<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Pemimpin Dipilih Setelah Wafatnya Rasulullah s.a.w</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/bagaimana-pemimpin-dipilih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com/bagaimana-pemimpin-dipilih/</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 05:10:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: MU lovers</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/bagaimana-pemimpin-dipilih/comment-page-1/#comment-2969</link>
		<dc:creator>MU lovers</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 09:53:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1165#comment-2969</guid>
		<description>kapan ya indonesia punya pemimpin yang adil dan amanah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kapan ya indonesia punya pemimpin yang adil dan amanah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wiemasen</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/bagaimana-pemimpin-dipilih/comment-page-1/#comment-2422</link>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 15:14:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1165#comment-2422</guid>
		<description>Kepada saudara Unyil, anda baru masuk Islam, tapi sudah berani terjun kedalam sejarah Islam. Nasehat saya belajar aqidah dulu. Jangan terlalu menngunakan logika akal. Perjalanan anda masih cukup jauh untuk memahami Islam secara utuh. Saya tidak menjawab pertanyaan anda secara langsung, karena saya melihat dasar ilmu Islam anda memang sangat kurang. Istilahnya begini, anda baru belajar pelajaran kelas satu SD, tapi sudah berani mencoba mengkritik pelajaran kelas satu SMA.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada saudara Unyil, anda baru masuk Islam, tapi sudah berani terjun kedalam sejarah Islam. Nasehat saya belajar aqidah dulu. Jangan terlalu menngunakan logika akal. Perjalanan anda masih cukup jauh untuk memahami Islam secara utuh. Saya tidak menjawab pertanyaan anda secara langsung, karena saya melihat dasar ilmu Islam anda memang sangat kurang. Istilahnya begini, anda baru belajar pelajaran kelas satu SD, tapi sudah berani mencoba mengkritik pelajaran kelas satu SMA.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: unyil</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/bagaimana-pemimpin-dipilih/comment-page-1/#comment-2420</link>
		<dc:creator>unyil</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 08:17:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1165#comment-2420</guid>
		<description>Maaf, ada tambahan. Kalau Rasulullah tidak mewarisi khalifah kepada ALi, karena tidak ada dalilnya, atau nash nya kurang kuat. Sementara, kalau Abu Bakar nash nya kuat. Terima Kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, ada tambahan. Kalau Rasulullah tidak mewarisi khalifah kepada ALi, karena tidak ada dalilnya, atau nash nya kurang kuat. Sementara, kalau Abu Bakar nash nya kuat. Terima Kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: unyil</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/bagaimana-pemimpin-dipilih/comment-page-1/#comment-2419</link>
		<dc:creator>unyil</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 07:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1165#comment-2419</guid>
		<description>Membaca artikel di atas saya jadi bereaksi seperti ini :&quot;Lucu sekaligus tidak logis. Artinya, pemilihan khalifah pasca Rasulullah tidak memiliki rumus yang jelas dan baku. Alias, berubah-rubah. Misalnya, pada kasus Abu Bakar : Musyawarah. Umar bin Khattab : Penunjukkan atau Wasiat (Abu Bakar, yang mewasiatkan). Usman bin Affan : Dewan Formatur. Ali bin Abi Thalib :&quot;Saya bengong, aliat melongo&quot;. Proses Ali tidak di singgung dalam tulisan di atas. 

Catatan: Ada beberapa untuk hidayatullah.com (sumber informasi).



1. Tolong, kalau ingin memberi informasi, jangan sepotong-sepotong. Harus yang komplit dong.
2. Saya kebetulan baru masuk Islam (beberapa bulan). Kebetulan, saya pernah belajar filsafat logika. Tulisan, hidayatullah.com ini lucu dan tidak logis alias bertentangan dengan ilmu logika atau nalar seseorang. Ceritanya begini. Saya pernah membaca buku sejarah tentang memilih pemimpin pasca Rasulullah.Di buku-buk yang pernah saya baca dikatakan : Bahwa Rasul, tidak pernah mewarisi khalifahnya kepada Ali bin Abi Thalib. Sementara, di tulisan di atas dan juga termasuk buku-buk yang pernah saya baca itu dikatakan sama, yakni bahwa Rasulullah tidak pernah mewarisi khalifah kepada Ali. Sementara, ABU BAKAR, BOLEH MEWARISI KHALIFAH KEPADA UMAR. PERTANYAAN BODOH SAYA : KOK LUCU YA, KALAU RASULULLAH NGGAK BOLEH, BAHKAN NGGAK MUNGKIN MEWARISI KHALIFAH KEPADA ALI. KALAU ABU BAKAR, BOLEH. PERTANYAAN BODOH SAYA YANG KE 2 ADALAH : MANA YANG LEBIH MULIA, RASULULLAH ATAU ABU BAKAR. ATAU, MANA YANG LEBIH BERHAK MEWARISI KHALIFAH : RASULULLAH ATAU ABU BAKAR. Kepada teman-teman yang nanti membaca komentar saya, saya minta maaf, kalau pertanyaan atau pernyataan saya salah atau menyinggung teman-teman yang baca. Maklum, ilmu ke Islam-an saya masih sangat terbatas dan sedikit. Saya, bertanya terhadap tulisan di atas, bermodalkan ilmu logika. Karena setahu saya, agama tidak boleh bertentangan dengan logika. Ia harus beriringan dengan logika. Begitu  juga dengan logika, ia harus beriringan dengan agama. Atau, bahasa sederhana saya : Dalil Aqli tidak boleh bertentangan dengan dalil Naqli. Atau sebaliknya. 
