Benarkah Semua Alkohol Menguap Setelah Dimasak?
Pernah suatu ketika dulu diundang ke sebuah SMEA untuk mencicipi masakan yang dibuat oleh siswa-siswa jurusan masaka di situ. Sebelum makan, kamipun bertanya apa resep untuk membuat kueh-kueh yang ada didepan kami. Mereka menjelaskan secara ringkas apa resepnya. Salah satunya dengan menggunakan “rum”.
Aku terkejut, kok mereka menggunakan rum, itukan minuman keras atau khamar yang haram untuk dikonsumsi. Jawabannya adalah, rum itu akan menguap kalau dipanaskan dalam waktu tertentu. Jadi hasil akhirnya tidak ada rum sama sekali. Aku tidak yakin dengan jawaban tersebut. Untuk mengambil jalan aman, aku tidak menyentuh kueh itu sama sekali.
Pertanyaannya, betulkah alkohol akan hilang setelah dimasak seperti yang disangka oleh kebanyakan orang? Apakah sama hasil yang di dapat kalau dimasak dengan cara dididihkan (boil), dihangatkan (simmer) ataupun dipanggang (baking)? Kalau diperiksa di buku-buku resep masakan, tidak ada jawaban untuk pertanyaan tersebut. Kebanyakan buku cara memasak tidak menyentuh sama sekali mengenai akhir dari alkohol yang digunakan dalam memasak. Hanya sedikit sekali yang menjelaskan bahwa untuk menghilangkan “wine” dari masakan, maka perlu dimasak paling kurang 20 sampai 30 detik untuk membuat “wine” itu menguap ke udara.
Sebenarnya apa yang terjadi adalah, alkohol tidak akan hilang walaupun dimasak dengan cukup lama walau dengan cara apapun. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh US Departement of Agriculture’s Nutrient Data Laboratory telah menghitung seberapa alkohol yang tersisa di sebuah masakan yang menggunakan berbagai macam cara untuk memasak. Hasilnya seperti yang ditunjuk di bawah ini:
Tags: Alkohol


Membahas aqidah yang sahih menurut sunnah.
Pahami bagaimana bulan-bulan Islam itu ditentukan.
Belajar seluk-beluk perbankan Islam.
Politik dari sudut pandang Islam.
Berbagai macam jawaban fiqh.









