Home » Archive

Articles in the Sistem Masyarakat Islam Category

Sistem Masyarakat Islam »

[12 May 2009 | No Comment | ]
Pilih Formalitas Atau Esensi Hukum Islam?

Apa yang anda tanyakan memang inti dari perdebatan para aktifis gerakan Islam di dunia, bukan hanya di negeri kita. Intinya, ada dua aliran besar yang masih saja menjadi bahan perdebatan. Apakah dalam memperjuangkan agama Islam, kita mendahulukan formalitas, simbol dan legal hukum? Ataukah kita bicara dari implementasi yang realistis, baru kemudian simbol akan mengikuti dari belakang.

Featured, Sistem Masyarakat Islam »

[7 May 2009 | 2 Comments | ]
Demokrasi dan Islam Bagian II

Saya suka artikel ini yang ditulis oleh seorang jebolan master politik dari International Islamic University-Islamabad, Pakistan. Ini melengkapi koleksi artikel-artikel saya mengenai Islam dan demokrasi. Ada hal-hal baru yang saya temui misalnya bolehkah sebuah partai Islam bekerja sama dengan partai yang memiliki ideologi berbeda. Kalau boleh apa saja syarat-syaratnya.

Headline, Sistem Masyarakat Islam »

[4 May 2009 | 6 Comments | ]
Demokrasi dan Islam

Selama ini kita ribut-ribut dengan sistem demokrasi. Ada yang mengatakan demokarasi itu haram. Ada yang mangatakan boleh-boleh saja. Ada yang ingin golput karena muak melihat wakil rakyat yang ada. Dan berbagai macam centang-perenang lainnya. Kali ini saya coba membahas apa itu demokrasi dan hubungannya dengan Islam. Karena saya bukan ahli politik, maka mohon maaf sajalah kalau ada bagian-bagian artikel di bawah ini yang tidak akurat atau salah.

Featured, Sistem Masyarakat Islam »

[19 Mar 2009 | 2 Comments | ]
Bagaimana Memilih Pemimpin Menurut Islam

Tulisan kali ini merupakan ringkasan dari sebuah majalah yang saya baca tentang cara memilih pemimpin dalam Islam. Jadi maaf saja kalau infonya tidak lengkap. Dalam pemilihan seorang pemimpin atau khalifah, ada tiga golongan manusia yang terlibat:
1. Calon Khalifah yang memenuhi syarat
2. Anggota pemilih yang disebut ‘Ahl al-Hal wa al-’aqd‘
3. Serta orang Muslim kebanyakan

Featured, Sistem Masyarakat Islam »

[18 Mar 2009 | 4 Comments | ]
Bagaimana Pemimpin Dipilih Setelah Wafatnya Rasulullah s.a.w

Sistem politik untuk memilih pemimpin/khalifah, dimulai setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Ummat sempat bingung untuk menentukan siapa pengganti Rasul untuk memimpin ummat Islam. Orang-orang Anshar (penduduk asli Madinah) sudah pasti akan memilih Sa’ad bin Ubadah sebagai pemimpin dari kelompok Anshar di Saqifah (aula pertemuan) dan mempersilahkan orang-orang Muhajirin (orang-orang Mekkah yang berhijrah ke Madinah) agar memilih pemimpinnya sendiri.

Sistem Masyarakat Islam »

[11 Feb 2009 | 2 Comments | ]
Development of the Concept of Women’s Work

The movement to bring women out of the home to work started in a major way in the western world after the Industrial Revolution, which led to men’s migration to the cities, so women took their place in the countryside. When the unions emerged, owners of workplaces used women to counteract these unions. This – as researchers and historians will confirm – was the plan of Jewish elements, aimed at destroying society by destroying the family, in order to take control of society.

Sistem Masyarakat Islam »

[2 Feb 2009 | No Comment | ]
Penyelam Cheju – Wanita Memerintah Lelaki

Seperti yang kita ketahui di dalam agama kita, Islam, suami berfungsi sebagai kepala keluarga. Suami wajib menafkahi istri dan anak-anaknya. Adalah sesuatu yang melawan hukum Islam, apabila suami hanya duduk di rumah, tapi istrilah yang bekerja. Inilah yang disebut dengan suami yang lemah, tidak mampu menjadi pemimpin di dalam keluarga. Mungkinkah kasus ini bisa terjadi?

Sistem Masyarakat Islam »

[26 Jan 2009 | One Comment | ]
Qisas – Hidup Setelah Mati

Tidak pernah terlintas didalam benak seorang pemuda bernama Hamdan Al-Kaabi, bahwa bukan hukuman mati yang akan dijalankannya, sebaliknya malah kebebasan yang dia dapatkan. Rencananya pada suatu pagi dia akan dihukum mati di dataran Al-Bihar di kota Abha – kira-kira seribu kilometer dari Riyadh, ibu kota Arab Saudi, karena kesalahan membunuh ibu saudaranya dua tahun lalu.

Sistem Masyarakat Islam »

[18 Jan 2009 | 3 Comments | ]

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Sebagai ibu, Bu Tina benar-benar bangga dengan putrinya. Sejak mengikuti sebuah pengajian rutin di kampusnya, Rahmah jadi berubah. Tak hanya dari penampilan fisik dengan mengenakan jilbab, tapi juga sikap. Rahmah yang dulu periang, jadi sedikit pendiam. Kegiatannya yang dulu suka musik dan hura-hura ditinggalkan. Aktivitas Rahmah kini hanya berkisar antara rumah, kampus dan masjid. Ibadahnya pun tak pernah tinggal. Tak hanya ibadah wajib, tapi juga sunnah. Rahmah lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca al-Qur’an atau buku yang akhir-akhir ini mulai memenuhi kamarnya.

Sistem Masyarakat Islam »

[14 Jan 2009 | 2 Comments | ]

Demographics:
o  World Jewish Population: 14 million
o  Distribution:
7 M in America
5 M in Asia
2 M in Europe
100 thousand in Africa

Sistem Masyarakat Islam »

[28 Dec 2008 | 21 Comments | ]

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk menganggap kerjaan istri itu memasak, mendidik anak-anak, membersihkan rumah, dan melayani suami. Istri yang tidak mau melakukan salah satu kerjaan tersebut dianggap istri yang tidak berkompeten dan tidak layak dianggap sebagai istri yang ideal. Suamipun terkadang tidak mau menerima kekurangan istri tersebut sehingga sering memarahi, menyindir bahkan sampai memukul karena tidak puas dengan pekerjaan istri di rumah. Tidak heranlah kalau kaum wanita sekarang ini menganggap pekerjaan sebagai ibu rumah tungga adalah pekerjaan rendahan karena memang banyak suami yang memperlakukan istrinya seperti babu.

Hukum Hakam, Sistem Masyarakat Islam »

[23 Dec 2008 | No Comment | ]

Pulang ke Aceh baru-baru ini memberikan pengalaman tersendiri kepada saya. Betapa tidak, sepanjang jalan yang saya lihat adalah bendera-bendera berbagai macam partai. Padahal itu baru sebagian dari 34 partai yang yang ada di Aceh termasuk partai lokal seperti Partai Aceh, Partai Aceh Aman Sejahtera (PAAS), Partai Rakyat Aceh, dsb. Saya jadi penasaran bagaimana masyarakat awam memilih calon-calonnya yang segitu banyak.

Sistem Masyarakat Islam »

[22 Dec 2008 | No Comment | ]

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Mumtahanah: 8 – 9).
Arti dan kandungan makna ayat di atas sangat jelas dan mudah dimengerti tanpa harus dijelaskan secara panjang lebar. …