Kehancuran Yahudi : Kajian Kritis Ayat-Ayat Al Qur’an

Berbicara tentang Yahudi, sama saja dengan membicarakan tingkah polah suatu kaum yang tidak akan pernah habis-habisnya. Kelakuan kaum Yahudi bukan hanya sekedar suatu kebetulan. Kelakuan mereka yang cenderung meremehkan kaum lain yang ada di sekitar mereka, sudah sering terjadi sejak dulunya, bahkan di dunia Islam sepak terjang kaum hina ini dicatat dalam surat tersendiri di dalam Al-Qur’an, yaitu Surat Bani Israil (Al-Israa’, surat ke-17).
Seperti apakah sebenarnya bangsa Yahudi itu? Lalu apakah bangsa yang telah ditakdirkan menjadi bangsa yang cerdik itu akan terus menguasai dunia? Bagaimana dengan kaum muslimin? Tulisan berikut akan mengulas masa lalu dan masa depan kaum tersebut, tentu saja dengan sudut pandang Al-Islam.
YAHUDI, BANGSA YANG DILAKNAT ALLAH SWT
Sejak berlangsungnya diaspora (bercerainya kaum Yahudi ke seluruh penjuru dunia), mereka telah menjalani babakan sejarah yang amat pekat. Mereka bertebaran di muka bumi, hidup hanya mengandalkan belas kasihan bangsa-bangsa lain. Mereka tinggal di perkampungan tertutup yang dinamai ghetto. Akan tetapi mereka termasuk bangsa yang tidak tahu membalas budi, sehingga bangsa-bangsa yang menerima kehadirannya merasa gundah dan terancam. Keadaan tersebut membuahkan perasaan anti Yahudi yang menjalar ke seluruh penjuru dunia. Pengusiran, pengejaran, teror, dan pembunuhan menjadi warna hidup sehari-hari Yahudi. Kita mencatatnya, bagaimana di bawah kekuasaan Nebuchadznezar misalnya, bangsa Babilonia menumpas habis setiap orang Yahudi di wilayahnya. Begitu pula kejadian yang menimpa mereka pada abad VII M, yaitu ketika Romawi menggulung orang-orang Yahudi di atas bumi Romawi.
Untunglah, dengan munculnya Kekhilafahan Islam, eksistensi mereka terselamatkan (karena semua negara sudah memusuhi mereka) untuk sementara. Namun keadaan tersebut tidak berarti sikap, tabiat, dan sifat-sifat yang mejadi ciri khas bangsa Yahudi sejak dahulu hilang (berubah). Malah dengan terang-terangan mereka menyebarkan intrik politik dan sosial, keresahan ekonomi, dan berbagai macam racun masyarakat ke tengah-tengah kaum muslimin.
Persekongkolan Yahudi dengan para Imperialis Barat dan permusuhannya terhadap kaum muslimin berlanjut sepanjang sejarah, tidak pernah patah di tengah jalan, apalagi berhenti. Di awal abad ini bersama-sama kekuatan lain yang memusuhi Islam, mereka berjaya menggulingkan Kekhilafahan Islam di Istanbul, negara yang sebelumnya melindungi mereka dari kematian dan kepunahannya.
Kejadian yang paling tragis yang menimpa mereka adalah, pembantaian menjelang Perang Dunia II terhadap lebih dari enam juta orang Yahudi di Jerman oleh Nazi Jerman di bawah kekejaman Hitler. Memang tidak ada satu bangsapun di dunia ini mengalami penderitaan begitu lama dan penghinaan yang menginjak-injak martabat mereka sebagai manusia (penyiksaan yang teramat kejam) selain bangsa Yahudi. Tetapi pada dasarnya, perlakuan yang tidak simpatik dan tindakan lainnya yang dilakukan oleh setiap bangsa terhadap mereka tidak lain adalah merupakan akibat ulah mereka. Merekalah kaum yang berani mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu fakir dan kami adalah kaum yang kaya” (QS. Ali Imran 181) dan, “Tangan Allah itu terbelenggu (kikir)” (QS. Al Maidah 64). Begitu murkanya Allah kepada mereka sehingga sebagian dari mereka dikutuk menjadi babi dan kera, sesuai firman Allah SWT:
“…yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi…” (QS. Al Maidah 60, lihat pula QS. Al Baqarah 65). Mahabenar Allah SWT dengan segala firmanNya:
“Maka, Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan (melaknat dan mengutuk mereka) disebabkan mereka melanggar perjanjian itu dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar” (QS.An Nisaa’ 155)
“…lalu ditimpakanlah kepada mereka (kaum Yahudi) nista dan kehinaan, serta mereka mendapatkan kemurkaan dari Allah. Hal itu terjadi karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar…” (QS. Al Baqarah 61).
Kehinaanpun akan meliputi mereka dimana-mana, firman Allah SWT:
“Mereka diliputi kehinaan dimana saja mereka berada,…dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah…” (QS. Ali Imran 112).
Kecuali bagi mereka yang kemudian masuk Islam dan memegang janji:
“…kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia…” (QS. Ali Imran 112).
KEPASTIAN PUNAHNYA BANGSA YAHUDI
Tidaklah berlebihan kiranya apabila mereka dijadikan lakon dalam sejarah peradaban manusia. Bahkan Al Qur’an pun memberikan nama salah satu suratnya dengan surat Bani Israil (Al Israa’), surat ke-17, karena peran dan kedudukan mereka dalam sejarah manusia. Surat itu juga yang kemudian menegaskan kehancuran atas kesombongan mereka. Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya kamu (Bani Israil) akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kamu pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila datang saat hukuman kejahatan yang pertama dari kejahatan itu, Kami mendatangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar masuk kampung ke seluruh negeri. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana” (QS. Al Israa’ 4-5).
Bila kita perhatikan ayat di atas yang membahas tentang pengrusakan yang dilakukan oleh orang Yahudi, maka muncul pertanyaan: apakah mereka sudah melakukannya (sebelum ayat-ayat tersebut turun) atau belum? Perlu diketahui bahwa ayat tersebut turunnya di Makkah, jauh sebelum kaum muslimin mempunyai kekuasaan dan kekuatan di Madinah.
Menurut catatan sejarah, bangsa Yahudi telah berkali-kali mengalami kehancuran sebelum datangnya Islam dan sebelum turunnya ayat-ayat di atas. Mereka pernah menelan pil pahit yang nyaris merenggut keberadaan bangsa Yahudi di masa peradaban Babilonia dan Romawi (seperti yang telah disampaikan di alinea sebelumnya), begitu pula yang dilakukan bangsa-bangsa lain sebelum Islam datang. Bukan hal yang perlu dipungkiri jika kesombongan dan kerusakan yang lebih besar lagi akan mereka ulangi di masa yang akan datang sampai akhirnya Allah SWT akan melenyapkan mereka dari permukaan bumi ini.
