Aqidah

Membahas aqidah yang sahih menurut sunnah.

Bulan Islam

Pahami bagaimana bulan-bulan Islam itu ditentukan.

Ekonomi Islam

Belajar seluk-beluk perbankan Islam.

Politik

Politik dari sudut pandang Islam.

Fiqh

Berbagai macam jawaban fiqh.

Home » Sejarah

Sikap Kita Kepada Mu’awiyah Bin Abi Shufyan

Submitted by on April 26, 2012 – 5:35 am16 Comments

Ustadz, sudah kita ketahui bahwa kita dilarang mencela dan mencemooh (menganggap jelek) prilaku para sahabat nabi karena mereka adalah generasi terbaik dalam Islam. Tapi ketika kita melihat sejarah, maka tidak bisa dipungkiri bahwa pada masa Kekholifahan sahabat Mu’awiyah bin Abi Shufyan terdapat banyak hal yang tidak sesuai dengan prinsip Islam. Seperti perebutan kekuasaan, politisasi Haditsatut Tahkim dan juga pengangkatan putranya, Yazid bin Mu’awiyah sebagai PUTRA MAHKOTA. Bagaimana tanggapan Ustadz?

Umumnya setiap kali kita bicara tentang perseteruan para shahabat nabi terutama antara Muawiyah, Ali dan Utsman, aroma yang kita hirup tidak akan jauh-jauh dari suasana panas, fitnah dan darah. Seolah-olah kisah mereka hanya melulu kekerasan dan tragedi, sementara prestasi mereka tidak pernah diungkap. Katakanlah tentang bagaimana kisah Yazid bin Mu’awiyah yang ternyata pernah singgah di negeri kita nusantara tercinta ini. Ternyata seorang Yazid yang seringkali kita hujat, setidaknya oleh beberapa versi buku sejarah, adalah seorang pahlawan besar yang berjasa menyebarkan agama Islam ke berbagai negara di dunia ini, termasuk Indonesia.

Lalu kenapa kisah tentang orang-orang besar itu malah menjadi kisah perebutan kekuasaan?

Apakah hidup mereka hanya berisi perebutan masalah duniawi seperti itu? Senista itukah orang-orang yang dididik dan dibina serta dikader oleh seorang Rasulullah SAW?

Ada banyak hal yang perlu kita pahami saat kita membaca sejarah Islam, karena menyangkut bagaimana nanti kita memahami sejarah itu.

Pertama

Di antaranya adalah akurasi sebuah kisah. Apa benar cerita dan kisah yang ditulis orang dalam sejarah itu merupakan fakta atau hanya rekaan manusia? Bukan tidak mungkin kalau semua itu ditulis oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung-jawab, yaitu para orientalis kafir yang jahat.

Ternyata menurut Dr. Muhammad Qutub, nyaris hampir semua buku sejarah ditulis oleh para orientalis, bukan oleh para ulama yang lurus dan berpihak kepada Islam. Sehingga beliau mengusulkan untuk dilakukan penulisan ulang terhadap sejarah Islam dari mula. Sebab buku-buku dan literatur yang tersedia di berbagai perpustakaan, nyaris tidak ada yang bisa dipegang karena begitu banyak sumbernya ditulis oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sehingga wajah para shahabat nabi yang mulia itu berubah menjadi hitam dalam lembar sejarah tulisan mereka.

Kedua

Mungkin kita menerima kebenaran kisah yang terjadi di masa para shahabat nabi, karena memang ada konfirmasi dari para sejarawan muslim yang shalih, tetapi bagaimana dengan sudut pandang dan penafsiran atas kejadian tersebut?

Sebab biar bagaimana pun faktor subjektifitas dalam menilai sebuah kisah dan cerita memang sangat besar. Bukan tidak mungkin ada opini penulis sejarah yang terbawa. Kisah boleh sama, tapi keberpihakan pasti berbeda. Sudut pandangnya pun juga beda.

