<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wiemasen.com &#187; Aqidah</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/category/aqidah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:00:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bagaimana Mendapatkan Taqdir Baik</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/mendapatkan-taqdir-baik/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/mendapatkan-taqdir-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 02:59:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Taqdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2268</guid>
		<description><![CDATA[Kadang-kadang kita mengeluh, kenapa kondisi kita berbeda dengan  teman-teman yang lain. Mengapa mereka kaya, sedangkan kita miskin.  Mengapa mereka punya anak, sedangkan kita tidak. Mengapa mereka sukses  berkarir, sedangkan kita tidak. Dan masih banyak mengapa mengapa  lainnya. Terakhir karena sudah putus asa, kita menganggap itu sudah  takdir kita. Takdir kita untuk selalu miskin. Takdir kita untuk tidak  menikah, dsb.
Sebenarnya takdir ini masalah ghaib. Kita tidak ada pengetahuan sama  sekali bagaimana takdir kita sebenarnya. Yang perlu kita lakukan adalah  yakin bahwa Allah telah ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/mendapatkan-taqdir-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Jauh Anda Memahami Qadar dan Qadhaa&#8217;?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/memahami-qadar-dan-qadhaa/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/memahami-qadar-dan-qadhaa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 09:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Qadar]]></category>
		<category><![CDATA[Qadhaa']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2257</guid>
		<description><![CDATA[


Sudah puluhan tahun kita hidup, tapi banyak di antara kita yang gamang  dengan konsep Qadar dan Qadhaa&#8217;. Padahal ini adalah dasar dari Rukun  Iman dan terkait rapat dengan aqidah kita sendiri. Tidak heran banyak  orang yang tidak sengaja tergelincir aqidahnya, gara-gara tidak memahami  topik ini dengan baik.
*
Kasus 1 &#8211; Pada suatu hari anda membaca berita bunuh diri di  sebuah pasaraya. Seorang pemuda loncat dari tingkat lima, langsung  menghunjam ke bawah dengan kepala duluan menyentuh lantai. Tidak ayal si  pemuda langsung tewas seketika. Orangtuanya ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/memahami-qadar-dan-qadhaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebaikan Orang Kafir: Fatamorgana!</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/kebaikan-orang-kafir-fatamorgana/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/kebaikan-orang-kafir-fatamorgana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 06:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Kafir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya ketetapan Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitunganNya &#8221; (TQS. An-Nur: 39)
Allah SWT memang membebaskan manusia untuk memilih agama yang dianutnya di dunia ini sebagai jalan hidup yang dia tempuh. Kenapa Allah SWT membebaskannya? Sebab manusia telah Dia karuniai potensi fitrah (gharizah tadayyun) untuk menuju agama yang lurus (lihat ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/kebaikan-orang-kafir-fatamorgana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bad Luck and The Number 13</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/bad-luck/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/bad-luck/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 06:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[13]]></category>
		<category><![CDATA[Bad Luck]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Q.) What is the history of 13 as a manhoos/bad luck number, I have seen it only with Americans but now I learned from someone that in Iran it is also considered bad. I have proposed my valima reception on that day but my father-in-law (who lives in Iran and he is sunni) for some time, told my family that it is not good as it is bad luck. Please clarify in the light of Qur&#8217;an and Hadith how we can we answer these concerns and how can we educate ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/bad-luck/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islamic Golden Rule</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/islamic-golden-rule/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/islamic-golden-rule/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 06:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2221</guid>
		<description><![CDATA[1. The Goods of The People &#38; Environtment
SY SYU&#8217;ARA&#8217; (26:183)
[id] Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan  janganlah kamu merajalela di muka bumi  dengan membuat kerusakan;
[en] and do not diminish the  goods of the people, and do not make mischief in the earth, working  corruption.
2. Justice
AL MAA-IDAH (5:8)
[id] Hai  orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu  menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap  sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah,  ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/islamic-golden-rule/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Yang Diberi Petunjuk Oleh Allah SWT?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/diberi-petunjuk/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/diberi-petunjuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 00:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[Petunjuk]]></category>
		<category><![CDATA[Thaghut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga beriman. Allah telah mengunci mata hati mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. Qur&#8217;an (2:6-7)
Apakah ayat tersebut mengindikasikan bahwa Allah memang dengan sengaja menciptakan orang-orang yang disesatkan dalam artian tidak diberi petunjuk? Pertanyaan ini sering diajukan oleh orang-orang non-Muslim.

