<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wiemasen.com</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 21:44:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Benarkah Kisah Rasulullah SAW Dan Yahudi Buta?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/kisah-dyahudi-buta/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/kisah-dyahudi-buta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 21:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Kibaru Sahabah]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi Buta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar cerita mengenai Rasulullah s.a.w dan pengemis buta? Belum pernah? Kalau belum, coba baca kisah di bawah ini, berikut komentar saya diakhir cerita. Anda akan terkejut karena akan menemukan kebenaran yang belum pernah anda dengar.

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah ada seorang pengemis Yahudi Buta, dari hari ke hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata &#8220;Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya&#8221;.
Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berkata sepatah ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/kisah-dyahudi-buta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nabi Adam as Setinggi 30 meter, Percayakah Anda?</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/tinggi-nabi-adam-as/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/tinggi-nabi-adam-as/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 21:41:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist]]></category>
		<category><![CDATA[Tinggi Nabi Adam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1957</guid>
		<description><![CDATA[
Ada fakta yang menarik nih. Tahu tidak kalau tinggi nabi Adam as adalah  sekitar 30 meter. Fakta ini ada disebut dalam sebuah hadist shahih.  Tidak sedikit orang menertawakan kandungan hadist ini, karena menganggap  hal itu tidak terbukti secara ilmu pengetahuan. Benarkah begitu? Ini hadist yang menyatakan tinggi nabi Adam as.

[Al-Bukhariy/ 6227] Telah bercerita kepada kami Yahya bin Ja`far: Telah  bercerita kepada kami `Abdu r-Razzaq, dari Ma`mar, dari Hammam, dari Abi  Hurayrah, dari Nabi, dia berkata: &#8220;Allah menjadikan Adam tingginya  60 hasta, kemudian (Allah) berfirman: ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/tinggi-nabi-adam-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanggung Jawab Nafkah Anak Yatim</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 21:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Hakam]]></category>
		<category><![CDATA[Nafkah Anak Yatim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita baca dalam berita-berita bagaimana seorang ibu tunggal yang ditinggal mati suaminya, harus bersusah-payah untuk menghidupi anak-anaknya. Kalau si ibu memiliki pendidikan yang tinggi, dan pernah bekerja atau sedang bekerja, maka tidak menjadi masalah untuk menafkahi anak-anaknya. Tapi kalau si ibu tidak memiliki ketrampilan dan tidak pernah bekerja selama suaminya hidup, maka dunia seakan menjadi neraka baginya.

Macam-macam perkerjaan dilakukan oleh si ibu ini, mulai dari menjual kueh-kueh, menoreh getah di kebuh getah, menjadi pembantu rumah, mencuci baju orang, berjualan sayur di pasar, menjahit baju, dan banyak lainnya. Kasihan kita ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mudah Baca al-Quran Dengan Tajwid Yang Benar</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/mudah-baca-al-quran-dengan-tajwid-yang-benar/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/mudah-baca-al-quran-dengan-tajwid-yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 21:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Qiraati]]></category>
		<category><![CDATA[Rasam Usmani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1948</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum pulang ke kampung halamanku dalam langka liburan tahun kemarin, aku menitipkan pesan kepada bapakku untuk mencarikan seorang guru mengaji yang mampu mengajar lagu al-Quran. Aku ingin memanfaatkan waktu liburan anakku di kampung dengan belajar lagu al-Quran setiap hari. Yang herannya ketika dicoba membaca sama guru mengaji tersebut, beliau berkata bahwa tajwid Tia (anakku yang pertama)  masih banyak salah. Jadi tajwidnya harus diperbaiki dulu, sebelum belajar lagu.

Perasaanku, Tia mampu mengaji dengan tajwid yang benar. Tapi setelah mendengar dia mengaji di depan ustazah tersebut, kenapa banyak kesalahan baca yang dia buat ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/mudah-baca-al-quran-dengan-tajwid-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Janganlah Merasa Hina, Anda Lebih Mulia</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/anda-lebih-mulia/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/anda-lebih-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 21:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Abdur Rahman bin 'Auf]]></category>
		<category><![CDATA[Turki Utsmani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=645</guid>
		<description><![CDATA[
Secara umum, saat ini kaum Muslimin dipandang sebelah mata, terutama oleh orang-orang kafir. Segala keterbelakangan seolah-olah suatu yang beralamat pada kaum Muslimin. Pasca runtuhnya khilafah terakhir, khilafah Turki Utsmani tahun 1924 Masehi &#8211; belum seratus tahun berlalu &#8211; umat Islam sontak seperti terjatuh ke dalam jurang ketertinggalan dan kehinaan di mata dunia.

