<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wiemasen.com &#187; Yang Ringan</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/category/yang-ringan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:00:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Akhlak di Jalan</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/akhlak-di-jalan/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/akhlak-di-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 03:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Adelaide]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak Mengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[Penang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Entah mengapa sampai sekarang ini aku terlalu ketat mengikuti aturan mengemudi kenderaan terutama mobil (kereta, kata orang Malaysia). Masih saja aku &#8220;gondok&#8221; dengan gaya mengemudi orang Malaysia yang sekenanya saja. Terkadang sampai menyumpah-nyumpah sendiri&#8230;Astaghfirullah. Tapi menurut Teuku Akmal yang cakep itu, cara orang KL (Kuala Lumpur) bawa kenderaan masih jauh lebih beradab daripada gaya orang Jakarta. Wah gawat juga nih, kalau aku bawa mobil di Jakarta, bisa bertumpuk dosanya karena asyik menyumpahi orang saja. Hal ini membuat aku berpikir, apa mungkin ini karena aku pernah mengikuti ujian mengemudi di Australia ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/akhlak-di-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Cinta Fahri di Dalam Ayat-Ayat Cinta</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 03:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Ayat-Ayat Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Novel ini banyak menggambarkan bagaimana hubungan lelaki dan perempuan menurut Islam. Misalnya saja adegan ketika Fahri menolak berjabat tangan dengan Alicia:

Perempuan bule (perempuan barat) tepat berada di depanku. Wajahnya masih menghadap perempuan bercadar. Ia tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepadaku dan berkata, “Hai Indonesian, thank’s for everything. My name’s Alicia.” “Oh, you’re welcome. My name is Fahri,” jawabku sambil menangkupkan kedua tanganku di depan dada, aku tidak mungkin menjabat tangannya. “Ini bukan berarti saya tidak menghormati Anda. Dalam ajaran Islam, seorang lelaki tidak boleh bersalaman dan bersentuhan dengan perempuan selain isteri ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sholatlah Kamu Di Mana Saja Berada</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/sholatlah-kamu-di-mana-saja-berada/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/sholatlah-kamu-di-mana-saja-berada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 05:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2129</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kita melihat orang-orang meninggalkan sholat seenaknya saja karena alasan-alasan yang sepele, seperti malas atau malu dilihat orang lain. Gambar-gambar di bawah menunjukkan betapa sholat bisa dilakukan di mana saja, tanpa harus merasa malu. Kenapa pula harus malu pada manusia, sedangkan kita perlu berhadapan dengan Allah SWT yang menciptakan kita dan manusia-manusia lainnya? Dengan melihat gambar-gambar di bawah ini, kita dapat merasakan betapa kerdilnya kita di hadapan Allah yang Maha Pencipta. Betapa kita adalah budak-budak Allah yang tidak patut merasa sombong karena keberhasilan dunia yang hanya sementara saja.








































]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/sholatlah-kamu-di-mana-saja-berada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Positif dan Negatif Filem &#8220;My Name Is Khan&#8221;</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/my-name-is-khan/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/my-name-is-khan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 12:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Khan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1969</guid>
		<description><![CDATA[
Aku sebenarnya bukan peminat filem India. Walaupun begitu aku tidak menolak mentah-mentah kalau ada filem India yang bagus seperti Slamdog Millionaire. Mata tidak akan lepas menonton filem ini sampai habis. Apalagi ditambah dengan aransemen musik oleh A.R. Rahman. Memang betul-betul kelas Oscar.

Ada satu lagi filem India yang dipromosikan oleh kawan-kawan di Facebook. Mereka bilang filem tersebut bagus, dan termasuk dalam box ofice di Inggris dan Amerika. Ah masak sih? Penasaran aku periksa jadwal pemutaran filem di bioskop, mana tahu filemya masih di putar. Ternyata filem tersebut tidak ditayangkan lagi di ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/my-name-is-khan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mudah Baca al-Quran Dengan Tajwid Yang Benar</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/mudah-baca-al-quran-dengan-tajwid-yang-benar/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/mudah-baca-al-quran-dengan-tajwid-yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Qiraati]]></category>
		<category><![CDATA[Rasam Usmani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1948</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum pulang ke kampung halamanku dalam langka liburan tahun kemarin, aku menitipkan pesan kepada bapakku untuk mencarikan seorang guru mengaji yang mampu mengajar lagu al-Quran. Aku ingin memanfaatkan waktu liburan anakku di kampung dengan belajar lagu al-Quran setiap hari. Yang herannya ketika dicoba membaca sama guru mengaji tersebut, beliau berkata bahwa tajwid Tia (anakku yang pertama)  masih banyak salah. Jadi tajwidnya harus diperbaiki dulu, sebelum belajar lagu.

