<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menyikapi Fatwa Haram Golput</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 05:10:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: OKA</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/comment-page-1/#comment-1935</link>
		<dc:creator>OKA</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 03:43:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=961#comment-1935</guid>
		<description>Thanks to  wiemasen.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks to  wiemasen.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Axel</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/comment-page-1/#comment-1931</link>
		<dc:creator>Axel</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 08:22:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=961#comment-1931</guid>
		<description>Benar2 sudah menghalalkan berbgai cara untk islam dgn dmkrasi.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Axel, anda tidak memperincikan apa itu menghalalkan segala cara untuk demokrasi. Saya cuma ingin mendengar, bagi yang menentang demokrasi, bagaimana caranya agar umat Islam bisa terlindungi di Indonesia. Secara praktikal ya, bukan secara teoritikal. Secara teoritikal sudah banyak dipromosikan sama HT.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar2 sudah menghalalkan berbgai cara untk islam dgn dmkrasi.</p>
<blockquote><p><strong>Axel, anda tidak memperincikan apa itu menghalalkan segala cara untuk demokrasi. Saya cuma ingin mendengar, bagi yang menentang demokrasi, bagaimana caranya agar umat Islam bisa terlindungi di Indonesia. Secara praktikal ya, bukan secara teoritikal. Secara teoritikal sudah banyak dipromosikan sama HT.</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: talithazone</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/comment-page-1/#comment-1235</link>
		<dc:creator>talithazone</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 04:00:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=961#comment-1235</guid>
		<description>Sodara2 kita dari salafi, hizbutahrir dan tak ketinggalan gusdur jauh2 hari menyatakan golput.Bagaimana umat islam mendapat pemimpin yg dpt memperjuangkan nasib umatnya bila umat islam sendiri golput dan malah saling cakar2an dan adu dalil antar sesama umatnya.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Salafi yang menganggap politik adalah sesuatu yang bid&#039;ah adalah salafi yang beraliran keras saja. Sedangkan salfi yang lebih moderat seperti Syeikh Dr. Yusuf Al-Qharadawi berpendapat sebaliknya. Hizbuttahrir memang menganggap demokarasi sesuatu yang haram. Tapi HT tidak menjelaskan cara umat Islam bersuara jika tidak ikut proses pemilu. Gusdur aliran Islam liberal, tidak perlu diikuti pendapatnya.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Keresahan ini ditangkap MUI sebagai wadah para ulama. Para ulama lebih berfikir rasional global dan tidak berfikir parsial/ memikirkan diri sendiri. Namun masih banyak teman2 kita masih sering menertawakan ulamanya sendiri.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Kelompok liberal menertawakan ulama karena mereka memang tidak percaya pada ulama. Kelompok agamawan menertawakan ulama yang lain karena menganggap pendapat kelompoknya lah yang benar.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Saya bukan caleg atau sodara saya caleg, tapi mari kita berpikir kedepan. coba teliti lagi dari 11.800 caleg, tidak adakah yang baik atau minimal keburukannya sedikit ketimbang kebaikannya. Pilihlah yang amanah, jujur,aktif aspiratif dll.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Benar kata talithazone. Kita terlalu mengeneralisir bahwa semua caleg itu jahat dan memutuskan untuk tidak memilih. Apakah ini bukan sikap orang yang berputus asa?&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sodara2 kita dari salafi, hizbutahrir dan tak ketinggalan gusdur jauh2 hari menyatakan golput.Bagaimana umat islam mendapat pemimpin yg dpt memperjuangkan nasib umatnya bila umat islam sendiri golput dan malah saling cakar2an dan adu dalil antar sesama umatnya.</p>
<blockquote><p><strong>Salafi yang menganggap politik adalah sesuatu yang bid&#8217;ah adalah salafi yang beraliran keras saja. Sedangkan salfi yang lebih moderat seperti Syeikh Dr. Yusuf Al-Qharadawi berpendapat sebaliknya. Hizbuttahrir memang menganggap demokarasi sesuatu yang haram. Tapi HT tidak menjelaskan cara umat Islam bersuara jika tidak ikut proses pemilu. Gusdur aliran Islam liberal, tidak perlu diikuti pendapatnya.</strong></p></blockquote>
<p>Keresahan ini ditangkap MUI sebagai wadah para ulama. Para ulama lebih berfikir rasional global dan tidak berfikir parsial/ memikirkan diri sendiri. Namun masih banyak teman2 kita masih sering menertawakan ulamanya sendiri.</p>
<blockquote><p><strong>Kelompok liberal menertawakan ulama karena mereka memang tidak percaya pada ulama. Kelompok agamawan menertawakan ulama yang lain karena menganggap pendapat kelompoknya lah yang benar.</strong></p></blockquote>
<p>Saya bukan caleg atau sodara saya caleg, tapi mari kita berpikir kedepan. coba teliti lagi dari 11.800 caleg, tidak adakah yang baik atau minimal keburukannya sedikit ketimbang kebaikannya. Pilihlah yang amanah, jujur,aktif aspiratif dll.</p>
<blockquote><p><strong>Benar kata talithazone. Kita terlalu mengeneralisir bahwa semua caleg itu jahat dan memutuskan untuk tidak memilih. Apakah ini bukan sikap orang yang berputus asa?</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adit</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/comment-page-1/#comment-1167</link>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 14:13:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=961#comment-1167</guid>
		<description>Kalau fatwa haram Golput itu, salah satu alasannya demi keterwakilan suara umat Islam di parlemen. Apa selama ini di parlemen umat Islam lebih sedikit dibanding non Islam?

