Home » Archive

Articles in the Perang Pemikiran Category

Perang Pemikiran »

[11 Jun 2009 | 3 Comments | ]
Liberal Men-zhalimi Akal

“Argumen-argumen tekstual tak jarang berfungsi bukan sebagai penambah keluasan cakrawala berpikir, tapi sebagai katup pembahasan.” Itulah di antara pernyataan nyleneh kaum liberalis. Tentu, yang mereka maksud argumen-argumen tekstual adalah nash al-Quran dan as-Sunnah. Dan itu yang mereka sebagai katup! Katup, sesuatu yang biasa digunakan untuk membuka dan menutup. Mereka menuduh al-Quran dan as-Sunnah sebagai alat untuk mengungkung kebebasan berpikir dan membatasi keluasan cakrawala.

Aqidah, Perang Pemikiran »

[8 May 2009 | No Comment | ]
Takdir

Walaupun masalah takdir masuk ke dalam aqidah, ternyata banyak juga yang tidak memahaminya dengan benar. Biasa kita dengar uangkapan seperti ini: “Memang sudah takdirku untuk menjadi miskin seumur hidup” atau “Sudah takdir dia untuk bunuh diri” atau lebih parah lagi “Aku beragama Kristen, karena takdir jualah”, dan masih banyak contoh lain yang membuat kita geleng-geleng kepala karena mereka menyalahkan takdir kalau mereka gagal atau malas berbuat sesuatu. Jadi pada umumnya umat Islam dalam masalah qadar terpecah ke dalam tiga golongan:

Aqidah, Perang Pemikiran »

[9 Apr 2009 | 5 Comments | ]

Awalnya para sufi pertama berkomitmen pada Qur’an dan Sunnah. Namun, selanjutnya, tasawuf dipenuhi filsafat yang memuat paham-paham asing dalam dunia Islam. Generasi awal yang terdiri dari para sahabat dan tabi’in menerima dan mengajarkan Islam secara utuh, seimbang, mendalam dan komprehensif. Mereka tidak menonjolkan salah satu bidang, sementara bidang yang lain dilupakan. Ketika mereka memperhatikan aspek batiniyah, mereka tidak melupakan aspek lahiriyah. Ketika mereka mengejar urusan ukhrawi, mereka tidak melalaikan urusan duniawi. Pendek kata, mereka memberi perhatian terhadap akal, ruh, dan jasad secara menyeluruh dan seimbang.

Perang Pemikiran »

[21 Mar 2009 | No Comment | ]
Mengapa Pakistan Tidak Pernah Aman dan Damai

Sebagai pengusung gagasan Islam moderat (liberal), Syafii Maarif percaya, bila Islam dipakai sebagai instrumen politik kekuasaan, agama ini akan berubah fungsinya dari kekuatan damai menjadi doktrin kekerasan. Dalam tulisan berjudul ‘Musharraf dan Dilema Republik Islam’, Syafii Maarif menganggap bahwa Era Pervez Musharraf (1999) adalah bukti terkini tentang betapa rumitnya mengurus sebuah negara modern yang diberi nama Republik Islam Pakistan itu. Dalam konstitusinya tercantum dasar filosofi mewah tentang kedaulatan Allah atas alam semesta dan syariah sebagai sumber hukum tertinggi. Dalam realitas, baik gagasan kedaulatan Allah maupun syariah ternyata tidak mampu menolong …

Perang Pemikiran »

[7 Mar 2009 | 2 Comments | ]
Studi Islam di Barat?

Saat ini “Islamic Studies” menjadi subjek kajian yang sangat penting di dunia pendidikan, baik di dunia Islam maupun Barat. Di Leiden, Chicago, London, dan lain-lain didirikan insititut atau universitas yang mengajarkan ’studi Islam’ yang diajar oleh profesor-profesor Muslim dan non Muslim. Mereka-mereka yang belajar di Barat, biasanya menunjukkan rasa bangganya karena lebih analitis dan unggul dalam metodologi.

Featured, Perang Pemikiran »

[6 Mar 2009 | 10 Comments | ]
Jangan Golput Kalau Anda Cinta Islam

Bagi yang berencana untuk golput, pikirkanlah masak-masak sebelum mengambil keputusan. Kalau anda ingin ajaran-ajaran Islam di pretelin satu-persatu, maka golputlah anda. Kalau anda ingin membela Islam, maka ikutlah pemilu. Pilihlah wakil-wakil rakyat atau pemimpin yang membela Islam. Kalau anda tidak melakukannya, maka bersiap-siaplah kalau anak laki-laki hanya mendapat satu bagian dari warisan. Ya satu bagian saja. Itulah RUU yang sedang diajukan oleh anggota DPR sekarang. Kalau umat Islam golput, bukan hukum warisan saja yang dipretelin, tapi juga hukum-hukum Islam yang sudah qath’i. Apa yang diperjuangkan oleh Islam liberal lama-kelamaan akan …

Aqidah, Perang Pemikiran »

[4 Dec 2008 | No Comment | ]

Walaupun umat Islam di Indonesia adalah mayoritas, namun dari segi aqidah mereka cukup lemah. Mereka tidak imun terhadap serangan-serangan untuk menghancurkan aqidah mereka seperti tahyul-tahyul, khurafat-khurafat, serangan pemikiran ala Islam liberal, dll. Sangat menyedihkan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengajaran aqidah di sekolah-sekolah. Pelajaran agama lebih ditekankan kepada cara beribadat, halal dan haram, dsb. Aqidah yang menjadi fondasi seseorang malah diremehkan. Padahal kalau aqidah mereka rusak, semua amal ibadah yang dikerjakan tidak ada artinya sama sekali.

Perang Pemikiran »

[1 Dec 2008 | 7 Comments | ]

Belakangan ada pendapat yang mengatakan bahwa semua agama itu sama atau benar, cuma beda “teknis pelaksanaannya.” Menurut mereka, jika semua penganut agama, entah itu Yahudi atau Nasrani, beriman, maka mereka semua masuk surga. Mereka memakai ayat seperti di bawah ini sebagai argumen mereka:
“Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” [Al Baqoroh:62]

Perang Pemikiran »

[20 Nov 2008 | One Comment | ]

Within this “Era of Globalisation” there exists, among many Muslims, confusion about Islam’s place within the “religions” of the world. Those who promote “Globalisation” also promote the doctrine of “Comparative religions”, that is the doctrine of the validity of all religions, by promoting the understanding of the “essential unity” of all religions. They would have mankind believe that all religions are universally valid.

Perang Pemikiran »

[15 Nov 2008 | One Comment | ]

Alhamdulillah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamdu. Inilah ucapan syukur dan rasa gembira tak terkira saat DPR mengesahkan UU Pornografi, 30 Oktober 2008 lalu. Perjalanan panjang proses legislasi RUU APP akhirnya sampai di terminal akhir: lahir UU Pornografi. Alhamdulillah, kini bangsa Indonesia memiliki payung hukum untuk menolak bahaya pornografi. Hal ini sekaligus menandakan kemenangan masyarakat pro moral atas kaum hedonis liberal.