<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pengertian Salaf dan Salafi</title>
	<atom:link href="http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/</link>
	<description>Hanya Setetes Air di Laut</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 05:10:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: rahmat</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/comment-page-1/#comment-3197</link>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 07:46:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=986#comment-3197</guid>
		<description>asalamualaikum
alhamdulillah wassholatu wassalamau ala rosulillah

masya Allah, mdh2n niat ikhlas n mujahadah sdr punya nilai khusus di sisi Allah

selanjutnya ana minta izin mw copas tulisan ini,.. syukron syeikh

wassalamualaikum wr wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asalamualaikum<br />
alhamdulillah wassholatu wassalamau ala rosulillah</p>
<p>masya Allah, mdh2n niat ikhlas n mujahadah sdr punya nilai khusus di sisi Allah</p>
<p>selanjutnya ana minta izin mw copas tulisan ini,.. syukron syeikh</p>
<p>wassalamualaikum wr wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wiemasen</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/comment-page-1/#comment-3157</link>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 22:50:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=986#comment-3157</guid>
		<description>@ilmuamal: memang betul akan membingungkan bagi non-Muslim yang baru masuk Islam. Perlu waktu yang lama juga bagi mereka untuk memilih mana manhaj yang tepat. Hal yang sama sebenarnya terjadi juga kepada Muslim sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ilmuamal: memang betul akan membingungkan bagi non-Muslim yang baru masuk Islam. Perlu waktu yang lama juga bagi mereka untuk memilih mana manhaj yang tepat. Hal yang sama sebenarnya terjadi juga kepada Muslim sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ilmuamal</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/comment-page-1/#comment-3156</link>
		<dc:creator>ilmuamal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 07:21:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=986#comment-3156</guid>
		<description>keren artikelnya..jadi terpikir gmn kalau ada non islam mau masuk islam..mau masuk islam...oks silahkan banyak pilihan rasa..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keren artikelnya..jadi terpikir gmn kalau ada non islam mau masuk islam..mau masuk islam&#8230;oks silahkan banyak pilihan rasa..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dulrohman</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/comment-page-1/#comment-2956</link>
		<dc:creator>dulrohman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 18:28:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=986#comment-2956</guid>
		<description>apakah salafi itu orangnya kaku, lalu bagaimana dakwah mereka diterima kalau orangnya judez-judez.

sesungguhnya orang mengakui dirinya salafi, wahabi, muhammadiyah dsb.
secara tidak sadar mereka juga telah membuat firqoh (menisbatkan diri pada aliran tertentu).

SAYA TIDAK MAU IKUT APAPUN MELAINKAN HANYA MENGIKUTI ISLAM &quot;TANPA EMBEL-EMBEL&quot;. ITULAH ISLAM LURUS YANG DIAJARKAN RASULULLAH.

mari umat Islam kita harus sadar. umat Islam adalah satu aqidah. maka dilarang saling &quot;kaku-kakuan&quot;.