Misalnya, kalau sejarah ditulis oleh Belanda, maka yang jadi pahlawan adalah tentara Belanda. Sebaliknya, kalau yang menuliskannya adalah orang Indonesia, maka yang biasanya yang benar dan menang dalam peperangan itu adalah pihak Indonesia.

Kalau kita nonton film Rambo, maka yang jadi jagoan adalah Amerika. Tapi kalau kita nonton film buatan Vietnam, maka Amerika justru jadi penjahat.

Sekarang ketika kita baca kisah perseteruan antara Mu’awiyah dan yang lainnya, kira-kira kisah itu versi siapa? Versi para pendukung Muawiyah atau kah versi para penentangnya?

Sikap Kita Kepada Para Shahabat

Para shahabat nabi semuanya adalah orang shalih, dan diharamkan bagi kita untuk mencaci maki para shahabat ridhwanullahi alaihim. Bahkan banyak di antara mereka yang dipastikan masuk surga, sejak masih hidup.

Misalnya keempat khalifah Rasulullah SAW yaitu Abu Bakar, Umar bin Al-Khattab, Utsman bin Al-Affan dan Ali bin Abi Thalib, ridhwanullahi ‘alaihim. Dan ada juga 10 para shahabat yang dijanjikan surga.

Di dalam Al-Quran, Allah SWT telah menyanjung para shahabat nabi ini tanpa terkecuali. Allah telah ridha kepada mereka dan mereka juga ridha kepada Allah.

Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).(QS. Al-Fath: 18)

Kesimpulannya adalah kita memang wajib menulis ulang kitab-kitab sejarah kita. Karena apa yang kita baca saat ini tentang para shahabat nabi itu, seringkali bersumber dari rujukan non muslim. Atau dari umat Islam namun asal muasal riwayatnya tidak bisa dipertanggung-jawabkan.

Kalau hadit nabi Muhammad SAW punya penelitian yang canggih sehingga bisa keluar status hukum hadits, ada yang shahih, hasan dan dhaif termasuk yang maudhu’, sayang sekali justru ketika meriwayatkan kisah para shahabat, khususnya konflik yang terjadi di masa Muawiyah, kita tidak menggunakan sistem seleksi seketat hadits nabi.

Seadainya sistem seleksi riwayat itu dibuat ketat, insya Allah kita tidak akan membaca kisah yang penuh dengan darah ala film silat. Tetapi yang kita lihat adalah keagungan bangunan Islam.

Sikap Kita Kepada Muawiyah dan lainnya

Sikap kita kepada Muawiyah tidak ada bedanya dengan sikap kita kepada Ali bin Abi Thalib atau pun juga kepada Utsman bin Al-Affan ridhwanullahi ‘alaihim. Logikanya, kalau kita membenci Mu’awiyah, maka ada berapa banyak hadits yang harus ditolak, lantaran diriwayatkan oleh Mu’awiyah? Dan ternyata hadits-hadits itu shahih.

Bukankah menolak hadits shahih justru merupakan kekufuran?

Para ulama hadits sepanjang sejarah tidak pernah menolak hadits dari siapa pun yang diriwayatkan oleh para shahabat, siapa pun dan dari kelompok mana pun shahabat itu. Bahkan seleksi al-jarhu wa at-ta’dil tidak diberlakukan di level shahabat. Seleksi seketat itu hanya diberlakukan di level berikutnya, mulai dari level tabi’in ke bawah.

Adapun para shahabat nabi, semuanya berstatus ‘adil, tidak bisa ditetapkan sebagai pendusta, atau ingatannya lemah, atau sebutan-sebutan lain khas ahli hadits.

Seban semua shahabat nabi SAW tanpa kecuali adalah orang-orang yang ‘adil dan diridhai Allah SWT. Maka kita menyebut Mu’awiyah dengan tidak lupa pula disandingkan dengan sebutan radhiyallahu ‘anhu. Lupakan saja tulisan sejarah yang tidak jelas asal-usulnya itu, setidaknya belum lagi diseleksi lewat sistem kritik hadits yang profesional.

