Home » Sistem Masyarakat Islam

Acehku Sudah Berubah – Kasus Qory Putri Aceh

22 January 2012 4 Comments

aceh-baiturrahman

Oh Acehku sayang. Dulunya aku bangga kalau mengatakan berasal dari Aceh, karena Aceh terkenal kuat dengan ke Islamannya. Namun kebanggan itu lama-kelamaan menjadi luntur. Aceh sedikit demi sedikit jatuh ke dalam pelukan sekulerisasi. Aceh sekarang sudah berbeda dengan Aceh yang dulu. Generasi yang prihatin agamanya telah digantikan oleh generasi yang acuh terhadap agamanya.  Generasi yang baru sekarang adalah “generasi hilang” yang diakibatkan oleh perang yang berkepanjangan. Perang menyebabkan segalanya hancur terutama dari sektor pendidikan.

Hal ini diperparah dengan banyaknya hiburan TV yang tidak terkontrol. Jika dulunya pada saat terdengar azan maghrib, anak-anak pergi ke meunasah untuk sholat maghrib, maka di jaman sekarang anak-anak sibuk menonton sinetron di TV melalui saluran satelit. Orang tua tidak peduli selama anak-anaknya tidak mengganggu urusan meraka, sehingga menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya kepada TV.

rencong-sanaApa yang bisa dibanggakan dari Aceh sekarang ini?

Perdagangan? Di Malaysia sendiri, sudah banyak orang Aceh yang dihukum mati karena berdagang ganja. Anehnya ada orang Aceh yang bangga dengan keganjaannya. Sampai-sampai mereka membuat baju berlogo rencong dan ganja. Ganja adalah setan. Tidak ada yang patut dibanggakan dengan gelar pemroduksi ganja.

Pemerintahan Bersih? Aceh sekarang terkenal dengan daerah terkorupsi di Indonesia. Para pejabat sibuk mencuri uang rakyat. Mereka tidak peduli lagi sumber pendapatannya, entah itu halal atau haram.

Pendidikan? Aceh sekarang terkenal dengan rendahnya kualitas pendidikan. Ini semua diakibatkan oleh perang yang begitu lama. Perang yang bukan untuk menegakkan agama Islam, tapi perang untuk mengejar materi dunia. Sekarang semuanya sudah terbukti, bahwa perjuangan mereka terdahulu adalah perjuangan keduniaan.  Banyak orang Aceh yang tertipu dengan propaganda mereka. Terlalu banyak yang akan dikorbankan, kalau hanya memperebutkan sumber kekayaan alam.

Agama? Baru-baru ini seseorang gadis yang mengaku menjadi wakil Aceh dalam penobatan putri Indonesia. Untuk mencapai ambisi duniawinya itu, si gadis tidak segan-segan membuka jilbabnya. Yang anehnya untuk urusan jilbab, si gadis malah berkonsultasi dengan pemda Aceh bukannya dengan ulama. Menurut si gadis, pemda Aceh tidak keberatan kalau si gadis membuka jilbab untuk mengharumkan nama Aceh di mata dunia asalkan tidak melanggar syariat Islam. Sungguh tidak bisa dipercaya, membuka jilbab dikatakan tidak melanggar syariat Islam. Ini menjadi bukti bahwa pemda Aceh sekarang adalah pemda yang sekularis. Bukti lain adalah keengganan mereka untuk menyetujui hukum hudud di Aceh.

[hidayatullah.com] Menurut Qory, tindakannya itu telah mendapat restu dari Pemerintah Daerah (Pemda) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Ia menyatakan bahwa Pemda NAD tidak mempermasalahkan soal jilbab yang tidak dikenakannya. Mereka hanya berpesan agar Qory tetap membawa nama baik Islam dan Aceh lewat kepribadiannya. “Saya sudah berkonfirmasi dengan Gubernur Aceh dan Sekretaris Daerah, mereka mengizinkan saya tidak memakai jilbab, dengan catatan saya harus bisa tetap membawa nama baik Aceh, dalam arti hubungan baik dengan sikap yang Islami,” tandasnya.

Pemda Aceh berkelit dengan mengatakan bahwa mereka telah mengajukan syarat ketat bagi Qory untuk mewakili Aceh. Mereka beralasan keikusertaan putri Aceh akan meningkatkan pariwisata Aceh. Ini namanya mencapai tujuan yang baik dengan jalan yang  jelek. Seperti kasus Robinhood, mencuri untuk menolong rakyat kecil. Boleh kah hal semacam ini?

Selain itu apakah pemda Aceh begitu bodoh untukberpikir, bahwa kalau Qory menang kontes di Indonesia, maka dia akan mewakili Indonesia di tingkat dunia. Kalau sudah tingkat dunia, maka berbikini ria adalah salah satu kegiatannya. Jelas ini memalukan agama dan nama Aceh.

[Gatra Online] “Oleh karena itu, terjadinya pro dan kontra yang ditimbulkan sebagai dampak keikutsertaannya dalam pemilihan Puteri Indonesia 2009 adalah tanggung jawab Qory dan YPI (Yayasan Puteri Indonesia),” kata Hamid Zein.

