Home » Sistem Masyarakat Islam

Bagaimana Umat Islam Bisa Maju?

12 September 2011 5 Comments

majuwiemasen.com – Apa yang salah terhadap umat Islam pada saat ini? Kebanyakan umat Islam pada saat ini jauh sangat ketinggalan dalam bidang apa saja. Entah itu di bidang ekonomi, teknologi, olah raga, dll. Pokoknya bisa membuat putus-asa buat orang yang melihatnya. Kenapa negara Cina yang komunis itu bisa maju ya? Kenapa negara-negara barat yang beragama Kristen sangat kaya-raya. Sedangkan kita umat Islam yang agamanya diridhai oleh Allah ini malah mundur, sangat-sangat mundur. Kalau orang Islam yang tidak kuat iman, bisa saja dia menjadi murtad karena tidak tahan lagi dengan hinaan yang ditujukan kepada umat Islam sekarang ini. Atau malah yang paling parah bila orang masih mengakui Islam, tapi berusaha merombak Islam karena merasa agama Islam penyebab kemunduran.

Baiklah, saya akan berikan sebuah ilustrasi untuk memudahkan memahami masalah ini:

Kasus 1:

Pak Imam adalah seorang petani timun di sebuah kampung. Pada saat panen beliau mampu mendapatkan 200 kg timun untuk dijual. Beliau seorang yang rajin ibadah, rajin sembahyang ke surau, puasa Senin Kamis tidak pernah tinggal, dan banyak lainnya. Pak Imam pergi ke kebunnya setiap hari setiap jam 8 pagi dan kembali ke rumah jam 1 siang untuk shalat Dzuhur. Setelah shalat Dzhuhur, pak Abu duduk-duduk di warung kopi sambil bersenda gurau dengan rekan-rekannya.

Kasus 2:

Kok Keong  juga seorang petani timun yang tinggal diseberang kampung pak Imam. Kok Keong ini kerjanya menyembah arwah nenek moyangnya. Setiap pagi, Ah Cong tidak lupa menghidangkan sesaji untuk nenek moyangnya. Setiap panen, Kok Keong mampu mendapatkan 500 kg timun. Setiap pagi Kok Keong pergi ke kebunnya sekitar jam 6 pagi. Kembali dari kebun, Kok Keong pergi ke perpustakaan desa untuk mencari buku mengenai cara meningkatkan produksi timun di musim kering.

Dari contoh kasus di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Kok Keong bisa lebih berhasil dari pak Imam. Padahal Kok Keong tidak pernah menyembah Allah. Mungkin ada yang memberi alasan:

Allah sengaja memberikan kesenangan dunia kepada mereka (orang kafir). Sebab jika mereka terus kafir, maka mereka akan dibalas di neraka. Jadi bagus juga kalau kita tidak terlalu pandai atau kaya, takut lupa dunia nantinya. Makanya Allah tidak membagi semua kesenangan di dunia, sebab kita sebagai orang Muslim akan mendapatkan balasannya di akhirat. Jadi jangan terlalu kecewa kalau gagal. Kalau Allah tidak memberikan sekarang, Insya Allah balasannya di surga.

Pemikiran seperti inilah yang menyebabkan umat Islam semakin mundur. Harusnya umat Islam mampu menggapai kejayaan di dunia dan di akhirat juga. Harusnya kita berkata:

Orang kafir pandai dan kaya-raya sebab mereka berusaha bersungguh-sungguh. Allah berkata, siapa saja yang berusaha maka akan berhasil. Tetapi itu tidak berarti Allah langsung sayang orang kaya. Kalau mau disayang Allah, jadilah orang beriman. Kalau mau lebih disayang Allah, jadilah orang beriman dan kaya sekaligus, supaya bisa menolong orang lain juga.

Ok beralih kepada permasalahan yang lain. Pernahkan anda pergi ke negara barat seperti Australia? Pasti anda akan terkagum-kagum dengan betapa bersihnya kota-kota mereka, betapa berdisiplinnya mereka di jalan. Palingkan kepala anda ke negara-negara berpenduduk muslim, misalnya Indonesia. Apa yang terlihat? Sampah berserakan di mana-mana. Lalu lintas sembrawut dan macet. Toilet awam kotornya bukan main. Anda bingung, apa yang salah? Jawabannya adalah kebanyakan umat Islam lupa dengan perkara di bawah ini:

Jika orientasinya adalah pahala dan keredhaan Allah, maka manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat kepada manusia lain. Carilah redha Allah dengan membantu hamba-hambanya. Itu lebih berarti karena Allah menyukainya dan manusia juga akan mendapat manfaatnya.

