<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tanggung Jawab Nafkah Anak Yatim</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 05:10:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: wiemasen</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/comment-page-1/#comment-2572</link>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 07:22:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=648#comment-2572</guid>
		<description>Sayangnya banyak kejadian seperti itu. Bekas suami harus menanggung nafkah anaknya, baik anak-anaknya tinggal bersama bekas istrinya atau dia sendiri. Berdosa bekas suami tersebut kalau tidak menafkahi anak-anaknya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sayangnya banyak kejadian seperti itu. Bekas suami harus menanggung nafkah anaknya, baik anak-anaknya tinggal bersama bekas istrinya atau dia sendiri. Berdosa bekas suami tersebut kalau tidak menafkahi anak-anaknya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wina</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/comment-page-1/#comment-2571</link>
		<dc:creator>Wina</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 18:26:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=648#comment-2571</guid>
		<description>Saya janda cerai, eks suami masih hidup. Tapi dia memilih tidak menafkahi anaknya. Ngurus ke PA pun sepertinya repot sekali dengan alasan tidak ada hukum untuk eksekusi harta dan anak.

Saya cuma bisa pasrah. Jelas disini tertulis bahwa beban seorang ayah sangatlah berat, bahkan keluarganya pun WAJIB menafkahi anak yatimnya. 

Tapi sudahlah, saya gak muluk2 menuntut hukum dunia. ALLAH SWT maha adil juga maha tahu. Hanya DIA lah yang tahu hukuman apa yang sepantasnya untuk seorang bapak yang menelantarkan anaknya yang masih hidup.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya janda cerai, eks suami masih hidup. Tapi dia memilih tidak menafkahi anaknya. Ngurus ke PA pun sepertinya repot sekali dengan alasan tidak ada hukum untuk eksekusi harta dan anak.</p>
<p>Saya cuma bisa pasrah. Jelas disini tertulis bahwa beban seorang ayah sangatlah berat, bahkan keluarganya pun WAJIB menafkahi anak yatimnya. </p>
<p>Tapi sudahlah, saya gak muluk2 menuntut hukum dunia. ALLAH SWT maha adil juga maha tahu. Hanya DIA lah yang tahu hukuman apa yang sepantasnya untuk seorang bapak yang menelantarkan anaknya yang masih hidup.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bawang Goreng</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/nafkah-anak-yatim/comment-page-1/#comment-2416</link>
		<dc:creator>Bawang Goreng</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 15:46:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iemasen.wordpress.com/?p=648#comment-2416</guid>
		<description>Benar sekali. Jika bapa enggan menafkahi anaknya, ibu boleh tuntut kepada wali/waris anak-anaknya (adik-beradik suami atau datuk anak-anak). Malang sungguh, sebenarnya perundangan ada tetapi pelaksanaannya yang lembap...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar sekali. Jika bapa enggan menafkahi anaknya, ibu boleh tuntut kepada wali/waris anak-anaknya (adik-beradik suami atau datuk anak-anak). Malang sungguh, sebenarnya perundangan ada tetapi pelaksanaannya yang lembap&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