Hamid Zein menjelaskan, kelaziman sebelum digelarnya pemilihan Puteri Indonesia, yakni setiap provinsi dibentuk event organizer, namun Aceh tidak membentuknya pada tahun 2009. “Artinya, YPI mendekati beberapa orang tokoh wanita Aceh di Jakarta. YPI melayangkan surat untuk beraudiensi dengan Gubernur Aceh. Kemudian, gubernur meneruskan surat tersebut ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh guna ditelaah dan dikaji,” paparnya.

Hasil kajian itu, lanjutnya, untuk menunjang pembangunan kepariwisataan dan promosi, karena untuk mengembangkan pariwisata diperlukan adanya sumber daya manusia guna memberikan gambaran sektor kepariwisataan Aceh kepada masyarakat nasional maupun internasional. “Oleh karena itu, pendelegasian kepada YPI dan Qory untuk ikut serta dalam PPI (Pemilihan Puteri Indonesia) mewakili Aceh tersebut melalui persyaratan ketat,” kata Hamid Zein.

Tanyakan pada diri sendiri apakah keikutsertaannya dalam ajang putri Indonesia atau dunia di kemudian hari, membawa kebaikan kepada agamanya. Apakah tindakan ini disukai oleh Allah dan rasul-Nya?

qorylagi

Sayangnya ada orang yang mengatakan sesuatu yang buruk di sisi manusia belum tentu buruk di sisi Allah. Jadi maksud dia, walaupun membuka jilbab dan memakai bikini di ajang kontes putri dunia kelihatan buruk di mata orang Islam, tapi tindakan itu belum tentu buruk di sisi Allah. Ini sama juga alasan yang digunakan oleh pencuri, bahwa perbuatan mencuri mereka walaupun buruk di sisi manusia, belum tentu buruk di sisi Allah. Manusia tidak pernah mengetahui hal tersebut, karena itu dianggap hak Allah.

Apa mereka yang berpendapat seperti itu sudah pernah belajar agama atau belum? Itu hal yang mendasar dalam agama Islam. Allah SWT telah menurunkan al-Quran dan memilih Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan isi kandungan al-Quran melalui contoh, penjelasan dan sikap tingkah laku beliau. Dari situlah umat Islam bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Sudah jelas, al-Quran dan sunnah menegaskan kewajiban memakai jilbab. Sudah jelas perbuatan mencuri dilarang dalam agama. Kenapa lagi harus memakai alasan konyol itu? Inilah yang disebut mempermainkan agama.

Untungnya masih ada yang kubanggakan dari Aceh yaitu kesenian tari Seudati dan Saman Gayo yang begitu menggetarkan dada.

Link Lainnya:

Belum Baik Agama Lahir Batin, Jangan Berjilbab Dulu, Betulkah?

Popularity: 9% [?]

4 Comments »

  • Tommi said:

    Assalamu’alaikum mas wie…

    Jadi mbak Qory itu aslinya berjilbab ya? Yah mas wie…jaman sekarang mah ga ush heran lagi, jilbab dijual dengan ketenaran dan pengembel2an “pengharuman nama daerah dan nama negara di ajang internasional”. Jilbab yg mulia ditukar kemuliaannya dengan keduniawian. Ridho Allah dan RasulNya ditukar dengan ridho pemda dan ridho manusia. Allahul Musta’an.

    Palingan ntar kita liat aja setelah mbak Qory menang, pastilah diikutkan di kontes miss universe, lg2 disuruh berbikini…haduuuhh…mau dibawa kemana agama dan adat timur bangsa ini?

  • muhammad ridwan said:

    buat mbak Qory!!!!
    ke laut aja deh….!!!!
    ku do’akan biar cepet2 dipanggil ma malaikat pencabut nyawa…
    Dan harus bangga dong….!!!
    Dipanggil ama PEMDA NAD aja bangga..

    buat soudaraku islam Aceh, met bejuang….

  • Syurr ga dibalik jilbab hitam « ???????? said:

    [...] Jujur saja Ayahanda (alm) adalah kelahiran Tanah Rencong dan sebagai pejuang beliau sempat ditugaskan ke ACEH sebelum jaman kemerdekaan kalaupun beliau pendiam namun Ibunda (alm) acapkali menceritakan suka duka hidup di jaman perjuangan saat itu. Sehingga tidaklah mengherankan jika minat sayah pada tatanan budaya masyrakat Aceh cukup besar, termasuk membaca buku dan beberap media elektronik tentang IPOLESOSBUD dia Aceh, sedikit kegetiran sayah membacah ungkapan perasaan berikut : Apa yang bisa dibanggakan dari Aceh sekarang ini? [...]

  • vici said:

    yth teman-teman..
    mau kasih info saja, setau saya Qory ini aslinya memang tidak berjilbab, kenapa dia izin? karena Aceh sekarang menjalankan syariat islam dan wanita aceh identik dengan Jilbab, sehingga karena dia akan membawa nama Aceh ke mata dunia dia minta izin untuk tidak memakai jilbab tersebut. Mohon maaf jika info saya salah, saya hanya membaca di media masa bahwa aslinya dia memang tidak berjilbab, jika rekan-rekan ada info lain mohon di beritahukan kepada saya . Terima Kasih

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.