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Wakil rakyat yang peduli dengan urusan umat Islam. Ini yang tidak banyak. Dari PDIP banyak juga wakil yang beragama Islam. Tapi apakah mereka mau membela umat Islam. Jangan sampai karena hendak menjatuhkan hukuman kepada calon wakil rakyat yang jelek, calon wakil rakyat yang baguspun terkena imbasnya. Ini sama dengan mengejar tikus dilumbung padi dengan cara membakar lumbung padi tersebut.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Kalau dilihat dari segi prosentasi, saya kira angota legislatif dari zaman Soekarno hingga SBY saat ini, umat Islam tetap mayoritas, tapi tidak sedikit diantara mereka yang merusak citra Islam karena terlibat perzinahan, korupsi dll.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Anda pernah menghitung berapa banyak anggota wakil rakyat yang masih jujur. Tidakkah anda pernah membaca sepak terjang wakil rakyat yang masih jujur? Mereka tidak mau menerima uang sogokan, mobil kantor mewan dan sebagainya. Anda menutup mata dengan fakta ini? Berarti anda ingin mudah saja dalam membuat keputusan.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Kalau menurut saya, ketidakadilan yang terjadi dari zaman Soekarno hinga Yudoyono karena sistem demokrasi, liberal, kapitalis memang bobrok.  

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Tahu kenapa jadi bertambah bobrok? Alasannya karena budaya korupsi yang merajalela. Anda pikir dengan golput anda sudah merubah keadaan?&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Daripada memilih orang-orang zalim dari sistem yang bobrok, lebih baik Golput. Ingat Golput juga pilihan, pilihan untuk tidak memilih. 

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Fatwa MUI mengatakan haram untuk golput kalau masih ada calon pemimpin/wakil rakyat yang jujur. Apakah anda yakin dari sekian banyak calon wakil rakyat tidak jujur semua? Anda terlalu menyamaratakan semuanya yang menurut saya sangat berbahaya.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Bukankah dalam sidang-sidang DPR/DPRD juga banyak yang Golput (abstain atau malah tidak hadir). Bahkan dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang membahas soal pengembangan nuklir di Iran, Indonsia juga Golput, he... he...

