Hadist »

[19 Apr 2009 | One Comment | ]

Salah satu metode meruntuhkan ajaran Islam yang paling kuno dan sudah jadi langganan orang kafir adalah menghembuskan keragu-raguan kepada keshahihan hadits-hadits nabawi. Tasykik (menyusupkan keragu-raguan) model ini sebenarnya metode klasik yang sering dilancarkan para orientalis zaman dulu. Triknya pun sebenarnya terbilang ketinggalan zaman alias sudah out of date. Meski demikian, bila ditembakkan kepada kalangan awam yang gagap dengan esensi ajaran Islam, ternyata jurus ini terkadang masih ampuh juga.

Keluarga »

[10 Apr 2009 | 2 Comments | ]
Ada Apa dengan Kulit Hitam?

Sebagai seorang ummi, saya sangatlah heran. Ketika dua orang selebriti menyatakan bahwa mereka tidak ingin anak mereka berkulit hitam. Bahkan, ada yang menggelar jumpa pers segala untuk mengklarifikasi bahwa anak yang baru dilahirkannya berkulit kuning, setelah ada isu berkulit hitam. Memangnya, ada apa dengan kulit hitam?

Aqidah, Perang Pemikiran »

[9 Apr 2009 | 5 Comments | ]

Awalnya para sufi pertama berkomitmen pada Qur’an dan Sunnah. Namun, selanjutnya, tasawuf dipenuhi filsafat yang memuat paham-paham asing dalam dunia Islam. Generasi awal yang terdiri dari para sahabat dan tabi’in menerima dan mengajarkan Islam secara utuh, seimbang, mendalam dan komprehensif. Mereka tidak menonjolkan salah satu bidang, sementara bidang yang lain dilupakan. Ketika mereka memperhatikan aspek batiniyah, mereka tidak melupakan aspek lahiriyah. Ketika mereka mengejar urusan ukhrawi, mereka tidak melalaikan urusan duniawi. Pendek kata, mereka memberi perhatian terhadap akal, ruh, dan jasad secara menyeluruh dan seimbang.

Keluarga »

[8 Apr 2009 | 3 Comments | ]

Saya teringat sebuah dialog dengan “Sang Direktur” di salah satu instansi, dia memiliki posisi yang cukup strategis, dan cukup basah kata kebanyakan orang. Kami bersilaturahim ke rumah beliau dan isterinya, obrolan pun mengalir hangat dan sangat penuh kekeluargaan.
“Sudah makan malam belum nih, aku siapkan ya?” ujar sang isteri.
“Tidak usah Bu, 15 menit yang lalu kami barusan makan malam di Warung Lawu!” balasku.
“Ah, Warung Lawu! Kok mau sih makan di restauran itu?” tanyanya gemas.
“Memangnya kenapa bu, haram?” tanyaku penasaran.

Hukum Hakam »

[6 Apr 2009 | No Comment | ]
Menotariskan Harta Warisan

“Bang, aku baru saja nelpon temanku di Jakarta,” istriku berkata.
“Hmm, apa ada yang spesial tentang temanmu itu?” tanyaku lagi. Aku menduga pasti ada sesuatu yang istriku ingin tanyakan padaku.
“Temanku itu baru menulis surat wasiat yang berbunyi kalau dia meninggal, maka segala hartanya akan jatuh ke tangan anak-anaknya. Suaminya tidak akan mendapatkan sepeserpun,” terang istriku panjang lebar.
“Wah, mana bisa seperti itu?” aku terkejut dengan penjelasannya.
“Temanmu itu sudah berbuat dosa kalau dia melaksanakan surat wasiatnya,” tambahku.

Hukum Hakam »

[2 Apr 2009 | 2 Comments | ]
Kenapa Laki-Laki Menerima Harta Warisan Lebih Banyak Dari Perempuan?

Dalam sebuah milis berbahasa Indonesia, saya sudah sering kali berdebat masalah warisan dengan anggota-anggota yang lain. Masalahnya mereka sudah terpengaruh dengan propaganda barat, sehingga menganggap cara membagi harta itu tidak adil karena hanya menguntungkan pihak laki-laki. Bahkan ada salah seorang anggota milis tersebut yang bertindak lebih jauh lagi dengan langsung membagi harta sama rata antara anak laki-laki dan perempuan, ketika orang tuanya meninggal.