Apabila kita mendalami ayat-ayat tersebut di atas dengan cermat (dengan menggunakan kaidah Bahasa Arab), akan kita temukan bahwa kata tufsidunna dan ta’lunna merupakan bentukan fi’il mudhari’ (kata kerja yang berlaku untuk masa akan datang (pasti terjadi) atau sekarang), sedangkan ‘lam’ di awal kedua kata tersebut memastikan bahwa kata tersebut merupakan bentuk karta kerja akan datang (future) bukan sekarang (present). Dengan demikian, makna lafadz latufsidunna berarti ‘kamu pasti akan melakukan kerusakan’ dan lafadz lata’lunna berarti ‘kamu pasti akan melakukan kesombongan’. Lafadz ‘latufsidunna’ diberi penjelasan bahwa akan terjadi dua kali, sedangkan ‘lata’lunna’ mendapat penegasan dengan lafadz ‘ulluwan’ yaitu suatu kesombongan yang bersifat kabiiran (besar) dan ditambah lafadz ‘kabiiran’ itu sendiri; berarti kesombongan yang sangat besar. Kemudian ayat berikutnya disambung dengan lafadz ‘idzaa’ yang berarti ‘apabila’ dan ‘fa’ sebelumnya yang merupakan penghubung yang menunjukkan suatu kejadian yang terjadi segera setelah keadaan sebelumnya terpenuhi.
Dari pengertian bahasa, maka kita fahami bahwasanya bangsa Yahudi melakukan kerusakan yang pertama setelah ayat tersebut turun. Kemudian disusul dengan penghancuran yang menimpa mereka tanpa menunggu waktu yang lebih lama (sesuai dengan kata hubung ‘fa’ tadi). Allah SWT melanjutkan firmanNya:
Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar-masuk kampung di seluruh negeri” (QS. Al Israa’ 5).
Lafadz ‘ibaadan lanaa’ yang berarti hamba-hamba Kami, merupakan suatu kehormatan bagi orang-orang tersebut yang akan menghancurkan hegemoni Yahudi. Siapakah sesungguhnya yang dimaksud hamba-hamba Kami? Tidak lain adalah kaum mu’minin, sekelompok kaum yang pantas mendapat predikat ‘ibaadan lanaa’, sebagaimana pernyataan ayat:
Dan hamba-hamba Ar Rahmaan yang berjalan di muka bumi, (memiliki sifat) rendah hati dan apabila mereka ditegur sapa oleh orang-orang jahil, mereka mengucapkan selamat (salam)” (QS. Al Furqon 63).
Katakanlah hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS. Az Zumar 53).
Mahasuci Allah yang telah menjalankan hambaNya…” (QS. Al Israa’ 1).
Sudah barang tentu gelar kehormatan dan kemuliaan yang diberikan Allah SWT tersebut tidak sesuai dengan sifat-sifat bangsa Babilonia atau Romawi yang pernah menghancurkan bangsa Yahudi sebelumnya. Penghormatan dan kemuliaan itu lebih berhak disandang oleh Rasulullah SAW beserta para sahabatnya yang hijrah ke Madinah, negeri tempat kekuasaan, politik, dan ekonomi bangsa Yahudi waktu itu. Tak aneh apabila Rasulullah SAW pertama kali sampai di Madinah langsung menyusun resolusi dan perjanjian politik antara kaum muslimin dengan bangsa Yahudi.
Tetapi bangsa, yang telah mendapat laknat Allah, itu telah melanggar dan merusak perjanjian yang sebelumnya mereka sepakati. Oleh karena itu, Allah SWT mendatangkan kepada mereka hamba-hambaNya (kaum mu’minin) yang mempunyai kekuatan besar, lalu mencari Yahudi keluar masuk kampung ke seluruh pelosok negeri. Berakhirlah kedigjayaan, kepongahan, dan kekuasaan bangsa Yahudi di Madinah, Khaibar, dan kawasan Taima. Bahkan tidak kepalang tanggung, hancurlah seluruh pengaruh dan impian mereka untuk bercokol di bumi Arab. Maha benar Allah SWT dengan firmanNya:
Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir dari ahli kitab itu dari negeri-negeri mereka pada waktu pengusiran yang pertama kali. Kamu tiada menyangka bahwa mereka akan keluar, dan merekapun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan mampu mempertahankan mereka dari hukuman Allah…” (QS. Al Hasyr 2).
KAPAN KEHANCURAN YAHUDI YANG TERAKHIR ?
Pengusiran dan kehancuran Yahudi yang pertama mengakibatkan tersebarnya koloni-koloni mereka ke seluruh penjuru (diaspora) di masa Rasulullah SAW beserta sahabatnya masih hidup. Inilah rahasia lafadz terakhir ayat tadi (Al Israa’ 5), yaitu wa kaana wa dan maf’uulaa yang berarti ‘dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana’. Ayat berikutnya menggambarkan babakan kedua dari kesombongan dan kepongahan mereka:
Kemudian kami berikan giliran padamu untuk mengalahkan mereka kembali, dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak (keturunan), dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar” (QS. Al Israa’ 6).
Ayat ini mengisyaratkan bahwasanya Allah SWT akan memberikan giliran kepada bangsa Yahudi untuk mengalahkan “mereka”. “Mereka” pada ayat ini berhubungan erat dengan ayat sebelumnya, yaitu orang yang pernah mengusir dan mengejar Yahudi keluar masuk kampung di seluruh negeri. Ayat ini diawali dengan lafadz tsumma yang berfungsi sebagai kata penghubung, yang menghubungkan kejadian pertama dan kejadian kedua dengan memberikan jeda (waktu atau kurun) yang agak lama. Berbeda dengan lafadz fa.
Mahabenar Allah SWT yang menunjukkan kepada kita saat ini Kebesaran dan KeagunganNya dengan mengukir kemenangan bangsa Yahudi atas kaum muslimin. Bangsa Yahudi berhasil membalas sakit hatinya dengan menduduki kembali negeri-negeri Syam dan Palestina, serta mengalahkan pengaruh kaum muslimin di wilayah itu.
Pada ayat di atas tercantum lafadz ‘al karrata’, yang dapat diartikan pula dengan ‘kekuasaan’, disambung dengan ‘dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak (keturunan), dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar’. Kebenaran ayat ini juga tak perlu disangsikan lagi, dengan melimpahnya bantuan ekonomi maupun politik terhadap bangsa Yahudi Israel serta dengan mengalirderasnya arus imigran Yahudi dari segala penjuru dunia ke bumi Palestina, tanpa bisa dicegah lagi oleh kaum muslimin. Kekuatan ekonomi dan militer Barat hampir seluruhnya berdiri di belakang Yahudi, sebagai konsekuensi bagi mereka yang telah melahirkan negara Israel pada tahun 1948. Karenanya, kesombongan dan kepongahan mereka pun meningkat, sesuai dengan derajat kesombongan kedua yang dilukiskan dalam Al Qur’an. Sejarah modern pun mencatat lembaran hitam kaum muslimin akibat ulah bangsa Yahudi, sebagaimana dipaparkan di bawah.