Firman Allah Ta&#8217;ala yang artinya: Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia dari mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/anda-lebih-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sikap Kita Kepada Mu&#8217;awiyah Bin Abi Shufyan</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/sikap-kepada-muawiyah-ra/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/sikap-kepada-muawiyah-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 21:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Muawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[
Ustadz, sudah kita ketahui bahwa kita dilarang mencela dan mencemooh (menganggap jelek) prilaku para sahabat nabi karena mereka adalah generasi terbaik dalam Islam. Tapi ketika kita melihat sejarah, maka tidak bisa dipungkiri bahwa pada masa Kekholifahan sahabat Mu&#8217;awiyah bin Abi Shufyan terdapat banyak hal yang tidak sesuai dengan prinsip Islam. Seperti perebutan kekuasaan, politisasi Haditsatut Tahkim dan juga pengangkatan putranya, Yazid bin Mu&#8217;awiyah sebagai PUTRA MAHKOTA. Bagaimana tanggapan Ustadz?

Umumnya setiap kali kita bicara tentang perseteruan para shahabat nabi terutama antara Muawiyah, Ali dan Utsman, aroma yang kita hirup tidak akan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/sikap-kepada-muawiyah-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemurnian Sejarah Pada Zaman Ali ra</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pemurnian-sejarah-ali-ra/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/pemurnian-sejarah-ali-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 21:34:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Muawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Yazid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[

Perang Jamal dimulai apabila Aisyah r.a., Thalhah dan al-Zubair radhiallahu &#8216;anhum beserta orang-orang yang bersama mereka pergi ke Basrah setelah pengangkatan Ali bin Abi Thalib  radhiallahu &#8216;anh menjadi khalifah umat Islam. Tujuan Aisyah ke Basrah untuk menyatukan umat Islam, bukan beperang atau memberontak terhadap Ali radhiallahu &#8216;anh. Pasukan Ali r.a. pun pergi ke Basrah bukan untuk memerangi pasukan Aisyah, tapi untuk bersatu dengan mereka guna menghadapi peristiwa pembunuhan Usman r.a. Jika tujuannya untuk mempersatukan umat Islam, kenapa terjadi peperangan antara pasukan Aisyah dan Ali?

Sebenarnya ada orang-orang yang membunuh Usman ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/pemurnian-sejarah-ali-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fatwa Rebonding</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/fatwa-rebonding/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/fatwa-rebonding/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 21:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[rebonding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=1926</guid>
		<description><![CDATA[
I have seen that some people use       materials to dye their hair different colours, be it black, red, etc., and also using       something else to make curly hair straight. It is permissible to do such things, and does       the ruling apply equally to young and old?


Answer:
There is nothing wrong with changing the hair colour and dyeing it any     colour, except black. There is also nothing wrong with using ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/fatwa-rebonding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umur Aishah r.a. Ketika Menikah</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/umur-aishah-ra-ketika-menikah/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/umur-aishah-ra-ketika-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 21:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Aishah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[Pada awalnya saya tidak begitu tertarik untuk membahas umur Aisha r.a. ketika menikah dengan Rasulullah s.a.w. Bukan isu yang terlalu penting, karena tidak ada hubungan dengan keimanan kita. Tapi lain ceritanya ketika orang-orang mulai terpengaruh dengan propaganda orientalis dan jebakan-jebakan sejarah yang dimanipulasi pihak Syi’ah. Mereka mengatakan hadis ini bertentangan dengan akal, sehingga mereka mentertawakan dan mengejek Islam.

Sehingga ketika ada seorang kyiai yang menikahi seorang gadis kecil, mereka menuduh kyiai ini seorang pedhopolia. Dari mana contohnya ya kata mereka? Dari mana lagi kalau bukan dari Rasulullah s.a.w. Begitulah kira-kira jalan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/umur-aishah-ra-ketika-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diplomasi Rok Mini</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/diplomasi-rok-mini/</link>
		<comments>http://blog.wiemasen.com/diplomasi-rok-mini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 21:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[rok mini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=2892</guid>
		<description><![CDATA[
Ketika  Ketua DPR buka suara tentang tidak dianjurkannya mengenakan rok mini di  lingkungan DPR, serentak komentar pro dan kontra bermunculan. Sebagian  besar menentang dengan alasan mengenakan rok mini adalah hak asasi atau  bentuk kebebasan ekspresi.
Saya mencoba mencerna alasan tersebut. Berpikir apakah mereka yang  menentang adanya pembatasan rok mini di lingkungan DPR dengan vokal,  selama ini juga menentang pembatasan berpakaian yang diterapkan,  termasuk dalam berbagai acara undangan kenegaraan, bahkan acara resmi  swasta sekalipun, “Mohon hadir dengan pakaian resmi, jins dan t-shirt  tidak ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://blog.wiemasen.com/diplomasi-rok-mini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