sesungguhnya agama islam itu adalah agama ajaran Rasulullah SAW. jika anda mengaku islam maka jangan mengambil apa-apa diluar ajaran Rasulullah karena bisa saja ajaran baru itu mengandung kemusyrikan, permurtadan dsb. DAN KEBENARAN ITU SEMATA-MATA HANYA MILIK ALLAH.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah salafi itu orangnya kaku, lalu bagaimana dakwah mereka diterima kalau orangnya judez-judez.</p>
<p>sesungguhnya orang mengakui dirinya salafi, wahabi, muhammadiyah dsb.<br />
secara tidak sadar mereka juga telah membuat firqoh (menisbatkan diri pada aliran tertentu).</p>
<p>SAYA TIDAK MAU IKUT APAPUN MELAINKAN HANYA MENGIKUTI ISLAM &#8220;TANPA EMBEL-EMBEL&#8221;. ITULAH ISLAM LURUS YANG DIAJARKAN RASULULLAH.</p>
<p>mari umat Islam kita harus sadar. umat Islam adalah satu aqidah. maka dilarang saling &#8220;kaku-kakuan&#8221;.</p>
<p>sesungguhnya agama islam itu adalah agama ajaran Rasulullah SAW. jika anda mengaku islam maka jangan mengambil apa-apa diluar ajaran Rasulullah karena bisa saja ajaran baru itu mengandung kemusyrikan, permurtadan dsb. DAN KEBENARAN ITU SEMATA-MATA HANYA MILIK ALLAH.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wiemasen</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/comment-page-1/#comment-2917</link>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 23:49:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=986#comment-2917</guid>
		<description>Alhamdulillah, memang itu tujuan saya menulis artikel ini. Agar orang-orang yang baru mulai mendekati manhaj salaf tidak menjadi goyang dan kebingungan dikarenakan isu-isu yang timbul baik dari dalam atau dari luar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, memang itu tujuan saya menulis artikel ini. Agar orang-orang yang baru mulai mendekati manhaj salaf tidak menjadi goyang dan kebingungan dikarenakan isu-isu yang timbul baik dari dalam atau dari luar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: moko</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/comment-page-1/#comment-2912</link>
		<dc:creator>moko</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 23:41:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=986#comment-2912</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Saya suka blog anda membawa pencerahan. Manhaj salaf yang saya mulai tekuni kok rasanya jauh dari apa yg dituduhkan orang2. Prihatin sekali hati ini dengan tuduhan2 keji terhadap manhaj ini. Apalagi buat saya yang masih sangat pemula, yang selain dari pengajian juga rajin baca di internet. Tapi disitu begitu banyak hujatan... sampai2 hati ini begiru miris..begitukah akhlak seorang muslim terhada saudaranya?...
Seperti hujatan di kaskus, salafytobat.wordpress.com dan lainnya.. yang tentu sedikit banyak berpengaruh terhadap keistiqomahan saya dalam membangun kerangka salaf dalam beribadah...
Terima kasih saudaraku, tulisan anda laksana embun pagi pagi yg menyejukka...barakallahu, jazakallah khairan...Assalaamu&#039;alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakaatuh<br />
Saya suka blog anda membawa pencerahan. Manhaj salaf yang saya mulai tekuni kok rasanya jauh dari apa yg dituduhkan orang2. Prihatin sekali hati ini dengan tuduhan2 keji terhadap manhaj ini. Apalagi buat saya yang masih sangat pemula, yang selain dari pengajian juga rajin baca di internet. Tapi disitu begitu banyak hujatan&#8230; sampai2 hati ini begiru miris..begitukah akhlak seorang muslim terhada saudaranya?&#8230;<br />
Seperti hujatan di kaskus, salafytobat.wordpress.com dan lainnya.. yang tentu sedikit banyak berpengaruh terhadap keistiqomahan saya dalam membangun kerangka salaf dalam beribadah&#8230;<br />
Terima kasih saudaraku, tulisan anda laksana embun pagi pagi yg menyejukka&#8230;barakallahu, jazakallah khairan&#8230;Assalaamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakaatuh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wiemasen</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/comment-page-1/#comment-2793</link>
		<dc:creator>wiemasen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 10:55:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=986#comment-2793</guid>
		<description>Bagaimana kalau mas Lutfi saja yang buat, nanti tolong dibagi ilmunya kepada saya. Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana kalau mas Lutfi saja yang buat, nanti tolong dibagi ilmunya kepada saya. Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lutfi Prayogi</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/comment-page-1/#comment-2791</link>
		<dc:creator>Lutfi Prayogi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 23:07:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=986#comment-2791</guid>
		<description>Assalamualaykum Wr. Wb.