Semoga ke depan lahir dari umat ini orang-orang yang menjadi ekpert di bidang ilmu sejarah, untuk memperbaiki penulisan sejarah yang kini lebih sering diselewengkan oleh para orientalis beserta murid-muridnya dan juga orang-orang yang terlalu banyak merujuk ke tulisan mereka.

Sumber:

Bagaimana Bersikap Kepada Mu’awiyah Bin Abi Shufyan?
Oleh Ahmad Sarwat, Lc

http://www.eramuslim.com/ustadz/aqd/8719150041-bagaimana-bersikap-mu039awiyah-bin-abi-shufyan.htm

Artikel-Artikel lainnya

Bahaya Syi’ah

Pemurnian Sejarah Pada Zaman Ali ra

Tags:

16 Comments »

  • Abu fatih says:

    1. kata siapa yazid datang ke indonesia dengan niat menyebarkan islam ? (kalo anda bicara tentang sejarah maka dari mana sumbernya ? jangan-jangan dari pendukung yazid sendiri)
    2. apakah anda menggap sejarah yang ditulis Thabari (Tariq thabari) dan Yaqubi (tariq Yaqubi) merupakan produk orientalis. Padahal disitu jelas-jelas menyebutkan kebengisan dan keburukan muawiyah dan keturunannya yazid…..)
    3. Apa kriteria sahabat nabi ? apakh semua orang yang hidup dan berjumpa dengan nabi berarti sahabat nabi. Kalo memang begitu Abdullah bin ubay pun boleh disebut sahabat nabi.

    4. kata siapa menolak hadis merupakan kekufuran ? lalu kenapa imam hanafi menolak ribuan hadis riwayat abu hurairah dan hanya meneriama 17 hadis saja. Padahal hadis yang ditolak tersebut menurut metode buchori dan muslim banyak yang sahih ? (lihat fiqh al akbar oleh imam hanafi). Dan kenapa hadis riwayat Imam Ali hanya diterima tak lebih dari 400 buah saja oleh para (katanya) ahli hadis, pada Rasulullah pernah besabda :
    “Kalo aku kotanya ilmu maka ‘ali adalah pintunya “. itu karena tak pernah sekalipun bila akan mengajarkan qur’an atau menjelaskan suatu hal penting (yang kelak menjadi hadis), bila imam ali ada disekitarnya (maksudnya tidak berpergiah), Rasulullah pasti memanggilnya. Lalu kenapa hadis riwayat Imam ‘ali banyak yang ditolak?

    5. sama dengan nomo3 3. Kalo memang semua orang yang hidup sezaman dengan Rasul harus diberi gelar Radiyallahu anhu, maka kenapa tak sekalian Abdullah bin uabay (tokoh munafik itu) juga diberi gelar serupa. Jadi perlakukan orang sesuai dengan tindakannya, misal memberi sebutan untuk Yazid bin Muawiyah Laknatullah.

    6.Melupakan Sejarah ? anda ngawur apa ? sejarahlah yang menerangkan kepada kita bagaimana kehidupan masa lalu, termasuk kehidupan Rasul, keluarganya, masyarakat madinah, dan (sebenar-benarnya) sahabat. Dengan demikian ulama saat ini bisa menarik satu ketetapan hukum atas keadaan masa lalu .

    S

  • Usama says:

    Wah kalo bilang zaid ikut menyebarkan Islam di indonesia, hal ini sangat ngawur, bodoh dan tidak berdasar sama sekali. artikel diatas menulis sbb: “…nusantara tercinta ini. Ternyata seorang Yazid yang seringkali kita hujat, setidaknya oleh beberapa versi buku sejarah, adalah seorang pahlawan besar yang berjasa menyebarkan agama Islam ke berbagai negara di dunia ini, termasuk Indonesia…?” Masya’Allah, betapa tolol artikel tersebut..! yazid jadi raja cuma 4 tahu dan lebih sekian bulan, kira-kira tahun keberapa dari kerejaannya menyempatkan dirinya maupun antek-anteknya ke nusantara? lalu saya juga ingin tau, dari mana sumbernya?