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Kalau ada orang atasan atau orang penting masuk jurang, anda ingin ikutan masuk jurangkah? Kalau majikan anda berkelakuan jelek, anda juga mau juga berkelakuan jelek dengan alasan majikan juga melakukan itu? Kalau boss anda korupsi, anda juga ikutan korupsi jugakah?&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau fatwa haram Golput itu, salah satu alasannya demi keterwakilan suara umat Islam di parlemen. Apa selama ini di parlemen umat Islam lebih sedikit dibanding non Islam?</p>
<blockquote><p><strong>Wakil rakyat yang peduli dengan urusan umat Islam. Ini yang tidak banyak. Dari PDIP banyak juga wakil yang beragama Islam. Tapi apakah mereka mau membela umat Islam. Jangan sampai karena hendak menjatuhkan hukuman kepada calon wakil rakyat yang jelek, calon wakil rakyat yang baguspun terkena imbasnya. Ini sama dengan mengejar tikus dilumbung padi dengan cara membakar lumbung padi tersebut.</strong></p></blockquote>
<p>Kalau dilihat dari segi prosentasi, saya kira angota legislatif dari zaman Soekarno hingga SBY saat ini, umat Islam tetap mayoritas, tapi tidak sedikit diantara mereka yang merusak citra Islam karena terlibat perzinahan, korupsi dll.</p>
<blockquote><p><strong>Anda pernah menghitung berapa banyak anggota wakil rakyat yang masih jujur. Tidakkah anda pernah membaca sepak terjang wakil rakyat yang masih jujur? Mereka tidak mau menerima uang sogokan, mobil kantor mewan dan sebagainya. Anda menutup mata dengan fakta ini? Berarti anda ingin mudah saja dalam membuat keputusan.</strong></p></blockquote>
<p>Kalau menurut saya, ketidakadilan yang terjadi dari zaman Soekarno hinga Yudoyono karena sistem demokrasi, liberal, kapitalis memang bobrok.  </p>
<blockquote><p><strong>Tahu kenapa jadi bertambah bobrok? Alasannya karena budaya korupsi yang merajalela. Anda pikir dengan golput anda sudah merubah keadaan?</strong></p></blockquote>
<p>Daripada memilih orang-orang zalim dari sistem yang bobrok, lebih baik Golput. Ingat Golput juga pilihan, pilihan untuk tidak memilih. </p>
<blockquote><p><strong>Fatwa MUI mengatakan haram untuk golput kalau masih ada calon pemimpin/wakil rakyat yang jujur. Apakah anda yakin dari sekian banyak calon wakil rakyat tidak jujur semua? Anda terlalu menyamaratakan semuanya yang menurut saya sangat berbahaya.</strong></p></blockquote>
<p>Bukankah dalam sidang-sidang DPR/DPRD juga banyak yang Golput (abstain atau malah tidak hadir). Bahkan dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang membahas soal pengembangan nuklir di Iran, Indonsia juga Golput, he&#8230; he&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>Kalau ada orang atasan atau orang penting masuk jurang, anda ingin ikutan masuk jurangkah? Kalau majikan anda berkelakuan jelek, anda juga mau juga berkelakuan jelek dengan alasan majikan juga melakukan itu? Kalau boss anda korupsi, anda juga ikutan korupsi jugakah?</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erwin</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/comment-page-1/#comment-1151</link>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 14:18:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=961#comment-1151</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr.Wb.

