<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wiemasen.com &#187; Hukum Hakam</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/category/hukum-hakam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 00:58:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Apakah &#8216;Umar Al-Khattab Pembuat Bid&#8217;ah?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/apakah-umar-pembuat-bidah/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/apakah-umar-pembuat-bidah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 00:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Hasanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat Sunat Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Tarawih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya apa sih sholat tarawih itu? Apakah sholat tarawih itu bisa dianggap sholat sunat malam hari atau tidak? Untuk menjawabnya mari kita rujuk kepada pendapat para ulama? Loh kenapa harus merujuk para ulama? Kita kan bisa juga baca hadith terus mengambil kesimpulan dari hadith itu. &#8220;No way man&#8221;! Kita yang orang awam ini tidak ada ilmu untuk mensyarah hadith-hadith. Oleh sebab itu mari kita simak apa kata para ulama-ulama.

Muhammad bin Nashr al-Mawarzi rahimahullah (294H) di dalam kitabnya Qiyam al-Ramadhan menyatakan bahwa sholat tarawih hanya sholat sunat biasa. Itu kata ulama ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/apakah-umar-pembuat-bidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Pendapat Dalam Islam</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/perbedaan-pendapat-dalam-islam/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/perbedaan-pendapat-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 04:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Beda Pendapat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[PERBEDAAN PENDAPAT YANG DIBENARKAN
Islam membenarkan perbedaan pendapat apabila berhadapan dengan isu-isu cabang (furu&#8217;) dengan syarat  pokoknya (ushul) berdiri di atas sesuatu yang disepakati. Pokok atau ushul yang dimaksudkan adalah al-Qur’an dan al-Sunnah. Al-Qur’an dan al-Sunnah saja tidak cukup, kerana sejarah telah membuktikan kehadiran banyaknya individu atau aliran menyeleweng yang tetap merujuk kepada al-Qur’an dan al-Sunnah. Kenapa mereka bisa menyeleweng? Karena mereka menafsirkan ke dua sumber tersebut berdasarkan penafsiran versi mereka sendiri. Oleh sebab itu penafsiran perlu ditambah dengan syarat-syaratnya yaitu  berdasarkan pemahaman para sahabat (kerana merekalah yang paling ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/perbedaan-pendapat-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Definisi Bid&#8217;ah Menurut Ulama Silam</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/definisi-bidah/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/definisi-bidah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 04:12:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Hasanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Ketika membicarakan bid&#8217;ah maka kita harus mengerti bahwa ada definisi bid&#8217;ah dari segi bahasa dan istilah. Dari segi bahasa, bid&#8217;ah bermaksud membuat sesuatu yang tidak ada contoh sebelumnya. Jadi sangat umum definisinya. Sedangkan dari segi istilah ada beberapa definisi bid&#8217;ah.
Salah satu definisi bid&#8217;ah yang terbaik adalah seperti yang dikemukan oleh al-Imam Abu Ishaq al-Syatibi rahimahullah (790H) dalam kitab al-I&#8217;tishom. Beliau adalah seorang muhaddith, ahli fiqh dan usul fiqh terkenal dari Andalus yang bermazhab Malik.

Pertama. Membuat sesuatu yang baru dalam urusan agama. Dalam hal ini terbagi dua yaitu yang ada contohnya ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/definisi-bidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengamalan Duduk Tawarruk Yang Tidak Tepat</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/tawarruk-yang-tidak-tepat/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/tawarruk-yang-tidak-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 04:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[iftirasy]]></category>
		<category><![CDATA[tawarruk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2778</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kebanyakan Muslim yang berasal dari nusantara seperti Indonesia dan Malaysia, pada saat tasyahhud akhir mereka pasti duduk tawarruk. Duduk tawarruk adalah cara duduk dimana punggung kiri diletakkan di atas lantai, kaki kiri masuk di bawah kaki kanan, lalu tumit kaki kaki kanan ditegakkan dan pada saat yang bersamaan jari-jari kaki kanan dilipat menghadap kiblat.
Kebiasaan ini tidak berubah walaupun mereka tinggal di negara lain yang tidak mengamalkan duduk tawarruk ketika sholat berjamaah di mesjid.
&#8220;Mana bisa kita rubah duduk tawarruk, kan wajib hukumnya,&#8221; sanggah mereka.
Inilah penyebab kesalahpahaman tersebut. Duduk tawarruk hukumnya ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/tawarruk-yang-tidak-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermaaf-maafan di Bulan Syawal?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/bermaafan-di-bulan-syawal/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/bermaafan-di-bulan-syawal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 23:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Syawal]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan Hari Raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[
Seorang sahabat saya menceritakan sebuah insiden hari raya dengan mertuanya. Karena tempat kerja yang berada di negara yang lain, sangat jarang kesempatan sahabat saya untuk berlebaran di rumah mertuanya. Kebiasaan yang dilakukan adalah dengan mengucapkan selamat hari raya dan minta maaf melalui telepon. Namun tahun ini, sahabat saya itu mendahulukan ucapan mohon maaf pada malam terakhir Ramadhan dengan alasan keesokan harinya dipenuhi dengan acara di luar rumah. Takut kelupaan.