    99% sejarawan Islam mengatakan bahwa yazid seorang jahat, fasiq bahkan tidak sedikit yang mengkafirkan. tentara yazid adalah pembantai cucu Nabi Muhammad SAW, tentunya kejadian tersebut atas perintah dan persetujuan lgsg dari yazid… sesuai sejarah, yazid adalah pecandu alkohol/ pemabuk berat, pembunuh, pezinah sekaligus seorang TARIKU SHOLAT (ga perna sholat). subhanallah masih saja dibela… bila orang sdh hatinya kotor, prilakunya, ucapanya, pikiran dan wataknya pun ikut kotor, hingga artikelnya ikut kotor pula.

    Kira-kira 10 bulan setelah kejadian karbala’, yazid memerintahkan muslim bin uqbah bersama puluhan ribu bala tentaranya menyerbu kota Madinah Almunawwarah yang berakibat terbunuhnya 7000 penduduk Madinah termasuk 500 penghafal Alqur’an. kejadian tersebut dikarenakan Penduduk Madianah tdk mau memba’at yazid. penyerangan tetara yazid dalam sejarah yang kita kenal, dengan “kejadian Harrah”.

    hai si penulis artikel.. orang seperti anda sdh ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. jadi saya ga kaget membaca artikelmu.. hanya saja saya ingin meluruskan kefahaman anda yang terkesan fanatik. sebenarnya artikel anda masih banyak yang akan saya luruskan, berhubung waktu sempit ya mending ngurusin hal-hal yang penting aja. see u.

  • wiemasen says:

    Membaca kometar, saya yakin anda terpengaruh dengan tulisan-tulisan orientalis yang menjelek-jelekkan sahabat Nabi s.a.w atau syi’ah rafidah yang sesat itu. Ahlus Sunnah tidak akan mengatakan hal-hal dalam komentar anda.

  • wiemasen says:

    Usama ini sama juga dengan Abu Fatih. Terpengaruh dengan propaganda syi’ah. Mudah-mudahan anda tidak termasuk dalam golongan syi’ah rafidah itu.

    Mengapa anda ingin memaksakan pendapat anda mengenai sejarah sahabat-sahabat Nabi s.a.w dan menganggap versi anda sendiri yang betul? Apa yang anda sebutkan itulah versi syi’ah.

    Anda mau meluruskan artikel-artikel saya? Tidak usahlah buang-buang waktu. Karena fikrah anda dan saya tidak sama. Tidak akan ketemu juga.

    Anda terperngaruh dengan pemikiran syi’ah atau malah pengikut syi’ah itu sendiri. Sedangkan saya adalah beraliran Ahlus Sunnah yang menolak pengkafiran sahabat-sahabat Nabi s.a.w.

  • sir says:

    apa yang di banggain dari muawiyah……….seorang thuqoq…….yang terpaksa masuk islam karena ga ada jalan lain selain masuk islam……………….? banyak shabat yang murtad di waktu nabi masih hidup……….apakah mereka yang murtad wajar di beri RA itulah hikmah sejarah ………….kudu di telaah……yazid masuk indonesia …………..?dan menyebarkan agama islam …???? ka’bah aja yang dianggap suci dia hancurkan…….. ntar lama2 juga ada artikel yang ngebela hajaj bin yusuf……

    [wiemasen.com] Inilah ciri-ciri orang yang dipengaruhi oleh aliran Syiah Rafidah. Mengkafirkan para sahabat. barangsiapa yang meneliti masalah Syiah, maka akan dengan mudah mengenali mereka.

