<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wiemasen.com &#187; Perang Pemikiran</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/category/perang-pemikiran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 00:58:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Liberal Men-zhalimi Akal</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/liberal-menzhalimi-akal/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/liberal-menzhalimi-akal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 21:47:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Liberal]]></category>
		<category><![CDATA[Orientalis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[“Argumen-argumen tekstual tak jarang berfungsi bukan sebagai penambah keluasan cakrawala berpikir, tapi sebagai katup pembahasan.” Itulah di antara pernyataan nyleneh kaum liberalis. Tentu, yang mereka maksud argumen-argumen tekstual adalah nash al-Quran dan as-Sunnah. Dan itu yang mereka sebagai katup! Katup, sesuatu yang biasa digunakan untuk membuka dan menutup. Mereka menuduh al-Quran dan as-Sunnah sebagai alat untuk mengungkung kebebasan berpikir dan membatasi keluasan cakrawala.

Kebebasan Mempertuhan Akal
Karena itu, orang-orang liberal berpendapat sudah saatnya menggelorakan semboyan kebebasan berpikir, yaitu berfikir tentang apapun tanpa batas, liar tanpa batasan, termasuk dalam memposisikan al-adillah an-naqliyyah (dalil-dalil ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/liberal-menzhalimi-akal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takdir</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/takdir/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/takdir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 00:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[
Walaupun masalah takdir masuk ke dalam aqidah, ternyata banyak juga yang tidak memahaminya dengan benar. Biasa kita dengar uangkapan seperti ini: &#8220;Memang sudah takdirku untuk menjadi miskin seumur hidup&#8221; atau &#8220;Sudah takdir dia untuk bunuh diri&#8221; atau lebih parah lagi &#8220;Aku beragama Kristen, karena takdir jualah&#8221;, dan masih banyak contoh lain yang membuat kita geleng-geleng kepala karena mereka menyalahkan takdir kalau mereka gagal atau malas berbuat sesuatu. Jadi pada umumnya umat Islam dalam masalah qadar terpecah ke dalam tiga golongan:

1. Ekstrim dalam menetapkan qadar.
Manusia sama sekali tidak mempunyai kemampuan dan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/takdir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tasawuf &#8211; Hikmah dan Penyimpangannya</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/tasawuf-hikmah-dan-penyimpangannya/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/tasawuf-hikmah-dan-penyimpangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 23:42:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1356</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya para sufi pertama berkomitmen pada Qur&#8217;an dan Sunnah. Namun, selanjutnya, tasawuf dipenuhi filsafat yang memuat paham-paham asing dalam dunia Islam. Generasi awal yang terdiri dari para sahabat dan tabi&#8217;in menerima dan mengajarkan Islam secara utuh, seimbang, mendalam dan komprehensif. Mereka tidak menonjolkan salah satu bidang, sementara bidang yang lain dilupakan. Ketika mereka memperhatikan aspek batiniyah, mereka tidak melupakan aspek lahiriyah. Ketika mereka mengejar urusan ukhrawi, mereka tidak melalaikan urusan duniawi. Pendek kata, mereka memberi perhatian terhadap akal, ruh, dan jasad secara menyeluruh dan seimbang.

Waktu terus bergerak, perubahanpun terjadi. Karena ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/tasawuf-hikmah-dan-penyimpangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Pakistan Tidak Pernah Aman dan Damai</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pakistan/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/pakistan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 21:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pakistan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1232</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pengusung gagasan Islam moderat (liberal), Syafii Maarif percaya, bila Islam dipakai sebagai instrumen politik kekuasaan, agama ini akan berubah fungsinya dari kekuatan damai menjadi doktrin kekerasan. Dalam tulisan berjudul &#8216;Musharraf dan Dilema Republik Islam&#8217;, Syafii Maarif menganggap bahwa Era Pervez Musharraf (1999) adalah bukti terkini tentang betapa rumitnya mengurus sebuah negara modern yang diberi nama Republik Islam Pakistan itu. Dalam konstitusinya tercantum dasar filosofi mewah tentang kedaulatan Allah atas alam semesta dan syariah sebagai sumber hukum tertinggi. Dalam realitas, baik gagasan kedaulatan Allah maupun syariah ternyata tidak mampu menolong ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/pakistan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Studi Islam di Barat?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/studi-islam-di-barat/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/studi-islam-di-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 03:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini &#8220;Islamic Studies&#8221; menjadi subjek kajian yang sangat penting di dunia pendidikan, baik di dunia Islam maupun Barat.   Di Leiden, Chicago, London, dan lain-lain didirikan insititut atau universitas yang mengajarkan &#8216;studi Islam&#8217; yang diajar oleh profesor-profesor Muslim dan non Muslim.  Mereka-mereka yang belajar di Barat, biasanya menunjukkan rasa bangganya karena lebih analitis dan unggul dalam metodologi.