Terima kasih atas info berharganya mas wiemasen.
apa mas ada referensi ilmiah tentang klasifikasi manhaj2 seperti ini, baik buku, jurnal, skripsi, tesis, ataupun disertasi? intinya yang sumbernya bukan bacaan populer seperti majalah.
terima kasih. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaykum Wr. Wb.</p>
<p>Terima kasih atas info berharganya mas wiemasen.<br />
apa mas ada referensi ilmiah tentang klasifikasi manhaj2 seperti ini, baik buku, jurnal, skripsi, tesis, ataupun disertasi? intinya yang sumbernya bukan bacaan populer seperti majalah.<br />
terima kasih. <img src='http://blog.wiemasen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hamba</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/comment-page-1/#comment-2598</link>
		<dc:creator>hamba</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 06:58:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=986#comment-2598</guid>
		<description>Ayo, kita semangat menuntut ilmu...

Barokallohu fiik. Terima kasih atas artikelnya. Semoga kita selalu lembut berdakwah dan mementingkan akhlakul karimah pada sesama muslimin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ayo, kita semangat menuntut ilmu&#8230;</p>
<p>Barokallohu fiik. Terima kasih atas artikelnya. Semoga kita selalu lembut berdakwah dan mementingkan akhlakul karimah pada sesama muslimin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu Nailah</title>
		<link>http://blog.wiemasen.com/pengertian-salaf-dan-salafi/comment-page-1/#comment-2596</link>
		<dc:creator>Abu Nailah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 12:50:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.wiemasen.com/?p=986#comment-2596</guid>
		<description>Artikel nya bagus, jazakaLlah khairan. Tapi untuk madzhab &#039;aqidah, ulama memang membagi ke dalam madzhab salaf dan khalaf. Dan khalaf di sini bukan berarti dia menyimpang dari jalan yang lurus. Karena baik madzhab salaf maupun khalaf keduanya adalah Ahlus Sunnah wal Jama&#039;ah (tentu ini tidak berlaku bagi pihak yang mengklaim kebenaran hanya pada kelompok dan syekhnya; Allahummaghfirlanaa wa lahum).

Dan kalau kita hendak melihat Abu&#039;l Hasan Al-Asy&#039;ary, beliau adalah pendekar Ahlus Sunnah pertama yang bisa membungkam seluruh hujah mu&#039;tazilah setelah sebelumnya Ahlus Sunnah hanya bisa &#039;berdiam&#039; ketika berdebat dengan mu&#039;tazilah. Bahkan tak kurang Ibnu Taimiyah pun yang diklaim oleh banyak orang saat ini sebagai &#039;pemimpin&#039; nya, memuji beliau. Dan kalau kita mau jujur, predikat &quot;Ahlus Sunnah wal Jama&#039;ah&quot; sendiri baru disematkan pertama kali kepada pengikut Abu&#039;l Hasan Al-Asy&#039;ary ini. Bahkan sebagian mengatakan bahwa sebenarnya perjalanan &#039;pemikiran&#039; beliau (katakanlah demikian) tidak berhenti di sini, karena kitab Al-Ibanah adalah kitab beliau yang menunjukkan pemikiran final beliau yang memperlihatkan bahwa beliau bermadzhab aqidah salaf.

Adapun perjalanan madzhab khalaf sendiri bukan tanpa sebab (bisa dibaca &quot;As-Salafiyah : Marhalah Zamaniyah Mubarakah La Mazhab Islami&quot; atau &quot;SALAFI : Sebuah periode yang diberkahi, bukan manhaj Islam&quot; karya Al-Buthy). Dan untuk takwil sendiri, bukan berarti begitu saja diperbolehkan men-takwil, namun ada syarat2 yagn perlu diketahui saat men-takwil seperti sesuai dengan bahasa Arab dengan pengertian yang dimiliki oleh orang Arab dalam kata tsb misalnya. 

Lagipula, kalau kita hendak melihat lebih jauh, ada ayat2 yang memang mau tidak mau harus kita takwil. Seperti: &quot;...Maka pada hari ini Kami lupakan mereka, sebagaimana dulu mereka telah melupakan hari pertemuan mereka ini dan juga karena dahulu mereka senantiasa menentang ayat-ayat Kami.&quot; (Q.S:7:51)... Tentu kita tidak bisa mengatakan bahwa Allah Swt. lupa karena Allah Swt. Tidak Pernah Lupa. Dan memang maksud ayat pertama bukan Allah Swt. lupa. Allah Swt. Berfirman: &quot;Dan tidaklah Tuhanmu lupa.&quot; (Q.S:19:64). 