Tanpa mengindahkan kekhawatiran dunia, bangsa Yahudi melompati batas-batas wilayahnya, menduduki kawasan lain yang dapat memeliharanya dari bencana dan kemarahan orang-orang Arab (baca: kaum muslimin), melakukan teror dan pembunuhan, perburuan dan penyiksaan yang belum pernah ditemui dalam sejarah kekejian manusia. Berapa banyak anak-anak kaum muslimin menjadi yatim piatu, wanita yang menjadi janda, orang tua kehilangan anak-anaknya, wanita yang direnggut kehormatannya, rumah-rumah milik kaum muslimin yang dihancurkan, tanah penduduk yang dirampas, tanpa ada balas budi atas kebaikan kaum muslimin di masa lampau terhadap mereka (di masa Kekhilafahan Turki Utsmani bangsa Yahudi kebanyakan menjadi Ahludz Dzimmah*)). Malahan dengan biadab mereka merusak dan membakar Masjidil Aqsha (tahun 1969), merobek-robek Kitab Suci Al Qur’an, dan membunuh jama’ah yang sedang melakukan shalat. Kalaulah kita ingin mencatat kebiadaban mereka, maka akan masih banyak lagi daftar panjang kebiadaban bangsa Yahudi terhadap kaum muslimin.
Benar, bahwasanya perbuatan biadab dan kekejian yang mereka lakukan, sesungguhnya hanyalah akan mempercepat datangnya siksaan dan hukuman Allah SWT sebagaimana yang telah dijanjikan dalam Al Qur’an:
Dan apabila tiba saatnya hukuman bagi (kejahatan) yang kedua. (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-mukamu (Bani Israil), dan untuk memasuki masjid sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali yang pertama, dan untuk membinasakan habis-habisan apa saja yang mereka kuasai.” (QS. Al Israa’ 7).
Dalam ayat ini Allah SWT telah memastikan akan lenyapnya bangsa Yahudi dari permukaan bumi ini. Seperti ayat ke-5, Al Qur’an kembali menggunakan lafadz ‘fa’ bukan ‘tsumma’. ‘Fa’ menunjukkan ‘athaf’ yang berarti segera akan terjadi (bersusulan) begitu keadaan sebelumnya telah terpenuhi (terjadi).
Mahasuci Allah yang memberitahukan kepada kaum muslimin bahwasanya kita akan memasuki Masjidil Aqsha, sebagaimana dahulu (di masa pemerintahan Umar bin Khaththab RA yang menaklukan bumi Palestina). Lafadz ‘wa liyutabbiruu’ berarti kita (kaum muslimin) akan menghancurleburkan apa saja yang berembel-embelkan Yahudi. Dengan teramat indah, ayat tadi menjanjikan tentang kedua kejadian. Peristiwa pertama, telah dilakukan oleh pasukan kaum muslimin yang dipimpin Abu Ubaidah bin Jarrah RA. Sedangkan peristiwa kedua adalah penaklukan terakhir yang akan meluluhlantakkan bangsa Yahudi sampai kedasar-dasarnya tanpa sisa dengan kemenangan kaum muslimin yang gilang-gemilang.
Pada saat kehancuran Yahudi pertama kali, kaum muslimin sedang berada dalam keadaan yang dilukiskan oleh Al Qur’an sebagai ‘hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar’. Dengan demikian, maka lafadz ‘sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali yang pertama’, memiliki relevansi (hubungan) yang amat kuat dengan keadaan yang pernah terjadi sebelumnya. Dengan kata lain, kaum muslimin baru akan menghancurkan Yahudi pada kali yang kedua setelah memiliki kekuatan, setidak-tidaknya menyamai kekuatan dan kekuasaan kaum muslimin di masa sahabat RA.
Lalu, muncul dalam pikiran kita, apakah saat ini kaum muslimin mempunyai kekuatan? Kaum muslimin yang mana yang akan melakukannya? Apakah penguasa-penguasa kaum muslimin saat ini, yang menguasai negeri-negeri kaum muslimin, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang akan menghancurkan kepongahan Yahudi? Jawabnya tentu saja tidak.
Memang kaum muslimin saat ini memiliki bilangan jumlah yang teramat besar, tetapi mereka ibarat macan kehilangan taringnya, ibarat sleeping giants, ibarat buih yang mengapung dan terombang-ambing di lautan. Dan para penguasanya duduk di atas buih-buih tadi dan diam dalam kelezatan dunia, mereka membiarkan saja kekejaman yang dilakukan Yahudi atas sesama saudara seaqidah mereka di Palestina, walaupun itu dilakukan di depan hidung mereka. Malah mereka menjerumuskan diri, rakyat, serta negeri mereka di bawah telapak kaki bangsa Yahudi.
Ayat Al Qur’an di atas juga menjanjikan bahwa yang akan mengalahkan bangsa Yahudi (berdasarkan relevansi tadi) adalah ‘ibadan lanaa’ yang memiliki sifat-sifat mulia. Sekarang, apakah kaum muslimin saat ini beserta para penguasanya telah memiliki sifat-sifat sebagaimana yang digambarkan dalam Al Qur’an? Anda semua bisa menjawabnya. Kenyataannya saat ini, sebagian besar umat hanyut dalam pesta pora. Gaya hidup pria-wanitanya yang nista. Apakah dari perempuan-perempuan liar seperti itu akan lahir generasi mujtahid dan mujahid yang kemudian akan menegakkan Islam?
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwasanya kaum muslimin yang memiliki sifat-sifat mulia-lah yang akan mengalahkan bangsa Yahudi, dan mereka akan memperoleh kemenangan di bawah kekuasaan, kekuatan, dan naungan Daulah Islamiyyah (Khilafatan Raasyidatan alaa min haajin Nubuwah) yaitu Khilafah yang menerapkan Syari’at Islam secara keseluruhan. Hanya Daulah Islam yang menerapkan Syari’at Islam secara totalitas inilah, tentunya dengan izin Allah SWT, yang akan menghancurkan eksistensi bangsa Yahudi.
Pada akhir surat Al Israa’ terdapat ayat yang berhubungan dengan janji Allah ini:
Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil: ‘Diamlah kamu di negeri ini’. Maka apabila telah datang janji terakhir, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur.” (QS. Al Israa’ 104).
Lafadz ‘wa’dul akhirah’ yaitu ‘janji terakhir’ mengacu pada janji Allah tentang musnahnya bangsa Yahudi pada kehancurannya yang kedua pada ayat ke-7 surat yang sama. Lafadz ‘faa’ di akhir ayat di atas (QS. 17:104) berarti berkelompok-kelompok dan bercampur-baur. Ini melukiskan realita saat ini, tatkala imigran-imigran Yahudi dari segala penjuru dunia memasuki wilayah Palestina (terutama imigran Yahudi dari Rusia).
Kejadian demi kejadian berlalu, semakin hari semakin menambah dan mempertebal keyakinan kita akan datangnya kemenangan itu. Namun untuk mempercepat apa yang telah dijanjikan Allah SWT kepada kaum muslimin, maka hendaknya kita berhenti sejenak untuk berintrospeksi diri dengan tingkah polah kita, untuk merenungkan sejauh mana kita sebagai kaum muslimin telah berusaha mendekat menuju gambaran sifat-sifat ‘ibadan lanaa’. Lebih penting dari itu adalah sejauh mana kepedulian kita untuk membangkitkan umat ini dan sekaligus merubahnya menjadi suatu kekuatan yang maha dahsyat? Inilah salah satu syarat untuk mewujudkan kemenangan yang pasti diraih kaum muslimin. Kiranya sabda Rasulullah SAW perlu kita renungkan:
Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi. Kemudian mereka akan diperangi oleh kaum muslimin sehingga batu dan pohon sampai berkata: ‘Hai kaum muslimin, wahai hamba Allah, inilah seorang Yahudi tersembunyi di belakangku, datangilah dan bunuhlah”. (Seluruh alam akan berkata begitu), kecuali pohon Al Gharghad. Sebab, sesungguhnya ia (pohon itu) tergolong pohon (simpatisan) kaum Yahudi” (HR. Bukhari & Muslim).
