<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wiemasen.com &#187; Sistem Masyarakat Islam</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/category/sistem-masyarakat-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:00:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Nationalism.. An Erroneous Concept</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/nationalism/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/nationalism/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 06:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nationalism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[For most of this century, the Muslim world continues to hobble along a treacherous path that has been constructed for them by others. The destination for this course is one that they have led us to believe is beneficial and worthy of striving for. The fuel for this journey is extracted from the false concepts that Imperialist implanted in the Muslim World.

Origins of Nationalism
One of these poisonous concepts that stigmatises the Prophet&#8217;s (saw) Ummah is Nationalism. It is a dangerous concept that has become the emotional basis for the state ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/nationalism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seeking Knowledge</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/seeking-knowledge/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/seeking-knowledge/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 06:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;And the believers should not all go out to fight. Of every troop of them, a party only should go forth, that they (who are left behind) may gain sound knowledge in religion, and that they may warn their folk when they return to them, so that they may guard themselves against evil.&#8221;[Al-Tauba 9:122].
According to the renowned Quranic scholar, Abu Abd-Allah Al-Qartabi (d. 671 A.H.) this verse lays the foundation of Islam&#8217;s education policy. The goal of that education is described as seeking &#8216;tafaqquh fid deen&#8217;, translated above (byPickthall) as ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/seeking-knowledge/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bani Quraidhah: Sebuah Teladan Cara Hidup Berdampingan</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/bani-quraidhah/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/bani-quraidhah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 06:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Bani Quraidah]]></category>
		<category><![CDATA[Hujay]]></category>
		<category><![CDATA[Kaab]]></category>
		<category><![CDATA[Orientalis]]></category>
		<category><![CDATA[Piagam Madinah]]></category>
		<category><![CDATA[Prang Ahzab]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[
Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah SAW setelah beliau menginjakkan kakinya di Madinah adalah membuat sebuah piagam kesepakatan antara seluruh suku-suku yang ada di Madinah. Rasul SAW menyaksikan bahwa orang-orang Yahudi telah lama hidup di Madinah dan hidup bersama-sama orang musyrik. Dalam Islam tidak ada pemaksaan aqidah, meskipun terhadap kaum yang hidup bernaung di bawah pemerintahannya.

Hanya saja dalam masalah-masalah kepentingan umum yang memberi  kemaslahatan bagi keseluruhan warga masyarakat, Islam memerintahkan  untuk membuat kebijakan-kebijakan yang disepakati.
Rasulullah SAW mengikat perjanjian dengan kaum musyrikin dan juga kaum Yahudi dalam masalah hak dan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/bani-quraidhah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Janganlah Merasa Hina, Anda Lebih Mulia</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/anda-lebih-mulia/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/anda-lebih-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 14:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Abdur Rahman bin 'Auf]]></category>
		<category><![CDATA[Turki Utsmani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=645</guid>
		<description><![CDATA[
Secara umum, saat ini kaum Muslimin dipandang sebelah mata, terutama oleh orang-orang kafir. Segala keterbelakangan seolah-olah suatu yang beralamat pada kaum Muslimin. Pasca runtuhnya khilafah terakhir, khilafah Turki Utsmani tahun 1924 Masehi &#8211; belum seratus tahun berlalu &#8211; umat Islam sontak seperti terjatuh ke dalam jurang ketertinggalan dan kehinaan di mata dunia.