Belum lagi nanti kalau kita melihat bahwa madzhab salaf sendiri terbagi dua, yaitu itsbat dan tawfidh. Pihak pengklaim kebenaran pada kelompoknya memilih menggunakan itsbat dan menghantam selainnya (Allahummaghfirlanaa wa lahum). Walau mayoritas ulama mengatakan bahwa madzhab salaf adalah tawfidh. (Tapi tenang, saya penganut &#039;adidah madzhab salaf juga lho... ^_^ )

Untuk perkataan Imam Syafi&#039;i bahwa hadits shahih adalah madzhab beliau, bukan berarti kita menafikan pendapat madzhab beliau hanya karena kita membaca satu hadits sekali lewat di sebuah buku hadits yang &#039;tampak&#039;nya menurut kita bertentangan dengan madzhab Syafi&#039;i. Karena sebuah madzhab bukan berarti produk sang imam semata. Madzhab adalah sebuah produk yang dibangun oleh seorang imam dan dilengkapi oleh ulama2 yang sesudahnya sampai ia berada pada di zaman kita sekarang ini. Jadi ketika kita berbicara madzhab Syafi&#039;i, berarti kita mengikut sertakan di dalamnya pendapat Imam Nawawi, Ibnu Hajar Al-Asyqalani, Al-Haitsami, Ar-Romli, Al-Ghazali dll. Karenanya kita pun akan menemukan bahwa di dalam madzhab Syafi&#039;i sendiri akan ada perbedaan pendapat antara Al-Haitsami dan Ar-Romli misalnya. Jadi tidak semata2 selalu berasal dari pendiri madzhab semata.

Tapi sekali lagi, artikelnya bagus. OK sekali. Sekedar menambahkan bahwa Imam Abu Hanifah adalah seorang tabi&#039;in (generasi kedua setelah sahabat). Jadi barangsiapa mengatakan bahwa madzhab saya adalah Hanafi, berarti dia adalah seorang pengikut salafush shalih. 

WaLlahu a&#039;lam bishshawwab. 