  • Uq says:

    Assalaamu’alaikum

    [wiemasen.com] Wa’alaikumsalam

    Wahai sahabat sekalian, sesama muslim itu bersaudara ya kan ya? Alangkah baiknya apabila kita tidak mengutamakan hawa nafsu dalam hal apapun, karena perbuatan tersebut merupakan sifat syaitan, betul? Perbedaan pendapat adalah hal wajar yang merupakan anugerah dari Allah. Pelurusan sejarah adalah suatu hal yang harus dilakukan umat muslim saat ini. Jangan sampai ada orang-orang yang ingin menghancurkan Islam membuat sejarah (fiktif atau karangan) terlebih dahulu. Manis ataupun pahitnya sejarah tersebut harus bisa kita terima.

    Saya muslim yang tidak mau dikatakan syiah ataupun sunnah waljamaah.

    [wiemasen.com] Anda tidak bisa memutuskan, karena anda tidak tahu perbedaan antara syiah dan ahlus sunnah

    Saya muslim yang tidak mau mengkafirkan golongan syiah maupun golongan sunah waljamaah. Hanyalah Allah yang mempunyai hak untuk menjudge seperti itu. Yang pasti, golongan apapun seseorang, pada pandangan saya dia adalah muslim selama tidak memaksakan apa yang dia yakini.

    [wiemasen.com] Sebagian besar aliran syiah berada dalam kesesatan, termasuk syiah rafidah yang mayoritas dianut di Iran sekarang. Memang kita tidak boleh menyesatkan seseorang. Tapi kita bisa mengatakan aliran yang dianutnya adalah sesat. Kalau masalah kafir, sudah jelas kita tidak bisa mengkafirkan seorang Muslim.

    Sejarah mengenai pembantaian karbala (pembantaian keturunan rosulullah) adalah benar adanya. Hanyalah Allah yang berhak mengganjar orang-orang yang melakukan itu. Pahit memang kita mengetahui hal ini, tapi itulah sejarah. Yang perlu kita tindak lanjuti adalah mengambil hikmah dari setiap kejadian dalam sejarah kita.

    [wiemasen.com] Memang itu terjadi. Tapi anda mau ambil versi siapa? Versi Syi’ah atau Sunni? Kalau versi Syi’ah, maka para sahabat adalah hampir semuanya kafir. Sebaliknya kalau versi Sunni, para sahabat mendapat perhormatan yang sepatutunya sehingga kaum Sunni tidak mencaci-maki dan menuduh para sahabat dengan semena-mena? Anada mau yang mana?

    Mudah-mudahan Allah memberikan kasih sayang-Nya kepada kita. Aa…mii…n.

    Wassalamu’alaikum

  • nurrahman muhamad says:

    Saya memang orang awam, bukan pendukung Syiah. Tapi kalo baca ceritanya dari berbagai sumber, saya melihat bahwa Yazid memang orang jahat karena membunuh cucu Rasulullah saw. Walaupun nggak langsung tapi kayaknya nggak mungkin tentaranya membunuh tanpa perintah dari si Yazid ini, sementara Imam Husain sudah dalam posisi terjepit dalam perang. Kalau mengenai Muawiyah adalah sahabat Rasul yang patut dimuliakan. Apakah nggak mungkin seseorang berubah sejalan dengan waktu, setelah dia berkuasa? Buktinya dia tetep ngangkat anaknya Yazid yang berperilaku kurang baik. Anehnya lagi, kenapa pembunuh Imam Hasan tidak ditemukan? Kalau sahabat nabi lainnya, Abubakar ra, Umar ra, dan Usman ra, sudah tak perlu diragukan lagi kemuliaannya. Wassalamu’alaikum

    [wiemasen.com] Silakan dibaca kisah mengenai Yazid di link ini.

    http://blog.wiemasen.com/2008/10/29/pemurnian-sejarah-ali-ra/

    Sejarah versi Syi’ah mencela Muawiyah karena telah menyerahkan jabatan khalifah kepada anaknya Yazid. Padahal pelantikan Yazid tersebut telah disetujui oleh rakyatnya demi kemaslahatan umat. Menurut versi Syi’ah, Yazid bin Muawiah juga terkenal dengan berbagai kejelekan. Yang paling menonjol adalah memerintahkan bawahannya untuk membunuh Husain bin Ali ra.

