<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Belajar Agama Sendiri Tanpa Menjadi Sesat</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/belajar-agama-sendiri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com/belajar-agama-sendiri/</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 05:10:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Niat_hati</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/belajar-agama-sendiri/comment-page-1/#comment-2597</link>
		<dc:creator>Niat_hati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 15:42:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1092#comment-2597</guid>
		<description>Assalamualaikum wr.wb.
Mengapa banyak islam sesat?
Betul,Saya juga melihat dari sudut pandang bagaimana mereka menafsirkan Al-Quran, banyak yang salah kaprah dalam ilmu tafsir, kalau saya pribadi memang belum memahami betul tentang tafsir Al-Quran sebagai pedoman masyarakat muslim..namun saya berusaha untuk menjadi insan yang baik dan melaksanakan amalan yang baik pula, saya biasanya akan merujuk kepada tafsir Al-Quran yang dikemukakan oleh Dr. M Quraish Shihab, Beliau menafsirkan Al-Quran dengan kedamaian, beliau ingin menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mudah dan damai..jika ada yang ingin menanyakan tentang islam lebih dalam, tidak ada salahnya menanyakan kepada beliau di berbagai kesempatan..lebih baik kita bertanya pada para pakar ahli tafsir Al-Quran, jika satu dirasa belum menyejukkan hati, kita dapat bertanya kepada beberapa pakar ahli tafsir..jangan berjalan sendiri jika merasa masih kurang dalam pengetahuan agama..semoga dapat membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr.wb.<br />
Mengapa banyak islam sesat?<br />
Betul,Saya juga melihat dari sudut pandang bagaimana mereka menafsirkan Al-Quran, banyak yang salah kaprah dalam ilmu tafsir, kalau saya pribadi memang belum memahami betul tentang tafsir Al-Quran sebagai pedoman masyarakat muslim..namun saya berusaha untuk menjadi insan yang baik dan melaksanakan amalan yang baik pula, saya biasanya akan merujuk kepada tafsir Al-Quran yang dikemukakan oleh Dr. M Quraish Shihab, Beliau menafsirkan Al-Quran dengan kedamaian, beliau ingin menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mudah dan damai..jika ada yang ingin menanyakan tentang islam lebih dalam, tidak ada salahnya menanyakan kepada beliau di berbagai kesempatan..lebih baik kita bertanya pada para pakar ahli tafsir Al-Quran, jika satu dirasa belum menyejukkan hati, kita dapat bertanya kepada beberapa pakar ahli tafsir..jangan berjalan sendiri jika merasa masih kurang dalam pengetahuan agama..semoga dapat membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mereka Bilang Liberal &#171; Orekan Waktu Luang</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/belajar-agama-sendiri/comment-page-1/#comment-1933</link>
		<dc:creator>Mereka Bilang Liberal &#171; Orekan Waktu Luang</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 10:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1092#comment-1933</guid>
		<description>[...] dalam hal apa, tulisan yang ditulis tentang Belajar Agama Sendiri tanpa menjadi sesat, telah membuat realita ini mencuat kuat di elit Jakarta alias negara Endonesia [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] dalam hal apa, tulisan yang ditulis tentang Belajar Agama Sendiri tanpa menjadi sesat, telah membuat realita ini mencuat kuat di elit Jakarta alias negara Endonesia [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aulia</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/belajar-agama-sendiri/comment-page-1/#comment-1932</link>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 09:42:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1092#comment-1932</guid>
