Home » Yang Ringan

Menyikapi Gempa di Padang

13 January 2012 4 Comments

Terus-terang hati saya menjadi sakit, kalau ada orang yang sedang ditimpa musibah, terus malahan disalahin: “Rasain kamu sudah kena bala Allah sekarang, kamu banyak buat dosa sebelumnya”. Coba bayangkan, kalau daerah anda terkena musibah, eh bukannya orang lain malah menolong, malah menyalahkan anda. Apa tidak sakit hati, kalau ada yang mengatakan: “Itu hukuman Allah kepada pemimpin politik di daerah kamu, sehingga kamu kehilangan keluarga kamu”. Kalau belum kena diri sendiri, memang mudah teriak sana-sini.

Betul-betul keterlaluan. Dalam suasana orang-orang sibuk menyelamatkan korban gempa di Padang, ada umat Islam yang sibuk mencari ayat sebagai dalil bagi peristiwa tersebut. Dalam suasana orang-orang berduyun-duyun menyedekahkan hartanya untuk membantu korban, ada umat Islam yang segera mencari ayat untuk membenarkan peristiwa tersebut.

Kita sudah sering terdengar kalimat-kalimat seperti ini:

Apabila tsunami menimpa Aceh, ada yang berkata

“Azab Allah turun kepada orang Aceh, karena mereka durhaka kepada pemerintah pusat”.

Apabila ada banjir besar terjadi di Bangladesh, ada yang berkata:

“Itulah azab Allah yang melanda mereka. Orang Banglades itu banyak yang tidak betul Islamnya”.

Atau apabila terjadi gempa bumi di kota Bam Iran yang megorbankan puluhan ribu nyawa, ada di anatara umat Islam yang berkata:

“Azab Allah turun karena mereka itu orang Syi’ah yang sesat”.

Seandainya suatu musibah terjadi pada zaman para sahabat ra, mereka akan menahan diri untuk membuat berbagai macam komentar sehingga menanyakan sendiri kepada Rasulullah saw: “Kenapa ia terjadi?” Rasulullullah sendiri tidak akan memberi jawaban sehingga memperoleh wahyu dari Allah SWT. Ini karena sekalipun kita beriman bahwa setiap yang terjadi adalah dengan kehendak Allah, menjadi suatu kesalahan yang besar apabila kita membuat asumsi sendiri kenapa Allah melakukannya.

Mungkin memang ada azab atau peringatan, tapi kita tidak pernah tahu. Apalagi sampai dikaitkan dengan nomor-nomor surat al-Quran untuk menjustifikasikan gempa itu adalah azab Allah (http://www.dakta.com/dakta_ok.php?module=detailberita&id=1988). Seenaknya saja mentafsirkan al-Quran supaya sesuai dengan pendapat sendiri.

Sebagai umat Islam seharusnya kita bersyukur karena tidak ditimpa bencana tersebut. Salah satu cara adalah dengan membantu sebisa mungkin orang-orang yang tertimpa musibah tersebut.

gempa_padang

Popularity: 5% [?]

4 Comments »

  • jogja said:

    Ya ndak apa2 to Bung… jarang lo ada yang berani ngomong bahwa ini adalah azab. Biar kita sebagai bangsa lebih berani menengok “ke dalam”, bahwa sebenarnya negeri ini sudah rusak moralnya, bejat, kanibal. Gak ada yang kebetulan dalam setiap kejadian di dunia ini.Itu kalo kita percaya adanya Kekuatan di luar alam semesta.

  • Y said:

    Ya, saya sepakat dengan peryataan tersebut, sesunnguh Gempa yg terjadi juga merupakan takdir Allah dalam bentuk sunnatulah, dimana Allah menjadikan bumi ini dengan berbagai keadaan yang semua itu punya fungsi, adanya patahan yang lepas yang menimbulkan gempa, satu sisi diakui menimbulkan musibah yang mesti kita bersabar, satu sisi lain, ia berfungsi untuk menstabilkan pergerakkan bumi agar tidak terjadi kerusakkan bumi yang lebi parah, Tidak tepat menyatakan gempa yang terjadi akibat banyaknya maksiat, karena dalam pandangan agama tidak ada dosa, yang mesti orang lain menanggung akibatnya, maksiat yang dilakukan seseorang maka orang tersebutlah yang akan menerima balasannya.

  • muhammad ridwan said:

    ya saya cukup setuju dgan bang JOGJA. Biar kita sebagai bangsa lebih berani menengok “ke dalam”, bahwa sebenarnya negeri ini sudah rusak moralnya, bejat, kanibal. Gak ada yang kebetulan dalam setiap kejadian di dunia ini.Itu kalo kita percaya adanya Kekuatan di luar alam semesta.

    sebagai bahan pertimbagan….
    ketika gempa padang terjadi berlangsung pelantikan anggota DPR yang bukannya menyadari betapa sedih, malngnya para korban, tetapi malah berebut menginginkan cincin emas sebagai tanda dilantiknya….

    pada CURUT SEMUA…..

    mereka g’ terenyuh sedikitpun…

  • wiemasen (author) said:

    Misionaris sangat mudah memanfaatkan bencana-bencana yang sering terjadi di daerah yang mayoritas penduduknya Islam. Mereka mengatakan bahwa bencana itu terjadi karena Allah tidak sayang kepada mereka. Kalau begitu masuklah ke agama mereka, dijamin tidak sering terjadi bencana, karena tuhan mereka sayang sama umatnya. Itu argumen yang digunakan untuk melemahkan orang-orang Islam.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.