&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;Wa&#039;alaikumsalam Wr.Wb.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Saudaraku,permasalahan ini ternyata jadi polemik di kalangan ummat Islam

Menurut hemat saya.Andai saja MUI tidak mengeluarkan fatwa  haram bagi yang golput. tentunya suara ummat islam masih terserap banyak ke parlemen.tapi sayang setelah dikeluarkannya fatwa tsb.banyak ummat muslim yang antipati thdp partai politik,tanpa terkecuali partai yang berbasis islam.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Itu berarti jalan berpikir anda terpengaruh dengan politik. Jangan keluarkan fatwa dululah, nanti suara akan jatuh. Politik itu namanya. Padahal yang tepat adalah, katakan kebenaran walaupun menyakitkan. Anda setuju bukan?&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Kalau saja para wakil yang menamakan diri mereka perwakilan ummat muslim menuju parlemen,lebih mengedepankan nilai nilai syiar Islam mereka.tentunya kejadiannya akan lain.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Itu situasi yang kita harapkan.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

pernah kah ada kabar di media yang memberitakan tentang seorang tokoh partai islam yang benar benar membela islam?saya rasa belum.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Contoh membela Islam. Dengan tidak korupsi saja sudah membela Islam. Betul tidak? Jangan mengharap yang terlalu muluk-muluk dulu. Apa contoh yang benar-benar membela Islam?&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

hampir semua partai-paratai yang mengusung asas Islam,melakukan manuver money politik,propaganda,menggunakan ayat-ayat suci dan hadist sebagai tameng dan alat propaganda politik mereka.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Hampir semua, tidak berarti semuanya.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

kolusi korupsi dan nepotisme pun masih bersinggungan dan banyak yang masih jadi keseharian mereka.

Banyak kyai tenar,ulama besar yang nama mereka selalu di sebut2 media bertempur di medan politik,berkoalisi dengan tokoh2 yang juga sering menyudutkan Islam. Apakah pemimpin yang demikian yang harus dipilih dan di dukung? Apakah ulama dan Kyai demikian yang harus di hormati?

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Kan tidak semuanya seperti itu?&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Lihatlah masing masing pengikutnya banyak yang bertikai dengan pengikut partai lainnya yang notabene muslim juga,mengapa? banyak masa yang bertikai rela mati demi partai nya?tapi maukah mereka mati demi Islam???

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Ini namanya fanatik hizbiyun. Sayang sekali pemahaman agama mereka rendah, sehingga mudah dimanfaatkan.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Jikalau para tokoh islam memang berilmu dan bijaksana,mengapa mereka bercerai berai?masing masing ingin jadi pimpinan. mana perjuangan Islam yang mereka gembor2 kan? Sampai saat ini belum ada tokoh itu di negeri tercinta indonesia.

Tak sadarkah tokoh2 itu bahwa di akhirat nanti semua nya akan di hisab atas perbuatan mereka didunia?

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Betul sekali&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Memilih pemimpin yang zalim hanya akan menambah kezaliman dimuka bumi ini.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Betul sekali. Makanya usahakan jangan memilih pemimpin yang zalim.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Alangkah bijaknya jika MUI lebih memfokuskan kinerja mereka pada masalah masalah yang lebih menyentuh ummat.tanpa ada intervensi politik di dalamnya.karena anda anda sekalian adalah perwakilan ummat islam.bukan perwakilan penguasa.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Anda sudah berprasangka buruk terhadap MUI. Ada 700 ulama yang melakukan rapat untuk mengeluarkan fatwa golput ini. Masakan kesemuanya tidak ada yang baik, jujur atau ikhlas?&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Keluarkanlah fatwa haram untuk praktek judi di media televisi yang terbungkus oleh bisnis konten.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Ya ini seharusnya dikeluarkan fatwa haram. Kalau tidak salah, sudah pernah ada fatwa yang mengatakan bahwa sms yang berunsur judi adalah haram.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

keluarkanlah fatwa haram atas tayangan tayangan berbau syirik dan khurafat yang bertaburan di media televisi swasta nasional

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Syirik atau kurafat tidak perlu fatwa lagilah. Semuanya sudah tahu. Sama dengan mengatakan keluarkan fatwa bahwa orang berzina itu berdosa. Tidak usah keluar fatwa pun, memang sudah berdosa.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Itu tentunya akan lebih efektif dan mendidik ummat.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Pendidikan umat Islam bukan melalui fatwa lah. Fatwa tidak cukup, bahkan bisa menyebabkan salah sangka kalau pemahaman agama umat Islam adalah sangat rendah. Itu bukan tujuan fatwa.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Islam tidak pernah mengajarkan untuk memilih pemimpin yang tidak jujur,bakhil,dan suka mengumbar janji.dan melakukan segala cara demi tercapainya kemakmuran duniawi. Pernahkah ada calon wakil legislatif yang melenggang ke parlemen dengan modal dengkul?