HARAPAN BERADA PADA PUNDAK GENERASI INI
Kaum muslimin saat ini hidup pada kurun sejarah sebelum hari kiamat. Sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya, pada masa itu akan terjadi serangkaian peristiwa yang akan menimpa bangsa Yahudi akibat kebengisan dan kesombongan yang telah mereka lakukan sebelumnya. Mereka adalah satu-satunya bangsa yang telah berani membunuh para Nabi dan Rasul serta mencela Allah SWT. Merekalah satu-satunya umat yang dikutuk Allah SWT dengan menjadikannya babi dan kera. Mereka jugalah satu-satunya umat yang diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, merasakan pahit getirnya penderitaan yang teramat hebat. Itulah siksa dan azab yang menimpa mereka pada masa lalu. Mereka seolah-olah menjadi satu bangsa yang telah ditakdirkan untuk menderita, karena kekejaman yang mereka lakukan terhadap para nabi dan kaum muslimin melampaui batas-batas yang dilakukan golongan manusia lainnya. Pada golongan agama lain selain Yahudi, walaupun mereka juga tidak ingin melihat Islam tumbuh dan berkembang (QS. Al Baqarah 120), tapi mereka tidaklah sebiadab bangsa Yahudi dalam membenci Islam. Bahkan sejarah mencatat, bahwa yang mempunyai rencana untuk menyalib Isa AS dan kemudian menyalib orang yang diserupakan Allah dengan Isa AS (QS. An Nisaa’ 157) adalah bangsa Yahudi juga. Kemurkaan Allah SWT terhadap mereka tersurat dengan jelas dalam Al Qur’an:
Dan ingatlah ketika Rabbmu memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia pasti mengirim kepada mereka (kaum Yahudi) sampai hari kiamat, orang-orang yang akan menimpakan adzab kepada mereka dengan yang seburuk-buruknya” (QS. Al A’raaf 167).
Serangkaian ayat-ayat dan hadits yang diungkapkan di atas mengisyaratkan bahwa negara Israel yang dikuasai Yahudi tidak akan lama lagi usianya. Negara itu akan hilang dari peta dunia, dan kepunahannya merupakan hal yang pasti, walaupun seluruh kekuatan di muka bumi memberikan kepada mereka ramuan panjang umur untuk mempertahankan eksistensinya. Namun kemusnahan bangsa Yahudi tidak bisa diwujudkan hanya dengan do’a saja, atau hanya dengan tafsir terhadap ayat-ayat dan hadits yang berkaitan dengan hal itu.
Aqidah Islam tidak mengajarkan keyakinan seperti itu. Sedang Rasulullah SAW sendiripun yang dijanjikan kemenangannya tidak berpangku tangan dan berdo’a saja dalam memerangi kaum kafir. Beliau bahkan harus mengorbankan harta, air mata, darah, bahkan nyawa kaum muslimin. Generasi muslimin pada masa dahulu bahu-membahu menyusun kekuatan, menggalang persatuan, memproklamirkan suatu kekuatan baru yang siap mengorbankan aspek-aspek materi/fisik untuk mencapai tujuan menegakkan kalimat Allah SWT serta hidup secara Islam di bawah naungan Syari’at Islam yang agung. Mereka berhasil memperoleh kemenangan tatkala mereka mengikatkan diri mereka di jalan Allah, dan akan menderita kekalahan dan kehinaan tatkala melanggar jalan Allah SWT.
Kini, saat umat Islam menghadapi berbagai krisis yang menentukan hidup dan matinya, sedang mengalami ujian yang tiada tolok bandingnya. Membanjirnya musuh-musuh Islam yang menghanyutkan sendi-sendi Syari’at dan masyarakat Islam, yang menyisakan kotoran dan lumpur kesesatan dan kemunafikan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat dan hukum pemerintahan, dan mengibarkan berbagai bendera kekafiran, serta berdirinya berbagai bentuk negara. Musuh-musuh Islam itu ada yang menyamar menjadi kaum muslimin dan menyerang dari dalam dan menggerogoti umat dengan merusak sendi-sendi syari’at yang telah qath’i nashnya. Para penguasanya hanya diam, buta dan tuli terhadap kejahatan dan kesewenangan yang berada di hadapan mereka. Sedang umat telah tenggelam di majelis-majelis para Darwisy, berdo’a dan asyik memohon kepada Allah SWT agar banjir kesesatan dan kekafiran yang melanda umat segera berlalu.
Setelah sekian lama umat hanyut diombang-ambing dalam ketidakpastian, sekaranglah saatnya untuk membangun kembali puing-puing yang telah hancur dilanda air bah, menyusun kekuatan, merapikan barisan, memperindah bangunan peradaban Islam dengan sifat-sifat mulia, berdo’a, dan bertawakkal. Hanya dengan jalan itu, pastilah kemenangan itu akan dengan cepat dan mudah diraih, insyaAllah. Tinggallah sekarang, apakah umat ini mau melakukan pilihan yang justru akan menentukan hidup mati mereka? Juga, apakah umat saat ini mau membangun dan merancang kembali bangunan Islam yang dulu pernah tegak? Atau, malah umat akan turut hanyut bersama air bah kesesatan dan kekafiran? Mahabenar Allah SWT dengan segala firmanNya:
Maka bersabarlah kamu. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, dan janganlah sekali-kali orang yang tidak meyakini ayat-ayat Allah itu berhasil menakut-nakuti kamu.” (QS. Ar Ruum 60).
Sumber: http://get.to/al_ummah
Artikel Mengenai Palestina Lainnya
Armageddon Versi Israel dan Amerika
Perseteruan Abadi Israel vs Palestina Demi Historical Right
Palestina Tanah Wakaf Umat Islam yang Terampas
Keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi Dalam Perang Salib
Popularity: 87% [?]









[...] sumber : blog.wiemasen.com [...]
coba anda membaca kajian ilmu yang pada prinsipnya menceriterakan sejarah keberadaan yahudi berdasarkan sumber kristiani. anda pasti akan menemukan jawabannya…….. kajian diatas hanya melihat dari bentuk moral umat israel yang di Hukum oleh Allah tappi tidak melihat perjalanan umat israel.
1. keluarnya bangsa israel dari penindasan di Mesir.
2. menang atas peperangan di medan perang
3. hukuman Allah atas israel
4. janji berkat atas israel
5. israel adalah bangsa yang terpilih
jadi demikian artinya bahwa israel bisa di hukum Allah tapi janji Tuhan tidak pernah berubah akan memulihkan bangsa israel dari ketertindasan. pastikan anda membaca referensi tersebut diatas berdasarkan kajian teoritis-teologis. Amin
Than Yesus memberkati anda, dengan demikian pola pikir yang seperti itu akan terubah.