3. Dari tulisan di atas, terlihat bahwa Islam yang baru saja saya geluti dan anut. Tidak memiliki rumus yang jelas tentang memilih pemimpin pasca Rasulullah. Sudi kiranya, para pembaca dapat membantu kebingungan dan kebodohan saya tentang Islam. Makasih, atas informasinya dan bantuannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca artikel di atas saya jadi bereaksi seperti ini :&#8221;Lucu sekaligus tidak logis. Artinya, pemilihan khalifah pasca Rasulullah tidak memiliki rumus yang jelas dan baku. Alias, berubah-rubah. Misalnya, pada kasus Abu Bakar : Musyawarah. Umar bin Khattab : Penunjukkan atau Wasiat (Abu Bakar, yang mewasiatkan). Usman bin Affan : Dewan Formatur. Ali bin Abi Thalib :&#8221;Saya bengong, aliat melongo&#8221;. Proses Ali tidak di singgung dalam tulisan di atas. </p>
<p>Catatan: Ada beberapa untuk hidayatullah.com (sumber informasi).</p>
<p>1. Tolong, kalau ingin memberi informasi, jangan sepotong-sepotong. Harus yang komplit dong.<br />
2. Saya kebetulan baru masuk Islam (beberapa bulan). Kebetulan, saya pernah belajar filsafat logika. Tulisan, hidayatullah.com ini lucu dan tidak logis alias bertentangan dengan ilmu logika atau nalar seseorang. Ceritanya begini. Saya pernah membaca buku sejarah tentang memilih pemimpin pasca Rasulullah.Di buku-buk yang pernah saya baca dikatakan : Bahwa Rasul, tidak pernah mewarisi khalifahnya kepada Ali bin Abi Thalib. Sementara, di tulisan di atas dan juga termasuk buku-buk yang pernah saya baca itu dikatakan sama, yakni bahwa Rasulullah tidak pernah mewarisi khalifah kepada Ali. Sementara, ABU BAKAR, BOLEH MEWARISI KHALIFAH KEPADA UMAR. PERTANYAAN BODOH SAYA : KOK LUCU YA, KALAU RASULULLAH NGGAK BOLEH, BAHKAN NGGAK MUNGKIN MEWARISI KHALIFAH KEPADA ALI. KALAU ABU BAKAR, BOLEH. PERTANYAAN BODOH SAYA YANG KE 2 ADALAH : MANA YANG LEBIH MULIA, RASULULLAH ATAU ABU BAKAR. ATAU, MANA YANG LEBIH BERHAK MEWARISI KHALIFAH : RASULULLAH ATAU ABU BAKAR. Kepada teman-teman yang nanti membaca komentar saya, saya minta maaf, kalau pertanyaan atau pernyataan saya salah atau menyinggung teman-teman yang baca. Maklum, ilmu ke Islam-an saya masih sangat terbatas dan sedikit. Saya, bertanya terhadap tulisan di atas, bermodalkan ilmu logika. Karena setahu saya, agama tidak boleh bertentangan dengan logika. Ia harus beriringan dengan logika. Begitu  juga dengan logika, ia harus beriringan dengan agama. Atau, bahasa sederhana saya : Dalil Aqli tidak boleh bertentangan dengan dalil Naqli. Atau sebaliknya.<br />
3. Dari tulisan di atas, terlihat bahwa Islam yang baru saja saya geluti dan anut. Tidak memiliki rumus yang jelas tentang memilih pemimpin pasca Rasulullah. Sudi kiranya, para pembaca dapat membantu kebingungan dan kebodohan saya tentang Islam. Makasih, atas informasinya dan bantuannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oupie ahmad</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/bagaimana-pemimpin-dipilih/comment-page-1/#comment-2166</link>
		<dc:creator>oupie ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 07:36:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1165#comment-2166</guid>
		<description>indonesia kapan..........???
bisakah....?????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>indonesia kapan&#8230;&#8230;&#8230;.???<br />
bisakah&#8230;.?????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