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Modal dengkul saja tidak mungkin. Paling kurang harus ada modal kepintaran. Kalau modal uang, tidak semua partai seperti itu. Lakukan riset anda sendiri, jangan terjebak dengan propaganda media.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Apa yang mereka pikirkan setelah duduk di parlemen? Tentunya mengembalikan dahulu modal mereka yang terbuang semasa kampanye.

&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;Itulah akibat budaya korupsi yang menjadi darah daging di Indonesia.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Tak hanya cukup modal ilmu yang tinggi untuk melakukan suatu hal yang baik,tapi bisakah mereka semua istiqamah dalam ajaran islam yang lurus?wallahualam,mudah2an kita selalu ada dalam lindungan Alloh SWT dari bujuk rayu syaitan yang terkutuk,dan tidak termasuk dalam golongan orang2 yang merugi.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Mari kita doakan agar pemimpin kita selalu berada dalam jalan yang lurus.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Bila kita cinta Islam,maka jangan setengah setengah untuk memperjuangkannya.

&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Yang tidak setengah-setengah itu contohnya seperti apa?&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr.Wb.</p>
<blockquote><p>
<strong>Wa&#8217;alaikumsalam Wr.Wb.</strong></p></blockquote>
<p>Saudaraku,permasalahan ini ternyata jadi polemik di kalangan ummat Islam</p>
<p>Menurut hemat saya.Andai saja MUI tidak mengeluarkan fatwa  haram bagi yang golput. tentunya suara ummat islam masih terserap banyak ke parlemen.tapi sayang setelah dikeluarkannya fatwa tsb.banyak ummat muslim yang antipati thdp partai politik,tanpa terkecuali partai yang berbasis islam.</p>
<blockquote><p><strong>Itu berarti jalan berpikir anda terpengaruh dengan politik. Jangan keluarkan fatwa dululah, nanti suara akan jatuh. Politik itu namanya. Padahal yang tepat adalah, katakan kebenaran walaupun menyakitkan. Anda setuju bukan?</strong></p></blockquote>
<p>Kalau saja para wakil yang menamakan diri mereka perwakilan ummat muslim menuju parlemen,lebih mengedepankan nilai nilai syiar Islam mereka.tentunya kejadiannya akan lain.</p>
<blockquote><p><strong>Itu situasi yang kita harapkan.</strong></p></blockquote>
<p>pernah kah ada kabar di media yang memberitakan tentang seorang tokoh partai islam yang benar benar membela islam?saya rasa belum.</p>
<blockquote><p><strong>Contoh membela Islam. Dengan tidak korupsi saja sudah membela Islam. Betul tidak? Jangan mengharap yang terlalu muluk-muluk dulu. Apa contoh yang benar-benar membela Islam?</strong></p></blockquote>
<p>hampir semua partai-paratai yang mengusung asas Islam,melakukan manuver money politik,propaganda,menggunakan ayat-ayat suci dan hadist sebagai tameng dan alat propaganda politik mereka.</p>
<blockquote><p><strong>Hampir semua, tidak berarti semuanya.</strong></p></blockquote>
<p>kolusi korupsi dan nepotisme pun masih bersinggungan dan banyak yang masih jadi keseharian mereka.</p>
<p>Banyak kyai tenar,ulama besar yang nama mereka selalu di sebut2 media bertempur di medan politik,berkoalisi dengan tokoh2 yang juga sering menyudutkan Islam. Apakah pemimpin yang demikian yang harus dipilih dan di dukung? Apakah ulama dan Kyai demikian yang harus di hormati?</p>
<blockquote><p><strong>Kan tidak semuanya seperti itu?</strong></p></blockquote>
<p>Lihatlah masing masing pengikutnya banyak yang bertikai dengan pengikut partai lainnya yang notabene muslim juga,mengapa? banyak masa yang bertikai rela mati demi partai nya?tapi maukah mereka mati demi Islam???</p>