Bila seseorang membersihkan toilet umum dengan sempurna setelah buang air besar, maka orang lain bisa menggunakan toilet itu dengan tenang tanpa merasa jijik. Bila seseorang mengantri untuk membeli tiket bus, maka dia telah menghemat waktu orang lain. Bila seseorang tidak membawa kenderaan secara zig-zag di jalan raya, maka dia tidak membahayakan orang lain. Itulah contoh-contoh orang yang membawa kebaikan kepada orang lain. Dengan demikian orang non-Muslim pun tertarik untuk memeluk Islam. Yang menjadi masalah bagi negara-negara yang mayoritasnya Muslim adalah pola pemikiran di bawah ini:

Kebanyakan orang Islam mengimani dan menginginkan akhirat, sehingga mereka tidak bersungguh-sungguh untuk memakmurkan dunia. Apabila mereka mengimani Tuhan, mereka tidak bersungguh-sungguh berbuat baik kepada manusia.

Ya kita lupa membantu orang-orang miskin disamping rumah kita, karena sibuk naik haji berulang kali. Kita lupa membantu orang-orang yang menderita kanker di rumah sakit, karena sibuk membangun mesjid kubah emas. Dan banyak contoh lainnya. Sheikh Yusuf al-Qaradhawi menegur perbuatan orang Islam yang suka naik Haji dan Umrah berulang kali sedangkan masih ramai umat Islam yang miskin, kelaparan dan memerlukan bantuan kewangan. Itu lebih utama di sisi Allah SWT untuk dilaksanakan.

Saya tidak terlalu setuju kalau ada yang mengatakan bahwa dengan syariah yang benar, maka sebuah negara Islam bisa maju. Bandingkan mana lebih maju Arab Saudi dengan Cina. Arab Saudi menerapkan syariah Islam, sedangkan Cina tidak percaya Tuhan. Saya juga tidak setuju, kalau dibilang syariah Islam membuat umat Islam mundur. Coba lihat Turki. Harusnya Turki bisa lebih maju dari Jerman, karena Turki jauh lebih sekuler dibandingkan Jerman. Tapi nyatanya tidak.

Kesimpulannya kalau umat Islam ingin maju, dihargai oleh negara-negara non-Muslim, maka laksanakannlah hal-hal positif yang sudah dipraktekkan dengan negara-negara maju itu seperti kerja keras, disiplin waktu, rajin belajar, menghormati orang lain, dll. Tidak lupa dengan penerapan aqidah yang betul dan syariah Islam secara keseluruhan, jadilah kita umat yang terbaik di muka bumi seperti yang Allah janjikan.

Kembali lagi ke contoh pak Imam dan Kok Keong. Apa yang harus dilakukan pak Imam agar bisa melebihi Kok Keong dalam hal mendapatkan keuntungan pemasaran timun dan saat yang bersamaan juga mendapatkan keuntungan akhirat?

Artikel menarik

Refleksi dan Agenda Umat Islam

Popularity: 8% [?]

5 Comments »

  • Refleksi dan Agenda Umat Islam « Alhikmah9’s Weblog said:

    [...] “Bagaimana Umat Islam Bisa Maju?” Sep 10th, 2008 by wiemasen. [...]

  • Reza Mahastra said:

    Nice article…salam kenal.

    Saya selalu bertanya kenapa negara Islam (specially Indonesia) tampak sangat terbelakang dalam segala hal (maaf). Diakui memang sudah banyak pembangunan dan cukup signifikan, cuma maintenance atas pembangunan tersebut tidak berkesinambungan..itu baru satu, masih ada ribuan alasan lain yang intinya menyatakan hal yang sama…ada apakah dengan mental orang-orang Indonesia. Saya sangat sependapat dengan article anda, sangat menjawab semua pertanyaan saya…

    Semoga article anda dapat menggugah masyarakat Indonesia untuk lebih berpikiran maju seperti orang2 negara maju tapi tetap berahlak sebagaimana seorang muslim sejati.amin

  • wiemasen said:

    Salam kenal kembali Reza. Yah mudah-mudahan umat Islam Indonesia segera sadar, dan segera mengejar ketinggalan tersebut. Tapi dengan syarat, korupsinya harus dihapus terlebih dahulu. Kalau tidak, sampai 100 tahun pun, Indonesia tidak akan maju-maju.

  • sgh said:

    he .. . he … kenapa indonesia sulit maju lha penulisnya juga gak mau mampir ke perpus … btw masjid tertua didunia ada dimana ya ? mesir , arab saudi ….? jawabnya ada di Cina. Beberapa wali penyiar agama Islam asalnya dari mana ….? pulau Jawa , Aceh , Turki ….? he …he … baca di perpus aja deh ! pernah lihat masjid dengan banyak orang sholat yg semuanya cina ? Komunis…. sepertinya sekarang mulai membingungkan. Komunis Kok Gereja ada , masjid ada vihara ada.
    Pelanggar HAM ? Negara mana di dunia yg gak melanggar HAM ? Amrik ? ini Iblis berkedok topeng HAM. Lihat saja kasus palestina , orang negro. Nah sekarang Indonesia sendiri …?

  • wiemasen (author) said:

    Bagaimana bisa mesjid tertua ada di Cina. Ketika Nabi SAW mendirikan mesjid pertama kalinya, di Cina belum ada dakwah Islam.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.