<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wiemasen.com &#187; Hukum Hakam</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/category/hukum-hakam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:00:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kasus Video Mesum Mirip Ariel-Luna-Tari</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/video-mesum-mirip-ariel-luna-tari/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/video-mesum-mirip-ariel-luna-tari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 00:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[ariel]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2192</guid>
		<description><![CDATA[
Sejak kasus video porno &#8220;mirip&#8221; Ariel-Luna-Cut Tari tersebar di masyarakat, saya berusaha mencari pendapat-pendapat ulama mengenai siapa yang paling bertanggung jawab dalam masalah ini. Tapi saya tidak mendapatkannya walaupun sudah meminta tolong paman Goggle. Kalau menurut skala prioritas, maka yang paling bertanggung jawab dalam menghebohkan kasus ini adalah:

Pihak media massa
Yang mengedarkan video mesum itu pertama kali
Si pelakunya sendiri

Sudah jelas dalam Islam bahwa seorang Muslim wajib menutup aib Muslim lainnya. Namun prinsip ini banyak diabaikan atau dilupakan sama sekali oleh media massa kita yang cenderung sekuler. Target mereka hanya mengejar oplah ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/video-mesum-mirip-ariel-luna-tari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islamic Method of Slaughtering Animals is Better</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/islamic-slaughtering/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/islamic-slaughtering/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 03:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Slaughtering]]></category>
		<category><![CDATA[Stunning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Al Shaddad Bin Aous has quoted this tradition of the Holy Prophet (P.B.U.H.) &#8220;God calls for mercy in everything, so be merciful when you kill and when you slaughter, sharpen your blade to relieve its pain&#8221;. Many allegations have been made that Islamic slaughter is not humane to animals. However, Professor Schultz and his colleague Dr. Hazim of the Hanover University, Germany, proved through an experiment, using an electroencephalograph (EEG) and electrocardiogram (ECG) that *Islamic slaughter is THE humane method of slaughter and captive bolt stunning, practiced by the Western ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/islamic-slaughtering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Kalah Main Bola Harus Bayar, Judikah?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/judi-permainan-sepak-bola/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/judi-permainan-sepak-bola/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 03:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Judi Bola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2182</guid>
		<description><![CDATA[


Jadi teringat masa-masa SMA dulu, dimana kami sering menantang kelas  lain bermain bola. Siapa yang kalah dia harus membayar. Masih terbayang  muka sedih kawan-kawan dari kelas-kelas lain yang sering kami kalahkan.  Bagaimana tidak sedih, karena sudah kehilangan uang, sedangkan pada saat  yang sama kami melompat-lompat gembira karena bisa pesta mieso.

Pada saat itu kami menganggap, taruhan seperti itu bukan judi karena  tidak melibatkan nasib. Main bola lebih melibatkan kepada ketrampilan  dan kekuatan stamina para pemainnya. Biasanya tim yang lebih  berpengalaman sering menang. Walaupun faktor ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/judi-permainan-sepak-bola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Sholat Qasar</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/tips-sholat-qasar/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/tips-sholat-qasar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 02:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Qasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Persoalan cara sholat selama musafir adalah perkara yang penting. Jangan sampai kita meninggalkan  sholat dengan alasan sedang dalam perjalanan atau bermusafir. Saya sadar berdasarkan hasil  pembicaraan dengan teman-teman, banyak yang tidak begitu mengerti mengenai masalah sholat qasar. Oleh  sebab itu saya mencoba membandingkan pendapat terutama dari mazhab Syafi&#8217;i dengan pendapat-pendapat  dari Syaikhul  Islam Ibn Taymiyah-Ibn Qayyim atau Lajnah Salafiyah ulama-ulama senior Kerajaan Arab Saudi.

Tujuannya bukan untuk mengkritik mana-mana pihak, atau menentukan mana yang kuat berdasarkan  dalil, tapi lebih kepada pembagian ilmu. Saya tidak akan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/tips-sholat-qasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Musik</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/hukum-musik/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/hukum-musik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 12:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2154</guid>
		<description><![CDATA[
Ustadz, belakangan ini di kantor saya dan tempat sekitar rumah saya semarak sekali pengajian dengan musik-musik, entah itu dengan mengundang grup musik, atau pengajian memakai laptop untuk memperlihatkan gambar-gambar diiringi dengan instrumental alat musik tertentu. Ini sudah beberapa kali terjadi. Saya gerah sekali kalau mengikuti pengajian semacam ini, apalagi tempatnya di dalam masjid. Karena setahu saya musik haram hukumnya. Mohon jawabannya pak ustadz, sedih hati saya melihat banyak teman saya menyukai pengajian semacam ini. Terima kasih atas jawabannya.
Jawaban:
Benar bahwa musik itu haram, paling tidak menurut sebagian ulama yang memang mengharamkannya. ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/hukum-musik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bupati Melarang Janggut</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/bupati-melarang-janggut/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/bupati-melarang-janggut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 09:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[janggut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2061</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang ini makin banyak saja yang salah paham dengan ajaran Islam. Penyebabnya apalagi propaganda media massa yang selalu menyudutkan Islam. Mereka selalu memberitakan kelakuan segelintir umat Islam yang tidak baik, dengan harapan agar orang lain menilainya sebagai kelakuan orang Islam pada umumnya. Bahkan lebih parah lagi mereka menginginkan hal-hal negatif tersebut diasosiakan dengan ajaran Islam.