		<description>Bang, keberadaan kaum Liberal Indonesia yang menyatakan diri ingin membebaskan keterkaitan agama dengan politik dan sosial kini hangat dengan membuat proyek baru mereka untuk merevisi Al-Quran dengan tandingan yang ada.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Itu memang proyek Islam liberal. Mereka yang hendak merevisi al-Qur&#039;an ini sama saja dengan mengatakan bahwa al-Qur&#039;an yang ada sekarang ini tidak benar, sudah banyak dirubah-rubah. Apa sebutan bagi orang-orang yang meragukan al-Qur&#039;an ini? Murtad...ya itulah sebutan yang pas untuk mereka, walaupun mereka tidak mengakuinya.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Padahal sudah jelas bahwa, Allah sendiri telah menjamin atas wahyu-Nya itu untuk selamat sampai akhir jaman.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Mereka menafsir al-Qur&#039;an seenak perut mereka sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Bagaimana layaknya kita harus menanggapi hal ini, sungguh ini sebuah kekacauan yang membuat Agama dipermainkan tanpa percaya atas apa perintah Tuhan lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bang, keberadaan kaum Liberal Indonesia yang menyatakan diri ingin membebaskan keterkaitan agama dengan politik dan sosial kini hangat dengan membuat proyek baru mereka untuk merevisi Al-Quran dengan tandingan yang ada.</p>
<blockquote><p><strong>Itu memang proyek Islam liberal. Mereka yang hendak merevisi al-Qur&#8217;an ini sama saja dengan mengatakan bahwa al-Qur&#8217;an yang ada sekarang ini tidak benar, sudah banyak dirubah-rubah. Apa sebutan bagi orang-orang yang meragukan al-Qur&#8217;an ini? Murtad&#8230;ya itulah sebutan yang pas untuk mereka, walaupun mereka tidak mengakuinya.</strong></p></blockquote>
<p>Padahal sudah jelas bahwa, Allah sendiri telah menjamin atas wahyu-Nya itu untuk selamat sampai akhir jaman.</p>
<blockquote><p><strong>Mereka menafsir al-Qur&#8217;an seenak perut mereka sendiri.</strong></p></blockquote>
<p>Bagaimana layaknya kita harus menanggapi hal ini, sungguh ini sebuah kekacauan yang membuat Agama dipermainkan tanpa percaya atas apa perintah Tuhan lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aulia</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/belajar-agama-sendiri/comment-page-1/#comment-1887</link>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 08:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1092#comment-1887</guid>
		<description>Tidak apa2 walaupun niru, karena itu lebih efektif. Siapa tahu ntar bang Ardi bisa gabung di forum.nanggroe.com.

untuk saat ini belum ada diskusi dulu! pajan2 tabahas teuma!.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak apa2 walaupun niru, karena itu lebih efektif. Siapa tahu ntar bang Ardi bisa gabung di forum.nanggroe.com.</p>
<p>untuk saat ini belum ada diskusi dulu! pajan2 tabahas teuma!.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aulia</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/belajar-agama-sendiri/comment-page-1/#comment-1881</link>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 12:06:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1092#comment-1881</guid>
		<description>Ternyata abg ku yang satu ini telah menemukan konsep menjawab komentar yang benar-benar interaktif. :)

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Sejujurnya niru orang lain buat juga.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Menyambung lagi masalah diatas, bahwa saya juga pernah mendengar di khutbah jum&#039;at sang khatib menyebutkan hal serupa bahwa dianya telah belajar ke luar sana dan menemukan pikiran yang terbuka dari sang prof. yang agama non muslim.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Khatib ini tidak kuat fikrahnya, sehingga terkagum-kagum dengan prof. non-Muslim yang berpikiran terbuka menurutnya. Oleh sebab itu menurut saya, kalau aqidahnya tidak kuat, lebih baik jangan sekolah ke luar negeri lah. Banyak mudharatnya.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Sampai segitukah jika, akal dan pikiran telah terasuki membuat saya tidak sanggup bila mendengar khutbah yang sampai sudah ketinggai &#039;nyeleneh&#039; dari konteks agama sendiri. (sedikit curhatan) :-)

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Memang, betul-betul menyakitkan hati bagi yang mendengarnya. Sayangnya pemikiran liberal ini mulai mewabah pelan-pelan di Indonesia.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata abg ku yang satu ini telah menemukan konsep menjawab komentar yang benar-benar interaktif. <img src='http://blog.wiemasen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>Sejujurnya niru orang lain buat juga.</strong></p></blockquote>
