Aqidah

Membahas aqidah yang sahih menurut sunnah.

Bulan Islam

Pahami bagaimana bulan-bulan Islam itu ditentukan.

Ekonomi Islam

Belajar seluk-beluk perbankan Islam.

Politik

Politik dari sudut pandang Islam.

Fiqh

Berbagai macam jawaban fiqh.

Home » Mazhab dan Aliran

Apakah Aliran Maturidiyah Itu?

Submitted by on November 18, 2011 – 12:24 pmNo Comment

Banyak yang terpedaya dengan dakwah golongan agama dari kalangan pondok-pondok pesantren dan mahasiswa-mahasiswa di Mesir, yang menyebut kelompoknya sebagai Ahlul Sunnah Wal Jamaah. Mereka menyebut Maturidiyah sebagai Ahlul Sunnah Wal Jamaah yang sebenarnya.

Siapakah pengikut aliran Maturidiyah itu?

Maturidiyah adalah pengikut Abu Mansur Al- Maturidiyah yang nama aslinya adalah Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Al-Samarqandi. Ia adalah seorang ahli kalam yang wafat pada 333 Hijrah. Aliran itu disebut Maturidiyah karena ia berasal dari sebuah tempat yang bernama “Maturi”. Dengan demikian para pengikutnya disebut Maturidiyah. Pengikut golongan ini kebanyakan dari ahli kalam, sufi, murjiah dan kuburiyah (lihat dalam Kitab Qawaid Fi Bayan Hakikatul Iman tulisan Syeikh Adil Ali Syaikhan cetakan Maktabah Adhaul Salaf).

Ilmu kalam dan akal menurut Imam Abu Yusof ra (Ya’kub Ibn Ibrahim) merupakan sesuatu yang tercela dan dibenci oleh para ulama salaf soleh.

Pemahaman Maturidiyah ini adalah sebuah pemahaman yang berdasarkan ilmu kalam dan filsafat. Pemahan seperti ini tidak diakui oleh ulama ahlul sunnah seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafie, Imam Ahmad ra, serta ulama ahlul sunnah wal jamaah lainnya.

Apa saja ciri-ciri golongan Maturidiyah ini?

Pegangan Maturidiyah berusulkan kepada beberapa hal :

  1. Mengutamakan akal dan kecerdasannya dalam hal aqidah (tauhid) dan sifat Allah swt
  2. Mempercayai bahwa perkara awal yang wajib kepada mukallaf adalah berhujah
  3. Mengikuti manhaj ilmu kalam dan filsafat dalam mengisbatkan pembuat (pencipta) berdalilkan kebaharuan alam atau benda
  4. Mengamalkan takwil berdasarkan akal atau tafwid pada sifat Allah dengan pemahaman yang berseberangan dengan ulama salaf
  5. Mengisbatkan sifat Allah dengan menambahkan “ Al-takwin” sehingga menjadi delapan yaitu satu lebih banyak dari asya’irah yang hanya memiliki tujuh yaitu “Ilm, Iradah, hayah, qudrat, as-sama, al-basar, al-kalam dan ditambah satu oleh mereka iaitu “al-takwin”.
  6. Menyatakan sifat kalam Allah sebagai azali tidak tertakluk kepada kehendak Allah dan kalam Allah dengan Musa dipercaya oleh mereka sebagai kalam yang berdasarkan huruf yang merupakan makhluk seperti pemahaman muktazilah.
  7. Mengingkari ulu pada Allah dan istiwa pada arasy
  8. Iman di sisi mereka hanyalah tasdiq (membenarkan) dan tidak memasukkan amal sebagai salah satu dari hal iman.

Golongan Maturidiyah ini menyamai golongan Asya’irah dalam banyak hal dan tidak banyak perbedaan mereka dengan Asya’irah kecuali sedikit.

Di antara tokoh-tokoh mereka setelah Abu Mansur Al-Maturidiyah ialah Al-Bazdawi (492H), Abu Ma’in An-Nasafi (508 H), Abu Hafs Najmuddin An-Nasafi (538H), Kamal ibn Humam(861H) dan lain-lain.

Apakah Golongan Maturidiyah Termasuk Ahlus Sunnah juga?

Aliran Asya’irah dan Maturidiyah termasuk Ahlul Sunnah Wal Jamaah pada beberapa hal. Walaupun dalam beberapa hal lainnya mereka berseberangan dengan pemahaman Ahlul Sunnah Wal Jamaah yang sebenarnya.

Imam ibn Hajar Asqalani, Imam Nawawi ra, imam ibn Hazm yang memiliki pemahaman Asya’irah dan yang lainnya, termasuk ke dalam Ahlul Sunnah Wal Jamaah. Walaupun dalam beberapa bagian aqidah, mereka memegang pemahaman Asya’irah dan ada fatwa-fatwa mereka yang berlawanan dengan jumhur salaf.

Jika kita mengeluarkan golongan Asyai’rah dari Ahlul Sunnah, berarti kita juga perlu mengeluarkan ramai para imam yang fatwa dan pendapat mereka berseberangan dengan jumhur dan pegangan ahlul sunnah.

Tentunya ini tidak tepat, karena tujuan penamaan Ahlul Sunnah Wal Jamaah adalah untuk membedakan dengan aliran-aliran lainnya seperti Syiah, Muktazilah, Qadariyah, Khawarij dan lain-lain.

Wahabi Bukan Ahlus Sunnah?

Gelaran Wahabi diberikan lantaran tidak mahu gerakan dakwah Syeikh Muhammad Abd Wahab yang ingin mengembalikan manusia kepada aqidah yang suci dan memerangi syirik itu disebut sebagai kelompok ahlul sunnah wal jamaah. Maka kaum sufi dan ahlul bid’ah baik dari golongan Asya’irah dan pengikut aliran Maturidiyah kemudian mengklaim bahwa Ahlul Sunnah Wal Jamaah itu adalah milik mereka dan Wahabi itu bukanlah dari Ahlul Sunnah Wal Jamaah. Mereka juga menamakan gerakan ini sebagai satu harakah yang baru, bid’ah dan di ada-adakan oleh Syeikh Muhammad Abd Wahab dengan hasil pemikiran dan pemahamannya semata-mata yang konon merupakan hal baru yang tak dikenal oleh para ulama sebelumnya. Itulah tuduhan dan cemoohan mereka.

Diringkas dari:

Mengenali Siapakah Golongan Maturidiyah & Sikap Ahlul Sunnah Wal Jamaah

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.