Selain banyak anak-anak cerdas Indonesia yang belajar &#8216;studi Islam&#8217;  di Barat, banyak juga mereka yang belajar di Timur. Kairo, Mekkah-Madinah, Damaskus, Tripoli dan lain-lain adalah diantara kota-kota yang menjadi idaman ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/studi-islam-di-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Golput Kalau Anda Cinta Islam</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/jangan-golput-kalau-anda-cinta-islam/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/jangan-golput-kalau-anda-cinta-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 03:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Golput]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Warisan]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Liberal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang berencana untuk golput, pikirkanlah masak-masak sebelum mengambil keputusan. Kalau anda ingin ajaran-ajaran Islam di pretelin satu-persatu, maka golputlah anda. Kalau anda ingin membela Islam, maka ikutlah pemilu. Pilihlah wakil-wakil rakyat atau pemimpin yang membela Islam. Kalau anda tidak melakukannya, maka bersiap-siaplah kalau anak laki-laki hanya mendapat satu bagian dari warisan. Ya satu bagian saja. Itulah RUU yang sedang diajukan oleh anggota DPR sekarang. Kalau umat Islam golput, bukan hukum warisan saja yang dipretelin, tapi juga hukum-hukum Islam yang sudah qath&#8217;i. Apa yang diperjuangkan oleh Islam liberal lama-kelamaan akan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/jangan-golput-kalau-anda-cinta-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menyaring Berita Dari Media Massa Fasik</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyaring-berita-fasik/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/menyaring-berita-fasik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 02:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[anti islam]]></category>
		<category><![CDATA[media fasik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2365</guid>
		<description><![CDATA[
Masih ingat peristiwa penusukan Jemaat HKBP? Media-media Indonesia  heboh memberitakan kasus ini, dimana yang menjadi tertuduh adalah 9  orang pemuda Muslim yang dianggap menyerang 200 jemaat HKBP yang sedang  berkonvoi. Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga  terjadi penyesatan opini. akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi  korban media, termasuk Presiden sekali pun. Padahal kejadian sebenarnya  sangat bertolak belakang seperti yang dapat dibaca di situs voa-islam [1].
Saya  yang sudah terbiasa dengan cara pemberitaan media massa Indonesia yang  meniru media massa Yahudi, tidak langsung termakan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/menyaring-berita-fasik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekeliruan Pluralisme dan JIL &#8211; Hanya Islam Agama yang Benar!</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/islam-agama-yang-benar/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/islam-agama-yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 22:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>
		<category><![CDATA[Liberal]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[
Belakangan ada pendapat yang mengatakan bahwa semua agama itu sama atau benar, cuma beda &#8220;teknis pelaksanaannya.&#8221; Menurut mereka, jika semua penganut agama, entah itu Yahudi atau Nasrani, beriman, maka mereka semua masuk surga. Mereka memakai ayat seperti di bawah ini sebagai argumen mereka:
&#8220;Sesungguhnya orang-orang mu&#8217;min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.&#8221; [Al Baqoroh:62]
Pendapat mereka separuh benar. ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/islam-agama-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Doctrine of the Validity of all Religions</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/validity-religions/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/validity-religions/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 06:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Within this &#8220;Era of Globalisation&#8221; there exists, among many Muslims, confusion about Islam&#8217;s place within the &#8220;religions&#8221; of the world. Those who promote &#8220;Globalisation&#8221; also promote the doctrine of &#8220;Comparative religions&#8221;, that is the doctrine of the validity of all religions, by promoting the understanding of the &#8220;essential unity&#8221; of all religions. They would have mankind believe that all religions are universally valid.

In order to clarify this confusion, we must look to the teachings of Islam. Islam teaches that all true religions, as they were originally revealed, were identical in ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/validity-religions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Fakta Pertarungan Ideologi</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pertarungan-ideologi/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/pertarungan-ideologi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 02:11:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Suharto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamdu. Inilah ucapan syukur dan rasa gembira tak terkira saat DPR mengesahkan UU Pornografi, 30 Oktober 2008 lalu. Perjalanan panjang proses legislasi RUU APP akhirnya sampai di terminal akhir: lahir UU Pornografi. Alhamdulillah, kini bangsa Indonesia memiliki payung hukum untuk menolak bahaya pornografi. Hal ini sekaligus menandakan kemenangan masyarakat pro moral atas kaum hedonis liberal.
Sampai detik-detik terakhir, para seniman dan artis pendukung liberalisasi moral terus melancarkan serangan terhadap UU Pornografi. Termasuk dengan mengungkap alasan-alasan yang didramatisasi, seperti kriminalisasi wanita, merusak “Bhineka ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/pertarungan-ideologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

