Saleuem Group – Nasyid Aceh

Nasyid Aceh - Saleuem Group

Nasyid Aceh – Saleuem Group

Sebenarnya saya tidak terlalu suka mendengarkan lagu-lagu Aceh masa kini. Alasannya mudah saja, lagu-lagu Aceh sekarang ini kebanyakan dikemas dengan musik dangdut, salah satu aliran musik yang tidak saya sukai. Hanya ada satu kelompok musik yang membuat hati saya betul-betul terpaut dengan musik etnik Aceh, yaitu musik dari sekelompok mahasiswa IAIN yang dinamakan “Saleuem Group”.

Kejadian bermula ketika saya sadang “Jak Saweue Gampong” (Pulang Kampung) sekitar awal tahun 2007. Beberapa hari sebelum saya balik ke negeri seberang tempat saya bekerja sekarang, saya berburu ke toko souvenir-souvenir di Banda Aceh. Tujuannya apa lagi kalau bukan membeli oleh-oleh menarik buat teman-teman anak saya di Penang. Tidak terpikir sama sekali untuk membeli sebuah album lagu-lagu Aceh. Eh kalau memang sudah takdir, ketika mengunjungi sebuah toko souvenir di belakang mesjid Raya Baiturrahman, saya terserempak dengan sebuah sampul kaset yang berjudul menarik “Saleuem Group – Album Etnik Aceh”. Emm…album apa lagi ni, jangan-jangan lagu Aceh yang dikemas dengan irama dangdut.

Antara keinginan untuk beli dengan tidak, saya mencoba kaset tersebut. Wow, ternyata musiknya sangat bagus. Hasil perpaduan beberapa jenis musik dengan unsur Aceh, Melayu, Arab dan Klasik. Gendang Rapai salah satu jenis gendang Aceh, terdengar dengan lembut di hampir semua lagu. Disertai dengan petikan gitarnya yang sangat melodius, saya hampir tidak percaya kalau ini dihasilkan oleh sebuah sanggar seni IAIN Ar-Ranniry Banda Aceh.

Anggota grup musik ini berjumlah 9 orang yaitu Opay, Yakoep Samalanga, Salbra Muda, Fauzi, Joel Passe, Saifullah, Mahfidh, Vijay, dan Dedi. Ngomong-ngomong album ini dikeluarkan tahun 2005 yang lalu, dua bulan setelah tsunami. Wah betul-betul ketinggalan saya ini.

Ada sembilan lagu yang ditampilkan dalam album ini:

1. Saweu Syedara (Mengunjungi Saudara)

Lagu ini menceritakan kegembiraan karena kepulangan saudara dirantau untuk menjenguk saudaranya di kampung. Salah satu liriknya berbunyi:

Meukru Seumangat Hai Aneuk Aneuk Nanggroe
(Semangat ya Hai Anak Negeri)
Gata Ka Tawoe Gata Ka Tawoe Saweu Syedara
(Anda sudah pulang 2x , kunjungi saudara)
Beutuwah Tuboh Lam Jeut-Jeut Jeut-Jeut Uroe
(Semoga selalu sehat jasmani setiap hari)
Beu Ek Meusahoe Beu Ek Meusahoe Beusaboh Banja
(Supaya bisa bersama dalam satu barisan)

Ini sedikit cuplikan di awal lagunya s_saweu_sedara_sample2.mp3.

2. Saweueb Ie Beuna

Lagu ini mengisahkan musibah tsunami yang menimpa Aceh, jadi jangan heran kalau melodinya terkesan sendu. Isinya menceritakan terpisahnya antara seorang anak yang sedang dibuai di ayunan dengan ibunya karena musibah tsunami. Liriknya adalah:

Seudeh-Seudeh Nyoe Kisah Seudeh
(Sedih Sedih Ini Kisah Sedih)
Aneuk Puteh Gleh Meupisah Ngoen Ma
(Anak Putih Bersih Terpisah Dengan Ibunya)
Aneuk Mantong Cut Teungeut Lam Doda
(Anak Yang Sedang Tidur di Buaian)
Teungeh Geu Manja Ubat Hate Ma
(Sedang Bermanja Obat Hati Ibu)

Memang lagu ini bisa menyebabkan tumpahnya air mata seorang ibu atau ayah yang kehilangan anak-anaknya. Kesedihan yang memerlukan waktu yang lama untuk disembuhkan.