<p>Menyambung lagi masalah diatas, bahwa saya juga pernah mendengar di khutbah jum&#8217;at sang khatib menyebutkan hal serupa bahwa dianya telah belajar ke luar sana dan menemukan pikiran yang terbuka dari sang prof. yang agama non muslim.</p>
<blockquote><p><strong>Khatib ini tidak kuat fikrahnya, sehingga terkagum-kagum dengan prof. non-Muslim yang berpikiran terbuka menurutnya. Oleh sebab itu menurut saya, kalau aqidahnya tidak kuat, lebih baik jangan sekolah ke luar negeri lah. Banyak mudharatnya.</strong></p></blockquote>
<p>Sampai segitukah jika, akal dan pikiran telah terasuki membuat saya tidak sanggup bila mendengar khutbah yang sampai sudah ketinggai &#8216;nyeleneh&#8217; dari konteks agama sendiri. (sedikit curhatan) <img src='http://blog.wiemasen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>Memang, betul-betul menyakitkan hati bagi yang mendengarnya. Sayangnya pemikiran liberal ini mulai mewabah pelan-pelan di Indonesia.</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aulia</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/belajar-agama-sendiri/comment-page-1/#comment-1791</link>
		<dc:creator>Aulia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 05:04:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1092#comment-1791</guid>
		<description>Ini seperti dilema yang saya utarakan pada postingan 10 Perkara Yang Membatalkan Syahadah, keberadaan elit liberalis dalam tatanan negara apalagi seperti bumi pertiwi Indonesia sungguh menggelikan.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Bukan menggelikan lagi tapi sudah mengerikan.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Geliat mereka sudah masuk ke berbagai pelosok hingga ke kaum akademisi yang aktif. Mungkin hal yang paling penting untuk orang-orang yang belum disesatkan adalah memberikan mereka arahan dengan adanya orang-orang yang peduli dengan keadaan seperti ini.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Itulah salah satu tujuan pemberian beasiswa ke luar negeri (terutama dari kalangan universitas agama) adalah untuk mencuci otak mahasiswa-masiswa Indonesia yang tidak kuat fikrahnya. Merekalah yang diharapkan untuk menduduki posisi-posisi penting di pemerintahan nantinya.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Ya, mungkin salah satunya media seperti blog ini paling tidak selemah-lemahnya iman kita telah berusaha berdakwah memberikan solusi yang terbaik untuk umat ini.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Selemah-lemah iman cuma bisa protes dalam hati saja. Kalau menulis di blog, sudah di atasnya lagi :)&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Terima kasih atas postingannya bang :)

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Sama-sama.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini seperti dilema yang saya utarakan pada postingan 10 Perkara Yang Membatalkan Syahadah, keberadaan elit liberalis dalam tatanan negara apalagi seperti bumi pertiwi Indonesia sungguh menggelikan.</p>
<blockquote><p><strong>Bukan menggelikan lagi tapi sudah mengerikan.</strong></p></blockquote>
<p>Geliat mereka sudah masuk ke berbagai pelosok hingga ke kaum akademisi yang aktif. Mungkin hal yang paling penting untuk orang-orang yang belum disesatkan adalah memberikan mereka arahan dengan adanya orang-orang yang peduli dengan keadaan seperti ini.</p>
<blockquote><p><strong>Itulah salah satu tujuan pemberian beasiswa ke luar negeri (terutama dari kalangan universitas agama) adalah untuk mencuci otak mahasiswa-masiswa Indonesia yang tidak kuat fikrahnya. Merekalah yang diharapkan untuk menduduki posisi-posisi penting di pemerintahan nantinya.</strong></p></blockquote>
<p>Ya, mungkin salah satunya media seperti blog ini paling tidak selemah-lemahnya iman kita telah berusaha berdakwah memberikan solusi yang terbaik untuk umat ini.</p>
<blockquote><p><strong>Selemah-lemah iman cuma bisa protes dalam hati saja. Kalau menulis di blog, sudah di atasnya lagi <img src='http://blog.wiemasen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p></blockquote>
<p>Terima kasih atas postingannya bang <img src='http://blog.wiemasen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>Sama-sama.</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