<blockquote><p><strong>Ini namanya fanatik hizbiyun. Sayang sekali pemahaman agama mereka rendah, sehingga mudah dimanfaatkan.</strong></p></blockquote>
<p>Jikalau para tokoh islam memang berilmu dan bijaksana,mengapa mereka bercerai berai?masing masing ingin jadi pimpinan. mana perjuangan Islam yang mereka gembor2 kan? Sampai saat ini belum ada tokoh itu di negeri tercinta indonesia.</p>
<p>Tak sadarkah tokoh2 itu bahwa di akhirat nanti semua nya akan di hisab atas perbuatan mereka didunia?</p>
<blockquote><p><strong>Betul sekali</strong></p></blockquote>
<p>Memilih pemimpin yang zalim hanya akan menambah kezaliman dimuka bumi ini.</p>
<blockquote><p><strong>Betul sekali. Makanya usahakan jangan memilih pemimpin yang zalim.</strong></p></blockquote>
<p>Alangkah bijaknya jika MUI lebih memfokuskan kinerja mereka pada masalah masalah yang lebih menyentuh ummat.tanpa ada intervensi politik di dalamnya.karena anda anda sekalian adalah perwakilan ummat islam.bukan perwakilan penguasa.</p>
<blockquote><p><strong>Anda sudah berprasangka buruk terhadap MUI. Ada 700 ulama yang melakukan rapat untuk mengeluarkan fatwa golput ini. Masakan kesemuanya tidak ada yang baik, jujur atau ikhlas?</strong></p></blockquote>
<p>Keluarkanlah fatwa haram untuk praktek judi di media televisi yang terbungkus oleh bisnis konten.</p>
<blockquote><p><strong>Ya ini seharusnya dikeluarkan fatwa haram. Kalau tidak salah, sudah pernah ada fatwa yang mengatakan bahwa sms yang berunsur judi adalah haram.</strong></p></blockquote>
<p>keluarkanlah fatwa haram atas tayangan tayangan berbau syirik dan khurafat yang bertaburan di media televisi swasta nasional</p>
<blockquote><p><strong>Syirik atau kurafat tidak perlu fatwa lagilah. Semuanya sudah tahu. Sama dengan mengatakan keluarkan fatwa bahwa orang berzina itu berdosa. Tidak usah keluar fatwa pun, memang sudah berdosa.</strong></p></blockquote>
<p>Itu tentunya akan lebih efektif dan mendidik ummat.</p>
<blockquote><p><strong>Pendidikan umat Islam bukan melalui fatwa lah. Fatwa tidak cukup, bahkan bisa menyebabkan salah sangka kalau pemahaman agama umat Islam adalah sangat rendah. Itu bukan tujuan fatwa.</strong></p></blockquote>
<p>Islam tidak pernah mengajarkan untuk memilih pemimpin yang tidak jujur,bakhil,dan suka mengumbar janji.dan melakukan segala cara demi tercapainya kemakmuran duniawi. Pernahkah ada calon wakil legislatif yang melenggang ke parlemen dengan modal dengkul?</p>
<blockquote><p><strong>Modal dengkul saja tidak mungkin. Paling kurang harus ada modal kepintaran. Kalau modal uang, tidak semua partai seperti itu. Lakukan riset anda sendiri, jangan terjebak dengan propaganda media.</strong></p></blockquote>
<p>Apa yang mereka pikirkan setelah duduk di parlemen? Tentunya mengembalikan dahulu modal mereka yang terbuang semasa kampanye.</p>
<blockquote><p>
<strong>Itulah akibat budaya korupsi yang menjadi darah daging di Indonesia.</strong></p></blockquote>
<p>Tak hanya cukup modal ilmu yang tinggi untuk melakukan suatu hal yang baik,tapi bisakah mereka semua istiqamah dalam ajaran islam yang lurus?wallahualam,mudah2an kita selalu ada dalam lindungan Alloh SWT dari bujuk rayu syaitan yang terkutuk,dan tidak termasuk dalam golongan orang2 yang merugi.</p>
<blockquote><p><strong>Mari kita doakan agar pemimpin kita selalu berada dalam jalan yang lurus.</strong></p></blockquote>
<p>Bila kita cinta Islam,maka jangan setengah setengah untuk memperjuangkannya.</p>
<blockquote><p><strong>Yang tidak setengah-setengah itu contohnya seperti apa?</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dicko</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/comment-page-1/#comment-957</link>