Tapi niat baik sahabat saya saya ini rupanya tidak bisa dimengerti oleh mertuanya. Mertuanya marah besar karena, sahabat saya dan istrinya tidak ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/bermaafan-di-bulan-syawal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Untung Besar</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/ingin-untung-besar/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/ingin-untung-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 05:13:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1753</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat-saat ekonomi yang suram ini, tawaran keuntungan besar setiap bulannya serasa seperti mendapatkan air di padang pasir. Mereka jadi tidak peduli tentang halal atau haram. Kalau kita ingatkan, mereka mengatakan pandangan agama yang berbeda mengenai usaha sejenis ini. Itulah alasan yang digunakan agar mereka tetap merasa nyaman dengan bisnis mereka. Sebenarnya mereka tidak mengetahui hukum ekonomi Islam. Masalahnya mereka tidak tahu hendak bertanya kemana, karena ulama-ulama yang ahli di bidang ekonomi Islam sangat kurang.

http://www.gatra.com/artikel.php?id=129631
Sedikitnya 70 warga di Kota Magelang, Jawa Tengah, mengalami rugi ratusan juta rupiah, karena tertipu dua ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/ingin-untung-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena Menggampangkan Janji</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/fenomena-menggampangkan-janji/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/fenomena-menggampangkan-janji/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 02:04:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2753</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita saya di Adelaide dulu. Saya  menawarkan komputer saya kepada rekan sekerja yang berbangsa Palestina Amerika. Dia berjanji akan mengambil komputer itu setelah Maghrib. Pada saat bersamaan, seorang kawan Indonesia juga ingin membeli komputer saya sekarang juga tanpa harus menunggu Maghrib. Saya katakan pada dia, kita tunggulah habis Maghrib. Kalau kawan Palestina itu tidak datang juga, baru saya jual sama kamu. Tunggu punya tunggu, hingga menjelang Isya, si kawan Palestina itu tidak datang juga. Akhirnya saya jual komputer itu kepada kawan Indonesia tersebut, karena beranggapan masa menunggu janji ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/fenomena-menggampangkan-janji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjawab Anti Poligami</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menjawab-anti-poligami/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/menjawab-anti-poligami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 05:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Poligami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2747</guid>
		<description><![CDATA[
Berikut ini adalah seputar tanya jawab antara yang pro-poligami dengan yang kontra-poligami yang saya dapatkan di al-fikrah.net. Karena diskusi menjadi sangat panas, dimana yang kontra-poligami kehilangan hujah untuk menjawab yang pro-poligami, akhirnya &#8220;thread&#8221; tersebut dihapus. Penyebabya yang kontra-poligami sudah mulai menyerang pribadi orang bukannya menjawab balik hujah-hujah yang dikemukan oleh yang pro-poligami. Untungnya saya sempat mengkopi sebagian, sehingga bisa saya tampilkan disini.

1. Kenapa Ali ra tidak boleh menambah istri ketika sudah menikah dengan Fatimah?
Ali bin Abi Thalib ra pada zaman Rasulullah SAW hidup dalam keadaan ekonomi yang serba minimum. Sangking ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/menjawab-anti-poligami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Sholat Selama Penerbangan</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/panduan-sholat-selama-penerbangan/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/panduan-sholat-selama-penerbangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 04:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Jamak]]></category>
		<category><![CDATA[Musafir]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Qashar]]></category>
		<category><![CDATA[Terbang]]></category>
		<category><![CDATA[Wudhu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1733</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Rizal, mari sholat dulu,&#8221; kataku kepada Rizal ketika sedang transit di Hongkong.
&#8220;Kamu duluan saja, nanti saya menyusul,&#8221; sahutnya.
Kulihat ada sedikit keengganan di matanya untuk sholat di Hong Kong Airport. Aku hanya bisa menebak kalau Rizal agak sedikit malu sholat di depan orang ramai di sebuah airport.

Memang diperlukan kekuatan hati untuk melakukan hal itu. Ternyata bukan kami saja yang sholat di Hong Kong airport. Saya sempat melihat ada dua orang Arab yang malah dengan cueknya sholat di ruang tunggu airport yang penuh penumpang-penumpang yang sedang menunggu untuk &#8220;boarding&#8221;.
&#8220;Tapi bagaimana menentukan arah ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/panduan-sholat-selama-penerbangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Poligami Sejak Dulu Kala</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/poligami-sejak-dulu-kala/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/poligami-sejak-dulu-kala/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 00:53:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Poligami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2566</guid>
		<description><![CDATA[Poligami selalu menimbulkan masalah di kalangan orang banyak, terutama umat Islam. Walau bagaimanapun al-Qur&#8217;an dan al-Hadis telah menerangkan, bagaimana poligami seharusnya dilaksanakan oleh umat Islam agar mereka tidak mudah terpedaya dengan fitnah-fitnah dan pendapat-pendapat yang sengaja ingin menjatuhkan Islam. Al-Quran dan al-Hadis juga memberikan garis panduan agar umat Islam tidak berpoligami menurut sesuka hati dan nafsu mereka.
Pernikahan Nabi Muhammad (s.a.w.) dijadikan sebagai satu bahan untuk melemahkan Islam oleh para orientalis Barat. Padahal sebelum itu para nabi yang lain juga telah beristeri lebih dari seorang, seperti Nabi Ibrahim (a.s.), Daud (a.s.), ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/poligami-sejak-dulu-kala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