Anda punya versi Kristen, sedangkan kami juga mempunyai versi Islam. Anda tidak bisa merubah pola pikir saya, begitu juga saya tidak bisa merubah pikiran anda agar percaya dengan versi kami. Mana yang benar? Tergantung siapa yang bertanya. Menurut kami, versi Islam lah yang benar, karena Islam adalah agama yang benar menurut kami. Menurut anda, mungkin versi Kristen yang benar.
bagi kalian(umat nasorroh)yang memuliakan n mnjunjung tinggi bani israel smg kalian dapat hidup brsama dajjal.di al jahim.amin….
sesungguhya alangkah mulianya jika kalian( kaum bani israel n kaum nasorroh)mematuhi apa yg di perintahkan oleh allah swt terdahulu.
tetapi sekarang terlambatlah sudah kalian saat ini.
Nabi Isa As tak akan mngakuimu( kaum nasrani )kelak di padang mahsyar sbagai pngikutnya.tetapi ISA As akan mnjadi pngikut NABI MUHAMMAD SAW kelak.
begitu juga kasum bani israel. nabi MUSA tak akan mengakui pengikutnya(bani israel). karena Nabi musa jg akan mnjadi pengikut NABI MUHAMMAD SAW.smg rahmat n hidayah tercurahkan bagi kalian smua. dan cahaya nur muhammad mnjdi penerang jalan mnuju keabadian d akherat kelak.
……….ALLAHUMMASHOLLIALAaMUHAMMAD……..
Satu-satunya cara menghentikan serangan Israel adalah negeri2 muslim mengirim pasukannya untuk menyerang balik pasukan Israel, kalau mereka tidak mau berarti telah berkhianat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya karena berdiam diri melihat sodaranya seaqidah dibantai bangsa kera Yahudi padahal mereka punya kemampuan. Inilah yang diajarkan Rasulullah SAW dan diwajibkan oleh Allah SWT kalau Al-Qur’an menjadi pedoman kita. Itu penyelesaian untuk detik ini, untuk detik berikutnya angkat seorang imam atau khalifah untuk menyatukan kaum muslimin seluruh dunia, dengan itu setiap muslim fardhu a’in taat kepada perintah imam. Saat ini belum ada yang wajib ditaati sehingga tercerai berai ….akhirnya ….terhina.
hamas pasti menang, lakum dinukum waliyadin
GET UP STAND UP…..
GET UP FOR YOUR RIGHT….
GET UP STAND UP…..
DONT GIVE UP THE FIGHT…..
DONT GIVE UP PALESTINA…..!!!
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM………!!!!
israel mati aja lo
mungkin kalo Injil yang dipakai kristen sekarang adalah injil asli, bolehlah kita kaji, karena yang pastinya injil juga mengajarkan kebenaran..
tapi masalahnya injil sekarang yang dipakai kristen adalah injil palsu dengan banyak perjanjian dan ketentuan yang dibuat-buat manusia.. jadinya isinya adalah rekayasa penjahat (pendeta) belaka untuk kepentingan sepihak.
tapi kenapa ya kaum nasrani sekarang begitu akrab dengan kau yahudi (israel)?? padahal yang menyalib yesus mereka adalah kaum yahudi.. apa nasrani para pengecut atau…. heheheh
injil merupakan kitab yang benar tetapi sementara alquran mencaplok segala yang ada d kitab injil dan merubanya dan dilakukan oleh muhmmaaaad
Injil sekarang benar?? Dr mana loe tau,, dlm Islam tdk ada istilah mrubah atau mnambah atau mgurangi isi kitab suci nya tp bagaimana dgn Kristen?? Kalo udh di rubah2 itu b’arti bukan kitab asli tp palsu. Sbgai cnth, dlm Injil pjanjian lama (skrg) seorang pria di haruskan sunat/khitan tp knapa dlm pjanjian bru jd haram kalo pria itu sunat. Kok bsa beda2 gitu siy injil kalean?? Udh palsu tuh,
no flame sdr. ades, please read again your bible.
smoga Allah SWT mengampunimu, amin
Dan apabila tiba saatnya hukuman bagi (kejahatan) yang kedua. (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-mukamu (Bani Israil), dan untuk memasuki masjid sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali yang pertama, dan untuk membinasakan habis-habisan apa saja yang mereka kuasai.” (QS. Al Israa’ 7)
Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi. Kemudian mereka akan diperangi oleh kaum muslimin sehingga batu dan pohon sampai berkata: ‘Hai kaum muslimin, wahai hamba Allah, inilah seorang Yahudi tersembunyi di belakangku, datangilah dan bunuhlah”. (Seluruh alam akan berkata begitu), kecuali pohon Al Gharghad. Sebab, sesungguhnya ia (pohon itu) tergolong pohon (simpatisan) kaum Yahudi” (HR. Bukhari & Muslim )
Perseteruan antara kaum yahudi dan kaum muslimin tidak akan selesai sampai menjelang hari kiamat dan akan dimenangkan oleh kaum muslimin dengan membantai habis-habisan kaum yahudi laknatullohi alaih seperti keterangan diatas.
Kemudian pada QS Al Israa 7 “merujuk penaklukan pada kali yang pertama” sesuai QS Al Israa 5, maka yang akan membantai kaum yahudi laknatullohi alaih adalah hamba-hamba Alloh yang memiliki kekuatan yang amat besar.
Sekarang kaum muslimin memiliki jumlah yang besar (ini adalah potensi) namun memiliki kekuatan yang kecil karena lemah secara kualitas sehingga tidak punya gigi dimata dunia international bandingkan dengan yahudi yang hanya berjumlah 1,5 juta diseluruh dunia tetapi memiliki lobi yang sangat kuat didunia internatsional, pun demikian belum adanya ukhuwah islamiyah yang kokoh antar harakah islamiyah, ini yang menjadi PR kita semua kaum muslimin yang mendambakan terwujudnya Daulah Al Islamiyah (Khilafah Al Islamiyah).
Rosululloh memang telah mengabarkan bahwa pada akhirnya akan terbentuk khilafah ala minhaji nubuwah setelah melewati fase mulkan adhon dan mulkan jabariyan, dan indikasi tersebut memang sudah nampak dengan adanya krisis global (hancurnya kapitalis) dan sebelumnya komunis juga hancur, sehingga syariat Islam menawarkan sebuah alternatif. Bahkan dibeberapa negara non muslim pun sudah mengadopsi konsep syariah seperti di Australi, Inggris , bahkan Amerika sudah mulai bermunculan PerBANKkan dengan berbasis syariah. Tinggal SDM kita harus terus meningkatkan kualitas dan memainkan perananya secara profesinal agar diperhitungkan di mata dunia internasional. Kemudian bukan jamannya lagi kita selalu memperdebatkan masalah khilafiyah (furuiyah) yang bisa menjadi pemicu perpecahan umat (antar harakah islamiyah) tetapi kita harus sudah berfikir kedepan mempersatukan umat untuk menciptakan Khilafah al Islamiyah ala minhaji nubuwah.