		<dc:creator>Dicko</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 11:28:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=961#comment-957</guid>
		<description>kalo menurut saya..golput ataupun enggak itu tergantung orangnya aja. kalo gak golput juga tapi waktu pemilu sedang di jalan, trus gak sempet milih...pas lagi pemilu, ketiduran gara-gara semalem begadang ngenet ampe pagi..jadi..everythings are written..hehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo menurut saya..golput ataupun enggak itu tergantung orangnya aja. kalo gak golput juga tapi waktu pemilu sedang di jalan, trus gak sempet milih&#8230;pas lagi pemilu, ketiduran gara-gara semalem begadang ngenet ampe pagi..jadi..everythings are written..hehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: YAN</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/comment-page-1/#comment-923</link>
		<dc:creator>YAN</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 14:48:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=961#comment-923</guid>
		<description>aku setuju dgn fahmi tapi bisikin dong caleg lu he...he..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku setuju dgn fahmi tapi bisikin dong caleg lu he&#8230;he..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fahmi</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/comment-page-1/#comment-920</link>
		<dc:creator>fahmi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 20:05:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=961#comment-920</guid>
		<description>tuker link yuk :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tuker link yuk <img src='http://blog.wiemasen.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fahmi</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/comment-page-1/#comment-919</link>
		<dc:creator>fahmi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 20:04:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=961#comment-919</guid>
		<description>bagi kita umat muslim, pilihlah wakil rakyat (caleg) yang benar2 membela kepentingan Islam dan etika politikna sesuai ajaran Islam. jgnlah golput, golput itu jelek kali., dah macam org putus asa aja kaum golput itu. saya mensinyalir, golput itu skrg dah jadi gaya hidup baru berpolitik org indonesia. hahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagi kita umat muslim, pilihlah wakil rakyat (caleg) yang benar2 membela kepentingan Islam dan etika politikna sesuai ajaran Islam. jgnlah golput, golput itu jelek kali., dah macam org putus asa aja kaum golput itu. saya mensinyalir, golput itu skrg dah jadi gaya hidup baru berpolitik org indonesia. hahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wiemasen</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/menyikapi-fatwa-haram-golput/comment-page-1/#comment-917</link>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 07:21:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=961#comment-917</guid>
		<description>Memang mudah mengkritik hasil kerja orang lain. Setelah orang lain buat kerja A, ada yang mengkritik kenapa tidak buat kerja B. Setelah buat kerja B, nanti ada yang mengkritik lagi kenapa tidak buat kerja C, hingga seterusnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang mudah mengkritik hasil kerja orang lain. Setelah orang lain buat kerja A, ada yang mengkritik kenapa tidak buat kerja B. Setelah buat kerja B, nanti ada yang mengkritik lagi kenapa tidak buat kerja C, hingga seterusnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