Salah satu contoh adalah masalah janggut. Karena janggut sering digunakan oleh orang-orang mengaku Islam yang berbuat kekerasan, akhirnya terbentuk opini bahwa siapa saja orang Islam yang memiliki janggut makan akan dicap teroris. Bisa dimengerti kalau kesalahpahaman ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/bupati-melarang-janggut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minuman Keras</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/minuman-keras/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/minuman-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 06:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Khamar]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman Keras]]></category>
		<category><![CDATA[Wine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Karena kita hidup di negara yang membolehkan minuman keras, maka beberapa peringatan dari Al&#8217;Quran dan Hadis wajib untuk dijadikan panduan. Turunnya pelarangan untuk meminum minuman memabukkan terjadi dalam beberapa tahap. Hal ini disebabkan pada jaman tersebut, manusia sangat kecanduan khamar. Sehingga untuk merubah prilaku tersebut, dibutuhkan tahapan-tahapan.

Tahapan pertama adalah:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan&#8230;. (An-Nisaa&#8217; 43)
Tahapan kedua adalah:
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: &#8220;Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/minuman-keras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Sunnah dan Ahlus Sunnah?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/ahlus-sunnah/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/ahlus-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 05:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Ahlus Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[
Salah satu alasan yang sering dilagukan ketika menolak poligami adalah: &#8220;Kalau mau poligami dengan alasan mengikuti sunnah, kenapa tidak  mengikuti tata cara poligami Rasulullah s.a.w.? Pertama menikahlah dengan dengan seorang perempuan berbisnis yang berumur 40 tahun, ketika kita berumur 25 tahun. Setelah itu tunggulah sampai istri pertama meninggal, baru kemudian menikah lagi. Tapi jangan sama perawan loh, itu sih mau enaknya sendiri. Menikahlah dengan janda dulu. Setelah itu carilah perempuan Kristen yang baru masuk Islam untuk dinikahi, dan seterusnya&#8221;. Benarkah cara seperti itu?

Ada satu kriteria yang sering dilupakan orang ketika ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/ahlus-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fine Bone China &#8211; Haramkah?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/fine-bone-china-haramkah/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/fine-bone-china-haramkah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 05:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Babi]]></category>
		<category><![CDATA[Bone China]]></category>
		<category><![CDATA[Tulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1984</guid>
		<description><![CDATA[
Ada yang pernah beli peralatan makanan Fine Bone China? Biasanya peralatan makanan ini dijadikan suvenir dan dipajang di lemari tamu. Motifnya menarik tapi harganya cukup lumayan juga. Tapi pada suatu hari anda menerima info, bahwa Fine Bone China terbuat dari tulang babi. Padahal sejauh yang anda ketahui, tulang babi itu najis. Setidaknya itu yang anda pelajari sejak kecil. Babi najis, sehingga semua bagian dari babi itu juga ikut menjadi najis. Bagaimana nih? Patutkan peralatan makanan yang mahal itu dibuang saja? Padahal sudah terlanjur beli. Anda jadi bingung.

Tapi benarkah bahwa tulang ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/fine-bone-china-haramkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanggung Jawab Nafkah Anak Yatim</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 14:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Nafkah Anak Yatim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita baca dalam berita-berita bagaimana seorang ibu tunggal yang ditinggal mati suaminya, harus bersusah-payah untuk menghidupi anak-anaknya. Kalau si ibu memiliki pendidikan yang tinggi, dan pernah bekerja atau sedang bekerja, maka tidak menjadi masalah untuk menafkahi anak-anaknya. Tapi kalau si ibu tidak memiliki ketrampilan dan tidak pernah bekerja selama suaminya hidup, maka dunia seakan menjadi neraka baginya.

Macam-macam perkerjaan dilakukan oleh si ibu ini, mulai dari menjual kueh-kueh, menoreh getah di kebuh getah, menjadi pembantu rumah, mencuci baju orang, berjualan sayur di pasar, menjahit baju, dan banyak lainnya. Kasihan kita ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