Khilafah Al Islamiyah terbentuk dari Daulah Al Islamiyah, Daulah Islamiyah terbentuk dari Biah Al Islamiyah, Biah Al Islamiyah terbentuk dari Ailiyah Al Islamiyah, Ailiyah Al Islamiyah terbentuk dari pribadi-pribadi yang islami, untuk itu marilah kita tingkatkan (kita upgrade) keislaman kita masing-masing dan OI (orang islam) berstulah.
aq dibesarkan dari keluarga NON MUSLIM…tapi Tuhan ALLOH sangat sayang sama aku hingga hidayahNya datang untuk hambanya yang senantiasa mencari-cari kebenaran yang hakiki.terima kasih islam karena engkau adalah penyelamatku, penghapus duka laraku,dan gundah gulana….tentang tragedi GAZA…saudaraku di GAZA engkau tidak mati sia2 seperti yang orang lain ucapkan Engkau mati mulia, dan SYAHID…HAMAZ namamu akan aku abadikan kelak nanti bila aku mempunyai anak…hingga HAMAZ2 kecil disini yang akan membalas kebiadaban israel Lanatulloh.ALLOh kelak air mata yang senantiasa mengalir karena takut akan azabmu yang pedih mampu menghapus kejahiliyahanku dulu…tidak ada yang kucinta ALLOH…kecuali engkau ALLOHku yang maha besar….
sudah di tadirin jadi kaum smpah dan kaum tekutuk yg udah terima aja ga usah mungkirin emng kenyataan nya gitu,klo injil mah emng palsu (kitab visar) loe tau ga ???
klo indonesia udah bergerak gue yakin bangsa islam pasti gerak pula soal nya di indonesia kan muslim nya paling banyak tu,,yah klo cuma nonton di tipi ama pemimpin nya cuma dateng ke sana trus cuma liat kondisi di sana tanpa perbuatan yg membuat motivasi negara islam yg laen sama aja bo.ong
nb: hanya agama islam yg bisa masuk surga walaupun dosa nya terlalu berat dan org yg kafir dan musyrik akan menjadi api di neraka
Saya Hanyalah Seorang ANak dari Pasangan MUALAF,..
Tapi Saya Tahu Bahwa Pada Hari Akhir nanti,.. Smua Kaum Baik Kaumnya Nabi Musa, As dan Nabi Isa, As Akan Menyuarakan kepada Kaumnya Untuk Mengikuti Sunnah Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam Injil (perjanjian Lama), Zabur maupun Taurat, Sudah Jelas bahwa Hanya ISLAM adalah Agama yang di Redhai ALLAH SWT,..
“Inna Dinna Indalahill Islam”
Semoga ini Menjadi Petunjuk Bagi Mereka2 yang Berfikir Tentang Hari Pembalasan. Aminn,..
“Allahu Laa Ilaha Illa Anta Subhanaka, Inni Kuntum Minna Zhalimina”.
Allahu Akbar,..
Allahu Akbar,..
Allahu Akbar,..
Menurut saya, banyak orang Muslim aneh.
Bagaimana mungkin Nabi Isa yang pemimpin umat Kristen harus mengikuti Nabi Muhammad pada saatnya nanti.
Memangnya nabi Muhammad itu pemimpin tertinggi di semesta ini?
Itu versi kalian!
Tapi menurut agama lain(Kristen,Katolik,Hindu,Buddha) itu salah.
Mana mungkin kita semua manusia harus mengikuti umat Islam di dunia?
Apakah Islam itu “raja” dunia?
Atau apakah hanya bohong belaka?
Menurut saya banyak orang Muslim berpikir kalau mereka itu akan masuk surga(dijamin).
Tapi saya sendiri MARAH dengan hal itu.
Bagaimana mungkin jikalau orang Muslim membunuh orang terus menerus?Apakah Allah di atas akan memasukkan penjahat ke dalam surga?
Banyak umat Muslim mengagung-agungkan agamanya, tapi satu hal yang patut dicatat adalah
JIKA ALLAH BERKEHENDAK TERHADAP UMAT SATU AGAMA,MAKA TIDAK AKAN ADA PENINDASAN TERHADAP UMAT AGAMA ITU.
Tapi sekarang lihat,banyak penindasan terhadap umat Islam,berarti itu ada kesalahan dari orang-orangnya BUKAN AGAMANYA.Agama tidak pernah mengajarkan buruk, HANYA ORANG2NYA SAJA yang berkelakuan buruk.
Oleh karena itu bertobatlah secepatnya!!!!!!
rakyat,
Orang Muslim dijamin masuk surga asalkan aqidahnya benar. Kalau ada yang pernah melakukan pembunuhan, maka orang Muslim itu akan disiksa dulu di neraka untuk menghapus dosa-dosanya. Itu kalau orng itu tidak pernah di hukum hudud di dunia. Sedangkan orang Muslim yang aqidahnya kacau dan tidak sempat bertobat sebelum kematiannya, maka tempatnya di neraka selama-lamanya. Itu untuk orang Muslim. Bagaimana dengan mereka dari agama lain? Anda sudah tahu jawabannya. Mengapa banyaknya penindasan terhadap orang-orang Islam, kemungkinan itu juga suatu azab karena orang Islam sudah meninggalkan agamanya. Orang Islam sekarang lebih cinta dunia dan takut mati. Itulah salah satu sebab, kenapa orang Islam sekarang itu selalu dizalimi dan dihina.
“Inna Dinna Indalahill Islam”
Lakum Dinnukum Waliadinn
mari berjuang …. ALLAHUAKBAR
Sudah percuma debat kusir..ga akan bisa nyambung. Yang jelas ada 3 agama samawi (agama yang turun dari langit) yaitu : Yahudi, Nasrani, Islam. Logikanya seperti buku saja. Kita pakai logika aja deh ga usah memakai ayat (soalnya kalian yg tidak percaya Al Quran, tapi alangkah baiknya anda mengkaji Al Qur’an..siapa tau anda mendapat hidayahNya)
Logikanya begini :
Jilid I adalah Yahudi
Jilid II adalah Nasrani
Jilid III adalah Islam
Nah ibarat buku tuh ya ..JILID yang terbaru yang dipake…iya kan???
oh ya untuk yg bertanya ini :
Mana mungkin kita semua manusia harus mengikuti umat Islam di dunia?
Apakah Islam itu “raja” dunia?
Atau apakah hanya bohong belaka?
Cuba kalian baca Al Qur’an (baca dan hayati) semua gejala alam, geologi, fisika, tata surya,kedokteran, ekonomi tercatat dan tertera di Al-Qur’an) Hebat kan kitab kaum muslim…
Jelas Islam adalah rahmat bagi seluruh Alam.
Semua Ilmu Pengetahuan berasal dari kebudayaan Islam, Aljabar, Trigonometri(pytagoras), semua prinsip prinsip dasar Ilmu pengetahuan berasal dari Para Ilmuwan Muslim.baca sejarah? Dunia berhutang kepada Islam…ilmuwan barat mengakuinya..:P
Secara tidak langsung Teknologi yang di pakai oleh orang orang di muka bumi ini adalah maha karya dari Dunia Islam. Otomatis mereka mengikuti Islam…ya kan???
Ummat Islam bersatulah…
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS Al Baqoroh: 120)
Ini sudah terbukti kan bagaimana sepak terjang mereka kepada kita. Allahu Akbar!!!!!
Setuju Broooo……………
Kita liat ja ntar mana yang terbukti.Karena kan udah jelas dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang kafir pada saat ini seluruh panca indranya telah dibutakan setan,jadi percuma aja angkat senjata ma mereka,kan mereka buta?Tapi apabila hidayah sebelum akhir tiba pada mereka,”Insya Allah”, Allah akan mengampuni.Karena Allah Maha Penganpun.Amin.