    Setelah Yazid dibai’ah menjadi khalifah, Husain menerima surat dari penduduk Kufah. Yang menulis surat tersebut adalah kaum Syi’ah dan para pembunuh Usman. Isi surat tersebut adalah mengundang Husain untuk datang ke Khuffah guna dilantik sebagai khalifah. Para sahabat seperti Muhammad bin Hanafiyah, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Ja’far, Abdullah bin Umar, Abu Sa’id al-Khudri, dan Yazid menasihati Husain agar mengabaikan undangan tersebut. Namun Husain enggan mendengar nasihat tersebut dan meneruskan perjalanannya ke Khuffah bersama anggota keluarganya.

    Ketika Yazid menerima berita keberangkatan Husain dan keluarganya ke Khuffah, beliau memerintahkan gubernurnya di Basrah, Ubaidullah bin Ziyad, untuk ke Kufah guna memperhatikan pergerakan Husain dan penduduk Kufah. Akan tetapi akibat suasana yang tegang di Kufah, pergerakan Husain ke Kufah dan sikap Ubaidullah yang sembrono, menyebabkan terbunuhnya Husain dan sebagian keluarganya di Karbala.

    Adalah sebuah fitnah yang mengatakan bahwa Yazid memerintahkan pembunuhan Husain dan menyuruh membawa kepala Husain kepadanya. Sebenarnya Yazid merasa sangat sedih ketika mendengar Husain dibunuh oleh Ubaidullah bin Ziyad. Ubaidullah memerintahkan agar Husain dibunuh dan kepalanya di bawa kepadanya. Akibat perbuatannya tersebut, Ubaidullah bin Ziyad dibunuh.

  • Lynxluna says:

    Wadoh-wadoh, ternyata banyak juga orang yang sudah tercekoki dengan faham rafidhi shi’ah. Udah tau tukang boong, kisahnya koq ya dipercaya. Otak pada kemana? Atau kalian lebih percaya Wikipedia daripada sumber dari kalangan Ahl Sunnah? Muawiyah ibn Abi Sufyan adalah Shahabat, titik. Ali adalah Shahabat, titik. Ridwanullah Jami’an. Babehnya aja yang kapir. Muawiyah engga, banyak hadith darinya. Masalah hadith riwayat Abu Hurairah.. silahkan dicek.. apakah salah di ABU HURAIRAHnya atau dari sanadnya. Kalo dari sanadnya ya berarti Abu Hurairah tidak tercela.. mbok ya mikir to mas.

    [wiemasen.com] Terima kasih atas komentarnya yang bagus.

  • wiemasen says:

    Itulah masalahnya. Syiah Rafidah ini sebenarnya musuh dalam selimut. Sayangnya banyak yang tidak sadar dengan hal ini.

  • toghe says:

    Assalamu’alaikum,

    Wahai kawan2 umat Islam, sadarlah, tidak baik mengkafirkan sahabat yg mulia radhiyallahu ‘anhuma. Catatlah didalam benak kalian yg membenci Muawiyah, apakah kalian tahu fakta sejarah yg sebenarnya??? Sampai skrg sejarah mengenai apa yg terjadi pada masa pertikaian Ali dan Muawiyah itu masih simpang siur, apalagi mengenai tragedi Karbala. Ketahuilah kawan, para sahabat ra juga manusia biasa yg bisa saja salah (berbeda pendapat) dan bertikai. Sikap kita yg paling baik adalah tetap menjunjung tinggi dan sudah sepantasnya kita berterima kasih pada para sahabat, karena berkat merekalah wahyu2 Allah Subhanahu wa Ta’ala yg diturunkan pada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam ada yg mencatatnya, dan jg berkat merekalah kita bisa mengenal gerak-gerik dan lika-liku kehidupan Rasulullah untuk kemudian meneladani beliau lewat hadits2nya dan dari atsar2 para sahabat.