Firman Allah Ta&#8217;ala yang artinya: Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia dari mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/anda-lebih-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdosakah Melanggar Peraturan Pemerintah?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/melanggar-peraturan-pemerintah/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/melanggar-peraturan-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 03:21:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Helm]]></category>
		<category><![CDATA[Nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Taqdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ibu rumah tangga dilaporkan tewas akibat kepalanya remuk setelah sepmor yang ditumpangi bersama suami disenggol truk dalam perayaan lebaran. Saat kejadian korban yang dibonceng suaminya dengan sepeda motor, meningal dunia setelah mengalami benturan pada bagian kepala saat terjatuh. Menurut kepolosian setempat, angka kecelakaan di wilayah ini seharusnya dapat diminimalisir jika pengendara taat dan patuh pada aturan yang ada, baik ketaatan menggunakan helm pengaman yang standar serta mematuhi aturan kecepatan mengemudi maupun mematuhi rambu-rambu di jalan.
Kalau di bandingkan dengan negara-negara maju, kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang dibuat pemerintah kita sangat rendah. ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/melanggar-peraturan-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari India</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/belajar-dari-india/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/belajar-dari-india/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 03:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1835</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ditanya apa kesan orang Indonesia terhadap India, maka jawabannya adalah karena kemiskinan dan kekumuhannya, mobil-mobil ketinggalan jaman di sana, keterkenalan filem-filem hindi, dll. Bahkan ada seorang kawan dari Malaysia pernah mengatakan, kalau mau belajar, belajarlah ke negara barat, jangan belajar ke negara yang lebih miskin dari Malaysia, seperti India atauppun Indonesia. Saya pun bereaksi dengan keras, karena walaupun dianggap miskin, banyak yang bisa dipelajari dari negara-negara tersebut. Berikut ini adalah dua tulisan mengenai India yang ditulis oleh Syaifoel Hardy yang tinggal di Doha dan pernah dimuat di Eramuslim. Sangat ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/belajar-dari-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acehku Sudah Berubah &#8211; Kasus Qory Putri Aceh</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/acehku-sudah-berubah/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/acehku-sudah-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 20:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Ganja]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Qory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1811</guid>
		<description><![CDATA[
Oh Acehku sayang. Dulunya aku bangga kalau mengatakan berasal dari Aceh, karena Aceh terkenal kuat dengan ke Islamannya. Namun kebanggan itu lama-kelamaan menjadi luntur. Aceh sedikit demi sedikit jatuh ke dalam pelukan sekulerisasi. Aceh sekarang sudah berbeda dengan Aceh yang dulu. Generasi yang prihatin agamanya telah digantikan oleh generasi yang acuh terhadap agamanya.  Generasi yang baru sekarang adalah &#8220;generasi hilang&#8221; yang diakibatkan oleh perang yang berkepanjangan. Perang menyebabkan segalanya hancur terutama dari sektor pendidikan.

Hal ini diperparah dengan banyaknya hiburan TV yang tidak terkontrol. Jika dulunya pada saat terdengar azan maghrib, ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/acehku-sudah-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak-Anak Karbitan</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/anak-anak-karbitan/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/anak-anak-karbitan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[
Anak-anak yang digegas
Menjadi cepat mekar
Cepat matang
Cepat layu&#8230;

Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana-mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba memberikan pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa.
Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/anak-anak-karbitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Qatar Negara Islam?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/apakah-qatar-negara-islam/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/apakah-qatar-negara-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 03:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Negara Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qatar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[
Saya mengucapkan terima kasih atas ceramah ustadz di Qatar ini. Materi yang ustadz berikan betul-betul mengetuk kami yang tinggal di Qatar ini untuk lebih memotivasi kami dalam mendalami syariah Islam serta memahami perbedaan-perbedaan pendapat yang ada. Tapi sebelumnya afwan ustadz, saya mau tanya karena kemarin tidak sempat bertanya langsung berhubung waktu yang singkat dan banyaknya perserta yang bertanya.

Begini ustadz, kita ini yang tinggal di Qatar, apakah bisa dikatakan sebagai negara Islam? Sementara bentuk negara ini kan kerajaan atau keamiran. Dipimpin oleh Amir, tidak ada partai-partai politik di sini. Pertanyaannya, apakah ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/apakah-qatar-negara-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Tanpa Rumah</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/hidup-tanpa-rumah/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/hidup-tanpa-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 06:21:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[Ottoman Empire]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1688</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak muslim yang tahu bahwa 85 tahun yang lalu telah terjadi sebuah peristiwa yang sangat mempengaruhi perjalanan kehidupan umat Islam di seantero dunia. Persisnya pada tanggal 3 Maret 1924 Majelis Nasional Agung yang berada di Turki menyetujui tiga buah Undang-Undang yaitu: (1) menghapuskan kekhalifahan, (2) menurunkan khalifah dan (3) mengasingkannya bersama-sama dengan keluarganya.

Turki pada masa itu merupakan pusat pemerintahan Khilafah Islamiyah terakhir. Kekhalifahan terakhir umat Islam biasa dikenal sebagai Kesultanan Utsmani Turki alias The Ottoman Empire, demikian penyebutannya dalam kitab-kitab sejarah Eropa. Kekhalifahan Utsmani Turki merupakan kelanjutan sejarah panjang ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/hidup-tanpa-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