Lakum Dinnukum waliadinn
Bagiku agamaku.. bagimu agamamu….
hentikan semua ocehan picisan ini… tau besatulah wahai umat islam dan masuklah kalian nonmuslim ke agama islam agamanya para malaikat, para nabi & rasul
DIAMLAH maka Kalian Akan selamat wahai UMAT MUHAMMAD sampai Akhir jaman.
jika kau ingin selamat dunia n akherat amalkan 5 perkara ini.
* tawadhuklah kepada kedua orang tua.
* taatlah kepada ALLAH S.w.t n rasul”serta
jalankan sunnah”nya
* berhati mulialah kepada sesama manusia/makhluknya.
* berrendah hati kepada sesama manusia.
* ikhlas beramal.
amalan ini akan menyelamatkan mu di dunia n akherat kelak dan akan melindungi dirimu dari azab kubur yang pedih.
hai umat kristen n yahudi,,,kunci surga adalah tdak ada tuhan selain ALLOH n MUHAMMAD utusan ALLOH….
apa yang kalian ketahui tentang surga???nerakalah tujuan kalian!!!!
ALLOHUAKBAR…!!!
Israel Vs Palestina bukan perang agama, kLo menurut kaLian agama kaLian benar, berjuangLah menurut agama kaLian, kLo kaLian baLik membabi-buta dengan meLakukan jihad, masa daLam agam di ajarkan membalas kejahatan ( IsraeL ) dengan ikut-ikutan perang ? apakah di daLam agama Islam di ajarkan meLawan kejahatan dengan kejahatan ? atau jihad itu hanya sebuah trik Muhammad untuk membeLa kepentingannya yang takut kehiLangan pendukungnya ?
coba kita kaji uLang Lagi.
terima kasih dan syaLom
anda 2 spt anak kecil yg membanggakan mainannya,sementara tdk tahu siapa yg membuatnya,bisa bertemu tdk dgn yg membuatnya?pd jaman diturunkan al quran,israel/yahudi disimbolkan sbg sifat kesombongan,maka keluarkan lah dr kampungmu maksudnya sifat ini hrs dibuang jauh dr diri kita.dgn cara apa?salah satunya sering2lah puasa. Krn nenurut Nabi Muhammad musuh yg paling besar adalah bkn bgs yahudi/israel,tp simbol tadi yaitu hawa nafsu yg salah satunya kesombongan.justru islam mengajak hidup utk saling mengasihi tdk mengajarkan balas dendam.dan kt sbg umatnya hrs menjadi pemikir,tdk asal telan saja,spt ayat2 yg menyatakan Allah akan menghukum kaumnya bila melakukan dosa.ini sebenarnya bhs alquran yg perlu kt kaji lg,apakah Allah yg maha pengasih melaknat makhuknya?bila demikian artinya Allah msh punya amarah,sedangkan amarah datangnya dr syaitan,Allah bkn sesuatu/sosok yg bengis,maka dr itu Alquran adalah kitab yg sgt komplit dlm artian utk pemulanya ada,sampai yg mahir,maka ayat2 mutasabihat perlu lbh dikaji lg oleh org2 yg berfikir,tdk lsg telan habis perkara.belajarlah mencintai umat didunia.
Yahudi bangsa terpilih, yang diberi kelebihan … jelas sama tertulis dalam quran dan bibel.
Akhir dari nasib bangsa yahudi … ini yang berbeda antara quran dan bibel (bukan injil).
Sesungguhnya musuh terbesar yahudi adalah umat kristiani yang menuhankan raja terakhir mereka, isa almasih. Memutuskan tali silsilah keberadaan kaum yahudi.
Lalu mengapa justru bibel bertolak belakang dengan quran? berkesan melindungi yahudi?
Jelas dengan kepintarannya hanya bibel yang mampu dirubah isinya oleh yahudi (mereka berusaha juga terhadap Al-Qur’an dengan http://www.quran.net nya saat ini). Maka dengan tanpa disadari saudara-saudara kita umat nasrani mereka berpijak pada dasar yang salah. Yaitu kitab buatan manusia dengan mengatas namakan firman-firman tuhan.
yahudi n nasrani go to hell………………………… amin
Yang penting bukan karya kata, tapi karya nyata ! Bisanya ngomong doank, beraksi donk. Kalo lu ktemu yahudi n nasrani di jalanan, lu bunuh aja trus.
[...] Hal-hal yang disebabkan oleh kerancuan pola pikir, dengan memadukan paham pikir barat dan yahudi, yang jelas-jelas mereka adalah kaum laknat dari dunia ini. [...]
kebenaran akan timbul kalau kita pandai berfikir, informasi carilah dengan selengkap-lengkapnya.
orang islam selain baca Al’quran bacalah ijil
orang keristen selain membaca injil bacalah Al qur’an
Semoga Allah membimbing kita kejalan yang diridhoi-Nya
Sekedar informasi orang nasrani tinggal di lingkungan mayoritas islam, mereka aman dengan catatan mereka tidak neko-neko
tetapi sebaiknya islam di lingkungan mayoritas kereisten mereka terancam hak ibadahnya dibatasi hidupnya didiskriminasi walaupun ia tidak neko-neko
kenyataan ini mudah-mudahan menjadi bahan renungan kita mana yang benar dan mana yang salah
orang islam mengetahui benar dengan kenyataan ini karena Allah menerangkan bahwa mereka (keristen dan yahudi) tidak akan suka kepada orang islam sampai mau mengikuti seperti mereka (yang nota bene mereka tidak sportif memaksakan kehendak). dengan menyebar fitanah dsb mereka mau menerima kenyataan ini karena sudah menjadi ketetapan Allah dan mereka mendapat perlindungan Allah S.W.T
ingatlah bahwa hidup dan mati amat tipis batasnya penyebab mati amatlah mudah bagi Allah kemewahan duniawi sering menipu kita.
kita jangan selah memilih (bagi orang yang mau berfikir)
Idih.. ga malu ngomong ga sesuai kenyataan…? Kalo orANG YG ngomong pasti tau malu…tapi kalo bukan orang itu siapa yah yg ngomong….?
1. Berapa gereja dibakar tanpa sebab? Org sedang berkumpul berdoa bersama dilempari…? yg melempari sebelumnya teriak Allah akbarrr….!!
2. Di Inggris Masjid justru biayanya dibantu pemerintah Inggris. Di kita/indonesia. jangankan ngsih duit…minta ijin aja malah yg ada dimarahin…
3. Mana sih bukti kalo kita nyuruh/maksa orang islam masuk kristen…? spt yg digembor2kan (isu yg santer bgt) Islam ?
Yah Gw sih mau milih yg udah pasti ada jaminan masuk surga dong…! Isa berasal dr surga; dan yang akan menjadi pengusasa di bumi dan di akhirat …. Lihat tuh Alquran mu di Qs imran…! Dialah hakim yang adil…. lihat tuh di Hadistmu…
kapan kah islam tegak???
kapan hukum islam bisa di tegakkan???
apa ada ayat al-qur’an yang menceritakan tegaknya islam…
pengen rasain zaman kekhalifan lagi…
kaya dulu, kayanya enak tuh…
rasanya hidup di dunia kaya udah ngedeketin rasanya hidup di sorga kali ya…
Salam sejaterah
Memperhatikan tangapan sahabat sahabat, jangan jadikan ini suatu pertentangan berdasarkan pandangan dan agama, jadikan ini garis lurus tentang suatu bangsa yang tidak menghargai harkat sebagai manusia dan bangsa lain. Kita di ajarkan agama dan kepercayaan yang kita anut untuk menghormati, menghargai, menyayangi jangan terpengaruh propokasi segelintir manusia yang berpaham yahudi untuk memecah belah agama, golongan, saudara.