Semoga Allah Swt. berkenan melapangkan hati kita dalam melihat perbedaan pendapat di kalangan ulama2 kita baik salaf maupun khalaf dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama&#039;ah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel nya bagus, jazakaLlah khairan. Tapi untuk madzhab &#8216;aqidah, ulama memang membagi ke dalam madzhab salaf dan khalaf. Dan khalaf di sini bukan berarti dia menyimpang dari jalan yang lurus. Karena baik madzhab salaf maupun khalaf keduanya adalah Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah (tentu ini tidak berlaku bagi pihak yang mengklaim kebenaran hanya pada kelompok dan syekhnya; Allahummaghfirlanaa wa lahum).</p>
<p>Dan kalau kita hendak melihat Abu&#8217;l Hasan Al-Asy&#8217;ary, beliau adalah pendekar Ahlus Sunnah pertama yang bisa membungkam seluruh hujah mu&#8217;tazilah setelah sebelumnya Ahlus Sunnah hanya bisa &#8216;berdiam&#8217; ketika berdebat dengan mu&#8217;tazilah. Bahkan tak kurang Ibnu Taimiyah pun yang diklaim oleh banyak orang saat ini sebagai &#8216;pemimpin&#8217; nya, memuji beliau. Dan kalau kita mau jujur, predikat &#8220;Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah&#8221; sendiri baru disematkan pertama kali kepada pengikut Abu&#8217;l Hasan Al-Asy&#8217;ary ini. Bahkan sebagian mengatakan bahwa sebenarnya perjalanan &#8216;pemikiran&#8217; beliau (katakanlah demikian) tidak berhenti di sini, karena kitab Al-Ibanah adalah kitab beliau yang menunjukkan pemikiran final beliau yang memperlihatkan bahwa beliau bermadzhab aqidah salaf.</p>
<p>Adapun perjalanan madzhab khalaf sendiri bukan tanpa sebab (bisa dibaca &#8220;As-Salafiyah : Marhalah Zamaniyah Mubarakah La Mazhab Islami&#8221; atau &#8220;SALAFI : Sebuah periode yang diberkahi, bukan manhaj Islam&#8221; karya Al-Buthy). Dan untuk takwil sendiri, bukan berarti begitu saja diperbolehkan men-takwil, namun ada syarat2 yagn perlu diketahui saat men-takwil seperti sesuai dengan bahasa Arab dengan pengertian yang dimiliki oleh orang Arab dalam kata tsb misalnya. </p>
<p>Lagipula, kalau kita hendak melihat lebih jauh, ada ayat2 yang memang mau tidak mau harus kita takwil. Seperti: &#8220;&#8230;Maka pada hari ini Kami lupakan mereka, sebagaimana dulu mereka telah melupakan hari pertemuan mereka ini dan juga karena dahulu mereka senantiasa menentang ayat-ayat Kami.&#8221; (Q.S:7:51)&#8230; Tentu kita tidak bisa mengatakan bahwa Allah Swt. lupa karena Allah Swt. Tidak Pernah Lupa. Dan memang maksud ayat pertama bukan Allah Swt. lupa. Allah Swt. Berfirman: &#8220;Dan tidaklah Tuhanmu lupa.&#8221; (Q.S:19:64). </p>
<p>Belum lagi nanti kalau kita melihat bahwa madzhab salaf sendiri terbagi dua, yaitu itsbat dan tawfidh. Pihak pengklaim kebenaran pada kelompoknya memilih menggunakan itsbat dan menghantam selainnya (Allahummaghfirlanaa wa lahum). Walau mayoritas ulama mengatakan bahwa madzhab salaf adalah tawfidh. (Tapi tenang, saya penganut &#8216;adidah madzhab salaf juga lho&#8230; ^_^ )</p>
<p>Untuk perkataan Imam Syafi&#8217;i bahwa hadits shahih adalah madzhab beliau, bukan berarti kita menafikan pendapat madzhab beliau hanya karena kita membaca satu hadits sekali lewat di sebuah buku hadits yang &#8216;tampak&#8217;nya menurut kita bertentangan dengan madzhab Syafi&#8217;i. Karena sebuah madzhab bukan berarti produk sang imam semata. Madzhab adalah sebuah produk yang dibangun oleh seorang imam dan dilengkapi oleh ulama2 yang sesudahnya sampai ia berada pada di zaman kita sekarang ini. Jadi ketika kita berbicara madzhab Syafi&#8217;i, berarti kita mengikut sertakan di dalamnya pendapat Imam Nawawi, Ibnu Hajar Al-Asyqalani, Al-Haitsami, Ar-Romli, Al-Ghazali dll. Karenanya kita pun akan menemukan bahwa di dalam madzhab Syafi&#8217;i sendiri akan ada perbedaan pendapat antara Al-Haitsami dan Ar-Romli misalnya. Jadi tidak semata2 selalu berasal dari pendiri madzhab semata.</p>
<p>Tapi sekali lagi, artikelnya bagus. OK sekali. Sekedar menambahkan bahwa Imam Abu Hanifah adalah seorang tabi&#8217;in (generasi kedua setelah sahabat). Jadi barangsiapa mengatakan bahwa madzhab saya adalah Hanafi, berarti dia adalah seorang pengikut salafush shalih. </p>
<p>WaLlahu a&#8217;lam bishshawwab. </p>
<p>Semoga Allah Swt. berkenan melapangkan hati kita dalam melihat perbedaan pendapat di kalangan ulama2 kita baik salaf maupun khalaf dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