Perasaanku, Tia mampu mengaji dengan tajwid yang benar. Tapi setelah mendengar dia mengaji di depan ustazah tersebut, kenapa banyak kesalahan baca yang dia buat ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/mudah-baca-al-quran-dengan-tajwid-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Native Deen, Yusuf Islam dan Zain Bikha</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/native-deen-yusuf-islam-zain-bikha/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/native-deen-yusuf-islam-zain-bikha/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 07:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasyd]]></category>
		<category><![CDATA[Native Deen]]></category>
		<category><![CDATA[Yusuf Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Zain Bikha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar bulan Mei 2008, saya mengunjungi pameran buku di KL (Kuala Lumpur). Tujuan utama adalah mencari novel Ayat-Ayat Cinta. Masak novelnya sudah beredar tiga tahun lalu, baru sekarang membelinya. Ketinggalan jaman benar saya ini. Setelah baca novel ini, tidak rugi mengeluarkan uang untuk membelinya. It&#8217;s awesome. Selain novel tersebut, saya juga membeli beberapa CD lagu-lagu Islam dari group Native Deen, Yusuf Islam dan Zain Bhikha. Berikut ini sekedar resensi ringan dari ketiga CD-CD tersebut. Kebetulan saya menyukai semua lagu-lagunya.

Native Deen
Ok saya mulai dengan &#8220;Native Deen&#8221;. Tidak heran kalau jenis musik ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/native-deen-yusuf-islam-zain-bikha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Betapa Tidak Enaknya Menjadi Minoritas</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/tidak-enak-menjadi-minoritas/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/tidak-enak-menjadi-minoritas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 00:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[minoritas]]></category>
		<category><![CDATA[Penang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1897</guid>
		<description><![CDATA[
Tak terasa sudah 4 tahun lebih aku bekerja di salah satu perusahaan Amerika yang membuat prosesor yang terkenal di Penang, Malaysia. Ketika hendak pindah ke Penang, salah seorang kawanku pernah memperingatkanku kalau di Penang mayoritas orang Cina. Aku menjawab dengan santai, aku sudah biasa menghadapi mahasiswa-mahasiswa Cina, jadi tidak ada masalah untuk tinggal di sana. Maklumlah 50% mahasiswa di tempatku mengajar dulunya adalah Cina.

Ketika aku pindah ke Penang, aku sungguh terkejut mendapati hampir 90% yang bekerja di perusahaan itu adalah Cina, sisanya adalah Melayu dan India. Melayu yang mayoritas di ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/tidak-enak-menjadi-minoritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saleuem Group &#8211; Nasyid Aceh</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/saleuem-group-nasyid-aceh/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/saleuem-group-nasyid-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 14:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasyid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[


Nasyid Aceh &#8211; Saleuem Group


Sebenarnya saya tidak terlalu suka mendengarkan lagu-lagu Aceh masa kini. Alasannya mudah saja, lagu-lagu Aceh sekarang ini kebanyakan dikemas dengan musik dangdut, salah satu aliran musik yang tidak saya sukai. Hanya ada satu kelompok musik yang membuat hati saya betul-betul terpaut dengan musik etnik Aceh, yaitu musik dari sekelompok mahasiswa IAIN yang dinamakan &#8220;Saleuem Group&#8221;.

Kejadian bermula ketika saya sadang &#8220;Jak Saweue Gampong&#8221; (Pulang Kampung) sekitar awal tahun 2007. Beberapa hari sebelum saya balik ke negeri seberang tempat saya bekerja sekarang, saya berburu ke toko souvenir-souvenir di ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/saleuem-group-nasyid-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sudahkah Anda Merasakan Biawak Padang Pasir?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/biawak-padang-pasir/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/biawak-padang-pasir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 15:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Biawak Padang Pasir]]></category>
		<category><![CDATA[Dhab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1864</guid>
		<description><![CDATA[
Mereka yang pernah melihat dhab di Madinah mengatakan bahwa dhab tidak sama dengan biawak. Dhab adalah hewan yang hidup dalam tanah padang pasir dan makanannya adalah tumbuh-tumbuhan (herbifora). Sedangkan biawak seperti yang dikenal di Indonesia adalah binatang buas bertaring yang termasuk ke dalam jenis hewan pemangsa (karnifora).
Apa hukumnya makan biawak (bukan dhab)? Ulama-ulama Syafie memasukkan biawak sebagai binatang yang kotor atau khaba&#8217;its dan hukumnya adalah haram dimakan.
Bagaimana dengan dhab sendiri?
Bagi yang merasa jijik, makan dhab adalah makruh. Hal ini berdasarkan hadits di bawah ini:
&#8220;Artinya : Dari Abdur Rahman bin Syibl ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/biawak-padang-pasir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Gempa di Padang</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-gempa-padang/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-gempa-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 21:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1803</guid>
		<description><![CDATA[Terus-terang hati saya menjadi sakit, kalau ada orang yang sedang ditimpa musibah, terus malahan disalahin: &#8220;Rasain kamu sudah kena bala Allah sekarang, kamu banyak buat dosa sebelumnya&#8221;. Coba bayangkan, kalau daerah anda terkena musibah, eh bukannya orang lain malah menolong, malah menyalahkan anda. Apa tidak sakit hati, kalau ada yang mengatakan: &#8220;Itu hukuman Allah kepada pemimpin politik di daerah kamu, sehingga kamu kehilangan keluarga kamu&#8221;. Kalau belum kena diri sendiri, memang mudah teriak sana-sini.
Betul-betul keterlaluan. Dalam suasana orang-orang sibuk menyelamatkan korban gempa di Padang, ada umat Islam yang sibuk mencari ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-gempa-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
