Hukum Menggantung Nama Allah dan Muhammad

Sudah menjadi kebiasaan di dalam rumah seorang Muslim untuk menggantung kaligrafi Allah dan Muhammad. Alasannya adalah kaligrafi itu sebagai seni. Namun bagaimakah pandangan ulama-ulama mengenai hal tersebut? Sebagian ulama sangat mencela mereka yang menggantung kaligrafi Muhammad disebelah kaligrafi Allah. Ini seolah-olah menyamakan taraf Muhammad dan Allah adalah sama.
Selain untuk menikmati keindahan kaligrafi tersebut, ada juga yang menggantung dengan tujuan rumah mereka terhindar dari gangguan jin. Nah kalau yang ini sudah menyerempet ke masalah aqidah. Kenapa coba? Karena mereka sudah membuat kaligrafi Allah dan Muhammad sebagai jimat (azimat atau tangkal). Bahaya tuh.
Jadi menurut saya, supaya lebih selamat, janganlah menggantung kaligrafi Allah dan Muhammad, karena dua alasan di atas. Saya sendiri pernah menggantung kaligrafi tersebut. Tapi entah kenapa hati saya merasa tidak enak. Jadinya saya memutuskan untuk tidak memasang kaligrafi Allah/Muhammad. Itu terjadi lama sebelum saya menemukan info ini baru-baru ini.
Popularity: 25% [?]









kaya-a mesti di seleksi dulu tu info-a bang!
Insya Allah, info yang saya dapatkan itu benar. Sebenar masuk akal juga kalau sebagian ulama mencela dengan keras menggantung tulisan Allah dan Muhammad saling bersebelahan. Karena menunjukkan seolah-olah Allah SWT dan Muhammad saw berada pada tahap yang sama.
Ulama pane manteng nyan bang?
pu jameun Nabi kana perkara nyoe?
Ulama nyang bermanhaj salaf. Jameun Nabi saw dan para sahabat, hana meugantong kaligrafi Allah dan Muhammad.
Jadi, bagaimana dengan di mesjid-mesjid sekedar kaligrafi untuk memperindah mesjid?
Aulia, kalau sekedar kaligrafi tidak ada masalahlah. Tapi kalau misalnya kaligrafi itu diharapkan untuk menghalangi syetan masuk rumah atau mesjid, maka pada saat itulah kaligrafi berubah menjadi jimat, walaupun isinya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Ini permasalahannya. Jadi tergantung dari niat juga. Cuma kadang-kadang niat awalnya bagus, tapi suatu waktu mungkin terbetik juga dalam hati kalau ada kaligrafi Allah dan Muhammad, maka syetan tidak akan masuk ke rumah. Ini sudah menyentuh masalah aqidah.
Apalagi jika menggantung lafal Allah dan Muhammad itu disejarkan. hati hati karena hal tersebut dapat masuk ke perbuatan syirik. mensejajarkan Allah dan makhluknya
Asalamualaikum Wr Wb..
Menurut saya berlebihan deh bang klo masang kaligrafi Allah – Rasulullah SAW bersebelahan dbilang mensejajarkan.. Semua Muslim juga tau klo kedudukan Allah amat jauh lbh tinggi dri Rasulullah SAW.. Lagipula biasanya kaligrafi Allah dipasang d sblh kanan, sesuai awal tipografi Arab yg mulai dr kanan ke kiri, jd posisi Allah ttep lbih dulu.. Klo msh kurang sreg, bisa juga kaligrafi Rasulullah dbuat lbh kecil, jd ttp Allah yg dominan.. Sbnrnya menggunakan kaligrafi atw tdk, kembali ke masing2 individu, yang pnting sholat ttp khushuk dan dtujukan semata hanya untuk Allah SWT.. Kalo memasang tulisan Allah SWT dan Rasulullah untuk menolak jin.. Memang tdk masuk akal dan logika, sya setuju sekali.. Tkutnya jstru menanggap sakti tulisan tsbt.. Jd mensaktikan kebendaan deh.. Kecuali memasang kaligrafi Allah dan Rasulullah SAW sebagai bentuk kecintaan, seperti anak2 jaman skrg memasang poster band idolanya.. Juga sebgai media agar kita selalu mengingat Allah..
Maaf bila ada kata2 sya yg kurang berkenan, bukn brmksud sok tahu, Hnya berpendapat.. Wassalamualaikum Wr.Wb
@Nebula: wa’alaikumsalam. Inilah yang namanya kehati-hatian dalam aqidah. Perkara yang tidak ketahui kepastiannya, lebih baik kita tinggalkan saja.
Leave your response!
Follow wiemasen.com on Facebook
Promote Your Page Too
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Calender
Categories
Berita
Blog Kawan Kita
Blog Menarik
Download Site
Forum
Link Dakwah
Link Menarik
Meta
Waktu Sholat
Bendera Pengunjung
Negara Pengunjung
Lokasi Pengunjung
Artikel Populer
Most Commented
Tags