Home » Archive

Articles in the Ekonomi Islam Category

Ekonomi Islam »

[18 Jan 2012 | No Comment | ]
Bolehkah Menjual Mobil Dengan Bonus Pekerjaan?

Ketika sedang beristirahat setelah bermain tennis, seorang kawan berkata, “Bang, saya sudah baca tulisan abang di MIIAS. Saya berencana menjual mobil dan sekaligus dengan bonus pekerjaan cleaning di sebuah perusahaan. Bagaimana itu bang, boleh atau tidak?”

Ekonomi Islam »

[9 Jan 2012 | No Comment | ]
Menjual Barang Dengan Iming-Iming Hadiah

“Di, biasanya kalau ada mahasiswa yang mau pulang ke Indonesia, dia akan menjual mobilnya dengan bonus pekerjaan part-time nya,” kata temanku pada suatu hari.
“Ah mana bisa begitu. Masak ada bonus pekerjaan, baru dengar aku kasus seperti ini,” aku bertanya dengan keheranan. “Ada sesuatu yang fishy dengan cara penjualan seperti ini.”

Ekonomi Islam »

[24 Oct 2011 | No Comment | ]

1. The Basic Exchange Contracts
There is a general consensus among Islamic jurists on the view that currencies of different countries can be exchanged on a spot basis at a rate different from unity, since currencies of different countries are distinct entities with different values or intrinsic worth, and purchasing power. There also seems to be a general agreement among a majority of scholars on the view that currency exchange on a forward basis is not permissible, that is, when the rights and obligations …

Ekonomi Islam »

[16 Oct 2011 | No Comment | ]
Wajibkah Zakat Gaji?

“Dakwa dakwi” tentang pemungutan zakat gaji atas pegawai negeri sipil (PNS) terus terjadi. Di Pidie Jaya seperti dilansir hari ini ketika kasus seorang guru SMAN 1 Meuredu dengan wakil Bupati Pidie Jaya, M Yusuf Ibrahim. Ujungnya, si guru dimutasi ke wilayah udik di  Jiem Jiem (Serambi, 28/01/2010). Masalahnya, ini jarang dibahas bagaimana zakat gaji menurut hukum fiqih.

Ekonomi Islam »

[15 Oct 2011 | No Comment | ]

Zakat Profesi adalah Ijtihad Baru?
Ijtihad mengenai zakat profesi telah dilakukan oleh Sahabat Rasulullah saw Ibnu Mas’ud ra, sahabat Muawiyah ra,  dan Umar bin Abdul Aziz (Wafat 101 H / 720 M) yang notabene adalah tabi’in, khalifah yang telah berhasil dalam masa pemerintahannya, khalifah yang mengenakan zakat profesi kepada para pegawainya saat itu, yang mengalami kesulitan mendapatkan “mustahik” atas berlimpahnya zakat yang dikelola negara yang dipimpinnya saat itu (Fiqh Islam wa Adhilatuhu).   Baru belakangan ini mulailah kembali semarak upaya menghidupkan kembali zakat, termasuk zakat profesi, karena seiring dengan berkembangnya zaman, …

Ekonomi Islam »

[5 Sep 2010 | No Comment | ]
Bank Islam Bukan Yayasan Amal

“Bank Islam itu harusnya membantu umat Islam supaya bisa membeli rumah lebih murah,” kata sobatku suatu hari.
“Kalau ternyata lebih mahal dari bank konvensional, apa itu bukan menzalimi umat Islam?”
Aku hanya tersenyum simpul mendengar komentar kawanku itu. Komentar-komentar seperti itu sudah biasa aku dengar dari mereka yang tidak mengetahui apa-apa mengenai Bank Islam.

Ekonomi Islam »

[5 Sep 2010 | No Comment | ]
Bank Islam Lebih Mahal Dari Bank Konvensional?

Pada suatu hari setelah sahur menjelang subuh, aku berdebat dengan salah satu anggota keluarga mengenai mahalnya cicilan rumah punya Bank Islam. Dia dengan naifnya membandingkan cicilan Bank Islam dan Bank konvensional secara salah. Di akhir argumentasinya, dia mengatakan bahwa Bank Islam itu zalim. Harusnya Bank Islam lebih murah dari Bank konvensional. Setelah melihat cara perhitungannya, aku menilai dia telah salah total.

Ekonomi Islam »

[31 Aug 2010 | 3 Comments | ]
Asal Mula Uang Kertas

Apakah anda termasuk orang yang sibuk mengumpulkan uang kertas dengan cara apapun? Tahukah anda uang kertas yang anda punyai saat ini sangat beresiko untuk berkurang nilainya. Jadi kalau punya uang yang banyak jangan disimpan saja. Gunakanlan untuk berbisnis, atau untuk membeli rumah misalnya. Dengan cara ini nilai uang yang anda punyai bisa naik bukannya menurun.