3. Do’a Kamoe (Do’a Kami)

Pada dasarnya lirik lagu ini berisikan doa kepada Allah agar menerima amal, tobat, sembahyang, zakat dan puasa. Juga ada sedikit selawat yang diikuti oleh harapan suapaya mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW di hari akhir nanti. Kekurangannya hanya pada lirik yang berbunyi Tahudep Ngoen Cahaya Nabi, yang artinya Kita Hidup Dengan Cahaya Nabi. Kalau yang dimaksud dengan cahaya Nabi SAW sebagai sunnah yang ditinggalkan beliau, maka hal itu tidak menjadi masalah. Tapi yang dikhawatirkan adalah kalau maksudnya adalah kita berasal dari cahaya Nabi SAW (Nur Muhammad). Ini merupakan konsep tidak benar yang dianut oleh kaum sufi. Dari segi musik, lagu ini cukup bagus, karena diiringi dengan Serunei Kale (seruling Aceh) yang dominan sepanjang lagu dan juga gendang Rapai.

4. Sifeut Hate (Sifat Hati)

Dengan diiringin petikan gitar dan tabuhan Rapai, lagu ini sangat enak didengar. Isinya menceritakan sebuah do’a agar Allah SWT menetapkan hati dan menjauhkan dari segala macam kekotoran hati yang dapat memecah belah sesama saudara dan sebagainya. Juga sebuah permintaan agar kita bisa mati dalam keadaan beriman.

5. Awaluddin

Belum dibahas lagi … :)

6. Saleum

Diawali dengan petikan gitar gambus, dan kemudian diikuti dengan gendang Rapai, lagu ini berisikan anjuran supaya kita tidak berpaling dari Allah SWT. Sedikit cuplikan di pertengahan lagu:

Ayat Al Qur’an Kalam Yang Suci
Lon Baca Areuti Ngon Cara Nadhan
(Saya Baca Arti Dengan Cara Nadhan)
Neu Deungo Bacut Wahai Sahbat
(Dengarlah Sedikit Wahai Sahabat)
Beujeut Keu Ubat Hudep Lam Donya
(Supaya Jadi Obat Hidup di Dunia)

Mau dengar lagunya walaupun sedikit? Ini dia s_saleum_sample1.mp3. Sorry ya, saya tidak berani letak seluruh lagu, takut melanggar hak cipta.

7. Nur Janjoengan

Salah satu lagu yang paling saya tidak sukai dalam album ini. Saya selalu melewati lagu ini ketika sedang mendengar album ini. Kenapa ya? Ini karena lagu ini menceritakan bahwa asal manusia adalah dari Nur Muhammad. Inilah salah satu aqidah orang sufi yang tidak tepat, karena tidak ada landasannya di dalam Al’Quran dan Sunnah. Di lain kesempatan saya akan membahas topik ini. Ini sedikit cuplikan liriknya:

Jen Insan Ngoen Malaikat
(Jin Manusia dan Malaikat)
Lat Batat Dum Asoe Donya
(Semuanya isi dunia)
Bandum Asai Bak Nur Muhammad
(Semua Asalnya dari Nur Muhammad)
Ngoen Beureukat Nabi Mulia
(Dengan Berkat Nabi Mulia)

8. Suloh

Ini lah salah satu lagu favorit saya. Liriknya sangat menyentuh, karena mengingatkan kita untuk bertobat sebelum mati. Diiringi dengan gendang Rapai yang lembut dan petikan gitar yang asyik, saya bisa meneteskan air mata mendengarkan lagu ini. Berikut ini sedikit liriknya:

Beudoh Jak Taubat Youh Goh Lom Matee
(Bangun Untuk Bertobat Sebelum Mati)
Youh Goh Lom Tasyree Ta Tinggal Dounya
(Sebelum bercerai/berpisah dengan dunia)
Youh Goh Lom Tasoek Pakaian Puteeh
(Sebelum Pakai Pakaian Puteh)
Youh Goh Lom Ta Eeh Dalam Keureunda
(Sebelum Tidur Dalam Kerenda)

Dan ini sedikit cuplikan lagunya s_suloh_sample1.mp3.

9. Balaghal ‘Ula

Sabar ya … :)

Grup Saleueum ini berasal dari Sanggar Seni Seulawat IAIN Ar-Ranniry Banda Aceh. Mereka sering tampil dalam acara-acara seni. Bahkan baru-baru ini mereka juga mengadakan pertunjukan di Beijing Cina. Mau tahu aksi mereka dalam menari? Saksikan tarian Likok Pulo yang mereka bawakan di Youtube.

Berikut ini adalah aksi mereka memukul gendang khas Aceh Rapai dalam sebuah tarian yang disebut tari Rapai Geleng.

Comments

comments

Share Button
(Visited 636 times, 1 visits today)