Home » Yang Ringan

Beda Musim Panas di Penang dan Adelaide

18 February 2011 4 Comments
Kebakaran Semak di Victoria - Australia

Kebakaran Semak di Victoria - Australia

“Pernah merasakan suhu di atas 40 derajat celcius?” saya bertanya kepada Fu’ad.

“Mana ada suhu sampai 40 derajat kalau tinggal di daerah khatulistiwa. Suhu setinggi itu hanya bisa terjadi pada musim panas di Timur Tengah atau di negara-negara yang memiliki gurun pasir yang luas seperti Australia”, jawab Fu’ad lagi.

“Kalau tidak percaya datang saja ke Penang Malaysia sekitar bulan Januari dan Februari. Itu bulan-bulan terpanas di sana”, tukas saya.

Sebelum cerita masalah musim panas di Penang, saya bawa jalan-jalan dulu ke Adelaide Australia ya? Soalnya saya pernah merasakan musim panas yang sangat menyengat di sana hingga mencapai 45 derajat celcius. Sangking panasnya, angin yang berhembus di luar rumah adalah angin yang terasa panas. Ada kawan yang baru datang dari Indonesia, malas minum air ketika musim panas di Adelaide. Akibatnya beliau harus masuk rumah sakit karena kekurangan cairan dalam tubuh.

Suhu yang mencapai 40 derjat ke atas tidak hanya terjadi di Adelaide saja, tapi ditempat tinggal saya sekarang di Pulau Pinang Malaysia bahkan bisa mencapai 50 derjat celcius. Bagaimana saya tahu? Apakah saya bekerja di kantor ramalan cuaca? Tidak juga tuh. Saya cuma menggunakan sebuah termometer untuk mengukur suhu di luar rumah.

Pengukuran suhu luar rumah saya mulai tahun lalu, karena saya penasaran dengan suhu panas luar biasa di Penang pada awal tahun 2008. Saya memutuskan meletakkan a termometer di luar apartement saya di tingkat 7. Saya usahakan agar termometernya terkena matahari langsung.

Berdasarkan pengamatan saya tahun ini (2009), suhu untuk bulan Januari dan Februari bisa mencapai antara 40 sampai 50 derajat celcius di sore hari. Ini saya sertakan foto termometer saya yang menunjukkan suhu di atas 50 derajat supaya anda lebih yakin.

Puncaknya sekitar jam lima sore dan menurun cepat hingga mencapai 30 derajat celcius menjelang maghrib yaitu sekitar jam 7.30 sore. Itu suhu kalau terkena panas matahari langsung. Jadi bisa anda bayangkan kalau anda parkir mobil di terik panas sampai sore, kemudian masuk ke dalamnya ketika pulang kerja. Wooahh…bukan main panasnya. Banyak yang jadi sakit, gara-gara keluar dari dingin AC di kantor dan
langsung masuk ke dalam mobil yang lagi mendidih kepanasan. Termasuk sayalah, kena flu selama dua minggu.

Karena panas yang berkepanjangan, daun-daun pohon banyak yang menjadi kekuningan dan kemudian berguguran. Memang tidak semua pohon mengalami hal tersebut. Tapi berdasarkan pengamatan saya banyak juga pohon-pohon yang tidak pernah berguguran daunnya, menjadi gugur pada musim panas ini. Foto berikut ini menunjukkan beberapa pohon yang kehilangan daunnya. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Ada yang bilang, mungkin termometer saya rusak, karena menurut mereka tidak mungkin suhu di daerah tropis bisa mencapai 40 derajat ke atas. Saya jawab termometer saya baik-baik saja, karena selain bulan Januari dan Febuari, termometer tersebut menunjukkan suhu normal sekitar 31 – 33 derajat celcius di sore hari.

Bagaimana suhu di dalam rumah sendiri? Suhu berkisar sekitar 30 sampai 31 derajat di malam musim panas. Suhu yang cukup membuat gelisah tidur kalau tidak ada AC. Kalau musim hujan suhu dalam rumah, bervariasi antara 28 – 30 derjat celcius.

Walaupun suhu mencapai 40 derjat lebih di sore hari, kenapa tidak sepanas di Adelaide? Jawabannya adalah karena di Adelaide, waktu maghrib masuk sekitar 8.30pm di musim panas. Kalau puncak panasnya jam 5 sore, maka panas yang didapatkan lebih lama di Adelaide daripada di Penang. Selain itu di Penang biasanya pada malam dan pagi hari, angin dingin berhembus mengusir panas yang berada di dalam rumah. Sedangkan di Adelaide, menurut pengalaman saya dulu, angin sangat jarang bertiup di sore atau malam hari untuk mengusir udara panas tersebut. Akibatnya panasnya bisa bertahan di dalam rumah selama musim panas. Kalau ada anginpun, angin panas. Pakai kipas pun sudah tidak mampan lagi. Yang keluar cuma angin panas dari kipas tersebut.

Jadi nasehat saya, banyak minum air putih dan pakailah payung atau topi kalau berjalan di terik matahari. Usahakan jangan terlalu banyak keluar rumah.

Popularity: 25% [?]

4 Comments »

  • Aceh Wordpress said:

    Mantap….jauh banget ya perbandingannya dari Malaysia sampai ke Australia. 40 derjat bisa gosong nggak ya…?

  • Aceh Wordpress said:

    Salam kenal ya…jadi tambah luas pengetahuan saya tentang dunia…Australia dan malaysia adalah negeri yang indah. Entah kapan bisa kesana

  • wiemasen (author) said:

    Kalau orang kulit putih di Adelaide sering kena matahari sepanas itu, mereka bukan gosong lagi, tapi malah bisa terkena kanker kulit. Tapi kalau yang berkulit gelap sedikit seperti orang Asia, agak lebih kebal. Tapi kalau bisa gunakan payung sebanyak mungkin di luar supaya kulit tidak menjadi pedih karena terkena sengatan matahari yang terlalu lama.

  • wiemasen (author) said:

    Salam kenal kembali. Indonesia terutama Aceh sebenarnya lebih indah lagi kalau bisa dikelola dengan baik. Untuk bisa ke Australia atau Malaysia, rajin-rajin aja mencari kesempatan beasiswa. Tapi kalau tinggal di Aceh, jalan-jalan ke Malaysia perkara biasa. Malah ongkos pesawat bisa lebih murah daripada ke Jakarta. Dari Banda Aceh bisa ke Penang langsung naik Fairfly atau ke KL naik AirAsia. Tapi jangan lupa nomor NPWP, supaya tidak bayar fiskal 2,5 juta rupiah.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.