Buang jauh jauh kebencian yang kita bahas adalah yahudi
Sudah Jelas sekarang …….
Kamis Muslim, Anda Kafir.
Kami Surga, Loe Masuk Neraka.
Kami Syahid/Mati, Loe Mati.
Anda Berikan Kami Perang, Kami Berikan Juga.
waw,panjang juga sejarahnya,ya mudah2an aja bangsa yahudi ntar benar2 lenyap di muka bumi ini,aminnnnnn!!!!!!!!!
Tapi perangnya jangan sekarang,ntar2 aja,masih bahaya,umat muslim seluruh dunia harus benar2 bersatu dulu baru kita serang besar2an umat yahudi sampe sekutu2nya,tuntas habis sampe ke akar
saya sangat tak suka apa yg di katakan Idjie, dlm PL org diwajibkan sunat, tetapi di PB di injil org tidak lagi disunat, memang betul. anda aja yg tidak tahu bahawa kristus disalib untuk org org yg berdosa untuk korban pengampunan, jadi kristus yesus telah menggantikan tradisi2 umat umat dibawah hukum musa dulu, itulah apa yg tlah dijanjikan nabi yesaya bahwa datangnya anak domba ( anak Allah yang maha tinggi untuk merubah semua tradisi22 agama yahudi tersebut ) jadi anda jngan asal berbicara jika belum tahu fakta injil seakurat mungkin
saya suka ama pendapat schon qta jangan membuat agama sperti mainan2 , jadi kita sendiri membanggakan mainan tersebut.ingat qt semua ciptaan ALLAH .anda semua yg membangga banggakan agama, sebenarnya saya sbagai umat kristiani tak suka ISRAEL n amerika berperang sama palestina , jadi dari situ setan 2 mencoba utk merayu anda dalam nafsu bejat membangga banggakan agama sendiri ( islam lah membanggakan agamanya, kristen membanggakan agamanya, yahudi membannggakan agamanya )itu adalah kuasa setan merayu anda kedalam naungannya, jika anda semua merasa belas kasihan ama palestina anda (yg Islam ) jangan menghancurkan martabat agama lain , anda semua haruz tetap berdoa su paya TUHAN mengampuni kejahatan2 mereka , saya salut skali jika islam dapat melakukan apa yg saya katakan itu tadi,
yahudi n nasrani adalah agama yg jelas ke sesatan nya..
dan ISLAM adalah agama rahmatanlilalamin !.. rahmat bagi alam semesta..
bersatulah orang islam jagnlah memperdebatkan agama ndak ad ujungnya malah akan menuju ke sebuah penghinaan……..lslam adl rohmatan lilalamin dan kt di anjurkan harus rukun antar umat beragama……..teringat sebuah cerita tentang ROSUL kt MUHAMMAD SAW…..AD SEORANG PENGEMIS YAHUDI YANG BUTA SETIAP SAAT DIA MENGHINA ROSUL tanpa henti….AKAN TETAPI DIA SELALU BERTERIMAKASIH SETIAP DI BERI UANG OLEH SESEORANG YANG DIA TIDAK TAU SIAPA DIA.PD SUATU HARI DIA BERTANYA KEPADA PEDAGANG YANG BERJUALAN DI SAMPING DIA DUDUK MENGEMIS TIAP HARINYA”WAHAI SAUDARAKU SIAPAKAH ORANG YANG SELALU MEMBERIKU UANG SETIAP HARI ITU SUNGGUH MULIANYA DIA…..TANGANYA YANG LEMBUT SAMPAI AKU HAFAL TANGAN YANG MEMBERIKU SEDEKAH TAIP HARI ITU” PEDAGANG ITU MENJAWAB”DIA LAH MUHAMMAD YANG SERING KAU HINA SETIAP HARI”…….KAGETLAH SIPENGEMIS ITU DAN MENAGISLAH DIA PENUH DENGAN PENYESALAN.
Cerita pengemis Yahudi tua itu tidak ada sandarannya. Silakan baca artikel di bawah ini:
http://blog.wiemasen.com/2008/11/01/kisah-dyahudi-buta/
islam itu agama yang sangat hebat. bila anda pernah membaca alquran anda pasti akan kagum. karena alquran maenceritakan dari awal dibuat nya dunia hingga ber akhir nya dunia sampai di akhirat subhannaulahh…..
Setau saya, ISLAM ADALAH PENYEMPURNA DARI AGAMA-AGAMA SEBELUMNYA. Al-Quran mengajarkan kita untuk saling menghormati. Ideologi islam kini banyak dipelajari di barat, InsyaAlloh cepat atau lambat mereka akan mendapatkan Hidayah-Nya. Yang penting kita semua umat muslim lebih meningkatkan ketaqwaan kita kepada ALLOH S.W.T. dan menjalankan Sunnah Nabi Muhammad dengan sebaik-baiknya.ALLHOHUAKBAR
“BAIKLAH TAK USAH ADA KONTAK FISIK ATAU ADU MULUT UNTUK MEMBUKTIKAN SESUATU CUKUP TUNJUKIN DIRILOE YANG TERBAIK”
ayo kita sebagai muslim jangan ngomong mulu ,aku tunggu yach janji persatuan kalian,tunggulah,maka aku termasuk orang yg menunggu.
waktu itu sudah dekat (insya allah) wallahu a’lam
Isa emang akan mnjadi hukum, yang adil,.
Tp agama Nabi Isa adalah agama Tauhid, yaitu agama yang tidak menyekutukan Tuhan (Allah) dengan sswtu pun, tidak ada Tuhan dalam 3 ataupun yang laennya,.
klu Kristen emang benar brarti Nabi-Nabi terdahulu mengakui bahwa Isa adalah Tuhan,.
jadi percuma dong Tuhan(Allah) menyuruh mereka untuk menegakkan kalimat Lailahaillah di Bumu ini. klu mereka toh mengakui Isa (Yesus) sebagai Tuhan,.bukan Allah yang Tuhan satu-satunya.
ataw gini aja coba sebutkan belahan bumi mana yang diciptakan oleh Isa (Yesus)???
jika Isa(Yesus) bisa menciptakan bumi dan langit aqu akan pindah agama!!
gmna???
Leave your response!
Follow wiemasen.com on Facebook
Promote Your Page Too
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Calender
Categories
Berita
Blog Kawan Kita
Blog Menarik
Download Site
Forum
Link Dakwah
Link Menarik
Meta
Waktu Sholat
Bendera Pengunjung
Negara Pengunjung
Lokasi Pengunjung
Artikel Populer
Most Commented
Tags