Sebenarnya Ada dua jenis petunjuk (guidance):

Untuk menunjukkan jalan (to show the way)
Untuk membimbing seseorang (to lead the person along the way).

Petunjuk jenis pertama diberikan kepada semua orang, melalui rasul-rasul ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/diberi-petunjuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Naqshbandi Tariqat Unveiled</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/naqshbandi-tariqat/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/naqshbandi-tariqat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 02:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Naqshbandi]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[This little booklet is a modest attempt to analyse and expose the teachings and practices of the Tariqat ul Naqshbandi in the light of the Glorious Qur&#8217;aan and Sunnah, and is done purely in fulfilling our obligation to enjoin the right and forbid the evil. Over the years many deviant movements have arisen in the Muslim world bent on corrupting the teachings of Islaam and thereby mislead the Muslims. One of the most dangerous of the contemporary movements is the group known as the Naqshbandi Tariqat.

Like most deviant groups, they ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/naqshbandi-tariqat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syariah Formal dan Non-Formal</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/syariah-formal-dan-non-formal/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/syariah-formal-dan-non-formal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 02:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2159</guid>
		<description><![CDATA[
Al-Ustadz yang saya hormati, ada sebagian orang yang berpendapat bahwa tidaklah wajib menegakkan syariat Islam dalam bentuk formal dalam artian dijadikan hukum posiitf negara dan mengatakan bahwa yang wajib adalah menerapkan prinsip-prinsip yang dibawa Islam saja semisal keadilan, persamaan dan sebagainya. Benarkah hudud Islam seperti potong tangan bagi pencuri, rajam bagi penzina yang sudah menikah dan sebagainya itu hanya bentuk keadilan yang harus ditegakkan saat zaman Islam awal saja sedang sekarang bentuk keadilannya bisa disesuaikan dengan kondisi masyarakat dewasa ini? Kalau tidak salah syaikh Ali Gum&#8217;ah dari Mesir pun berpendapat ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/syariah-formal-dan-non-formal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menemukan Agama Yang Paling Benar?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menemukan-agama-yang-benar/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/menemukan-agama-yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 06:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2046</guid>
		<description><![CDATA[
Seseorang bertanya bagaimana mungkin seseorang bisa tahu bahwa salah  satu agama, katakanlah Islam yang dipeluknya, adalah yang paling benar.  Ada banyak sekali agama dan bentuk keyakinan di dunia ini. Usia manusia  tidak akan cukup untuk mempelajari semua agama itu, untuk kemudian  sampai pada kesimpulan bahwa salah satu agama tertentu itulah yang  benar.

Hal itu mungkin mirip dengan orang yang ingin menemukan sesuatu seperti  barang hilang, jodoh atau mencari tempat tinggal. Tiap orang tidak sama  dalam hal waktu mendapatkan apa yang dicarinya itu. Dan ini ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/menemukan-agama-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Horoskop (Ramalan Bintang) Yang Mencemari Tauhid</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/horoskop-mencemari-tauhid/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/horoskop-mencemari-tauhid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 06:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2041</guid>
		<description><![CDATA[
Hari ini setelah sholat Maghrib, aku memutuskan untuk mengajar  anak-anakku tentang bahaya ramalan bintang atau yang lebih populer  dengan sebutan Horoskop.
&#8220;Ada yang tahu apa itu Horoskop?&#8221; aku memulai pembicaraanku.
Kedua anakku yang berumur tujuh tahun hanya menunjukkan wajah  kebingungan, sambil menjawab, &#8220;Apa itu Horoskop ayah?&#8221;.

&#8220;Pernah dengar bintang Aquarius, Leo, Sagitarius, dan semacamnya?&#8221;
Tiba-tiba anakku yang sulung bangkit dan berkata,&#8221;Sebentar ayah, Mutia  mau tunjukkan sesuatu&#8221;.
Kemudian dia berlari ke kamar, dan kembali lagi dengan membawa sebuah  buku diari.
&#8220;Seperti yang ini ayah ya?&#8221; tanya Mutia.
Aku memperhatikan buku diari itu dengan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/horoskop-mencemari-tauhid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
