Articles in the Ekonomi Islam Category
Ekonomi Islam »
Ekonomi Islam »
“Di, biasanya kalau ada mahasiswa yang mau pulang ke Indonesia, dia akan menjual mobilnya dengan bonus pekerjaan part-time nya,” kata temanku pada suatu hari.
“Ah mana bisa begitu. Masak ada bonus pekerjaan, baru dengar aku kasus seperti ini,” aku bertanya dengan keheranan. “Ada sesuatu yang fishy dengan cara penjualan seperti ini.”
Ekonomi Islam »
1. The Basic Exchange Contracts
There is a general consensus among Islamic jurists on the view that currencies of different countries can be exchanged on a spot basis at a rate different from unity, since currencies of different countries are distinct entities with different values or intrinsic worth, and purchasing power. There also seems to be a general agreement among a majority of scholars on the view that currency exchange on a forward basis is not permissible, that is, when the rights and obligations …
Ekonomi Islam »
“Dakwa dakwi” tentang pemungutan zakat gaji atas pegawai negeri sipil (PNS) terus terjadi. Di Pidie Jaya seperti dilansir hari ini ketika kasus seorang guru SMAN 1 Meuredu dengan wakil Bupati Pidie Jaya, M Yusuf Ibrahim. Ujungnya, si guru dimutasi ke wilayah udik di Jiem Jiem (Serambi, 28/01/2010). Masalahnya, ini jarang dibahas bagaimana zakat gaji menurut hukum fiqih.
Ekonomi Islam »
Zakat Profesi adalah Ijtihad Baru?
Ijtihad mengenai zakat profesi telah dilakukan oleh Sahabat Rasulullah saw Ibnu Mas’ud ra, sahabat Muawiyah ra, dan Umar bin Abdul Aziz (Wafat 101 H / 720 M) yang notabene adalah tabi’in, khalifah yang telah berhasil dalam masa pemerintahannya, khalifah yang mengenakan zakat profesi kepada para pegawainya saat itu, yang mengalami kesulitan mendapatkan “mustahik” atas berlimpahnya zakat yang dikelola negara yang dipimpinnya saat itu (Fiqh Islam wa Adhilatuhu). Baru belakangan ini mulailah kembali semarak upaya menghidupkan kembali zakat, termasuk zakat profesi, karena seiring dengan berkembangnya zaman, …
Ekonomi Islam »
“Bank Islam itu harusnya membantu umat Islam supaya bisa membeli rumah lebih murah,” kata sobatku suatu hari.
“Kalau ternyata lebih mahal dari bank konvensional, apa itu bukan menzalimi umat Islam?”
Aku hanya tersenyum simpul mendengar komentar kawanku itu. Komentar-komentar seperti itu sudah biasa aku dengar dari mereka yang tidak mengetahui apa-apa mengenai Bank Islam.
Ekonomi Islam »
Pada suatu hari setelah sahur menjelang subuh, aku berdebat dengan salah satu anggota keluarga mengenai mahalnya cicilan rumah punya Bank Islam. Dia dengan naifnya membandingkan cicilan Bank Islam dan Bank konvensional secara salah. Di akhir argumentasinya, dia mengatakan bahwa Bank Islam itu zalim. Harusnya Bank Islam lebih murah dari Bank konvensional. Setelah melihat cara perhitungannya, aku menilai dia telah salah total.
Ekonomi Islam »
Apakah anda termasuk orang yang sibuk mengumpulkan uang kertas dengan cara apapun? Tahukah anda uang kertas yang anda punyai saat ini sangat beresiko untuk berkurang nilainya. Jadi kalau punya uang yang banyak jangan disimpan saja. Gunakanlan untuk berbisnis, atau untuk membeli rumah misalnya. Dengan cara ini nilai uang yang anda punyai bisa naik bukannya menurun.

