Aqidah

Membahas aqidah yang sahih menurut sunnah.

Bulan Islam

Pahami bagaimana bulan-bulan Islam itu ditentukan.

Ekonomi Islam

Belajar seluk-beluk perbankan Islam.

Politik

Politik dari sudut pandang Islam.

Fiqh

Berbagai macam jawaban fiqh.

Home » Pendidikan Anak

Mudah Baca al-Quran Dengan Tajwid Yang Benar

Submitted by on May 4, 2012 – 5:38 amNo Comment

Sebelum pulang ke kampung halamanku dalam langka liburan tahun kemarin, aku menitipkan pesan kepada bapakku untuk mencarikan seorang guru mengaji yang mampu mengajar lagu al-Quran. Aku ingin memanfaatkan waktu liburan anakku di kampung dengan belajar lagu al-Quran setiap hari. Yang herannya ketika dicoba membaca sama guru mengaji tersebut, beliau berkata bahwa tajwid Tia (anakku yang pertama)  masih banyak salah. Jadi tajwidnya harus diperbaiki dulu, sebelum belajar lagu.

Perasaanku, Tia mampu mengaji dengan tajwid yang benar. Tapi setelah mendengar dia mengaji di depan ustazah tersebut, kenapa banyak kesalahan baca yang dia buat ya? Aku jadi bingung sendiri.

Lama setelah kembali dari kampung halamanku, aku baru sadar apa yang terjadi. Kesadaran ini terjadi ketika aku mencoba membaca Ensklopedia al-Quran karya Prof. Dr. Wahbah Zuhaili. Ketika aku membaca ayat-ayat al-Quran dalam buku tersebut, aku merasakan ada beberapa kali tajwidku tidak benar. Kenapa pula ini?

Ternyata buku yang aku baca itu merupakan edisi Indonesia. Kalau di Indonesia, semua al-Quran itu memakai rasam Imlai. Sedangkan yang biasa aku baca di Malaysia adalah al-Quran dengan rasam Usmani. Sebenarnya al-Quran rasam Usmani ini yang banyak dipakai di dunia Islam.

Apa beda di antara keduanya? Bedanya pada tanda baca-tanda baca yang ada di dalam kedua versi tersebut. al-Quran rasam Usmani memiliki tanda baca yang memudahkan kita untuk membacanya tanpa harus mengerti ilmu tajwid. Sedangkan al-Quran rasam Imlai tidak memiliki tanda baca yang cukup untuk membaca sesuai dengan tajwid. Jadi untuk mampu membaca al-Quran yang ada di Indonesia dengan baik, seseorang harus belajar ilmu tajwid terlebih dahulu seperti apa itu Idgham, Idgham Bigunnah, Ikhfa, Iqlab, dan banyak lainnya.

Tidak heran Tia kemudian disodorkan dengan sebuah buku tajwid yang lumayan tebal dan belajar itu semua sebelum melangkah ke belajar lagu. Padahal menurutku, anak sebesar dia tidak perlu belajar ilmu tajwid dulu. Cukup menyusahkan, karena harus menghafal hukum-hukum yang ada di dalam ilmu tajwid tersebut.

Hal yang sama terjadi dengan keponakanku yang berada di kelas 3 SD. Salah satu materi ujian agamanya adalah pertanyaan mengenai ilmu-ilmu tajwid. Ya Allah, beratnya beban belajar anak-anak jaman sekarang.

Terus penyelesaiannya apa ya?

Belajar Baca al-Quran Rasam Usmani

Aku menjumpai penyelesain itu secara tidak sengaja. Ketika itu aku berada di salah satu bandar di Selangor hendak mengepos surat melalui perusahaan TIKI yang dimiliki oleh seorang ustadz Indonesia. Aku heran kenapa banyak tumpukan buku-buku mengaji di sana. Ternyata ustadz itu juga memiliki sebuah sekolah baca al-Quran tidak jauh dari toko TIKI nya berada. Beliau lulusan Gontor dan memiliki master di bidang ekonomi. Sempat menjadi dosen di sebuah universitas negeri di Malaysia. Hebat juga ustadz itu. Mampu berwiraswasta setelah tidak menjadi dosen lagi.

Aku jadi tertarik dan berkata kepada ustadz tersebut bahwa aku mau memperbaiki tajwidku, tapi aku tidak ingin belajar ilmu tajwid yang rumit. Beliau kemudian menyarankan untuk mengikuti kursus mengaji bagi orang dewasa di sekolah miliknya itu. Jadilah kami ikut kursus mengaji dengan metode Qiraati. Metode ini disusun oleh seorang ustadz yang berasal dari Semarang.

Ternyata metode Qiraati ini kompatibel dengan al-Quran edisi Malaysia alias menggunakan rasam Usmani juga. Jadilah aku dan istriku mengikuti kursus mengaji itu selama beberapa bulan. Alhamdulillah, aku bisa memperbaiki tajwidku tanpa harus menghafal hukum-hukum tajwid.

Menurut ustadz itu, ilmu tajwid itu diperlukan kalau kamu mau menjadi guru mengaji. Jadi mampu menjawab kalau ada yang bertanya hukum tajwid. Tapi kalau sekedar untuk baca sendiri atau mengajar anak sendiri, tidak perlu repot-repot belajar ilmu tajwid. Cukup dengan mempelajari tanda-tanda baca di dalam al-Quran rasam Usmani, kamu sudah mampu membaca dengan tajwid yang benar.

Menggunakan al-Quran Dengan Tajwid Berwarna

Kelemahan al-Quran rasan Imlai diperbaiki dengan versi tajwid berwarna. Jadi kalau dijumpai warna biru, bacanya harus panjang. Atau kalau warna harus berhenti. Kira-kira seperti itulah contohnya. Bagus juga bagi yang sudah biasa dengan rasam Imlai. Yang menjadi masalah adalah harga al-Quran dengan tajwid berwarna ini cukup mahal juga. Itulah salah satu kelemahannya.

Tags: , ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.