    Apalagi Muawiyah juga banyak berjasa didalam penyebarluasan syi’ar Islam di Eropa, afrika dan sekitar Arab. Terbukti dengan banyaknya daerah2 yg beliau taklukkan. Marilah kita doakan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni kesalahan para sahabat dan memberi mereka rahmat di sisiNya.

    Allahumma Sholli ‘ala Muhammad wa’ala alihi wa shohbihi ‘ajmain.

  • arsy says:

    Ya susahya… memahami sejarah, siapa yang benar siapa yang tidak, kita tidak tahu dengan pasti, yang tahu pasti hanya Allah SWT, apalagi Zaman itu beredar hadits2 palsu untuk mendukung bani Umayah, hadits2 benar banyak dipelintir, sahabat Rosul banyak di Intimidasi, punyaknya terbunuhnya Imam Hasan dan Imam Husen, padahal setiap sholat kita bersalawat kepada Rasulullah dan ahlul Bait (Ali-Fatimah Hasan_husen), Ya mudah2an kita diberi petunjuk saja agar kita dapat berkumpul dengan Rasululllah dan ahlul bait didalam surga, amin

    [wiemasen.com] Memang komentar anda terasa indah, tapi saya langsung bisa mendeteksi bahwa anda adalah seorang simpatisan syiah atau malah penganut aliran syiah itu sendiri melalui kalimat ini “apalagi Zaman itu beredar hadits2 palsu untuk mendukung bani Umayah”. Wahai kawan, tahukah anda siapa pencipta hadis palsu terbanyak? Itulah dari golongan syiah.

  • Dodik says:

    Berikan saya cerita lain jika kamu juga punya, saya pernah membaca bahwa “kebaikan itu menurun dan kejelekan juga menurun”, kutipan tersebut saya kaitkan dengan kutipan yang saya ingat bahwa Dajjal (kecil/besar saya belum tahu) akan lahir dari keturunan Muawiyah. Saya buan ahli hadist jadi saya tidak bisa menyebutkan sumber hadistnya. Saya seorang islam (muslim) bisa jadi bukan sunni bukan syiah tapi bisa jadi sunni-syiah gabung jadi satu.

  • Tommi says:

    @mas dodik :
    “yang saya ingat bahwa Dajjal (kecil/besar saya belum tahu) akan lahir dari keturunan Muawiyah. Saya buan ahli hadist jadi saya tidak bisa menyebutkan sumber hadistnya.”

    Maaf mas yg semoga dimuliakan Allah, klo memang antum bukan ahli hadits, mbok ya tidak ush ikut2an mengutip, bahaya loh, bisa mengundang fitnah nantinya. Itu aja saran dr saya. Okeh…

    Semoga Allah Azza wa Jalla menunjuki kebenaran pd kita semua.

  • yassin says:

    wah rekan2 semua
    SEJARAH….
    apa itu sejarah??? jadi sejarah itu bisa dipandang dari sudut kepentingan mana yang bermain? dan yang pasti sejarah itu ditulis oleh para penguasa yang sedang berkuasa….(biasa pesanan peguasa)

    contoh…
    ada yang tahu sejarah G30S PKI?????
    ada banyak versi tentang G30SPKI
    yang mana yang benar????? wallahualam

    begitu juga denga muawiyah da Ali?? siapa yang tahu, sejarah yang mana yang benar????
    jadi sejarah itu dibuat berdasarkan kepentingan mana yang berbicara? dan biasannya sejarah yang diajarkan adalah sejarah yang mendukung penguasa yang sedang berkuasa…

    soo juangan diributin…jadi sejarah itu sebagai peringatan bagi generasi selanjutnya..
    jadi kasus ALI dan Muawiyah kan sejarah…bukannya kisah pertikaian ALI dan muawiyah tidak tertulis di Qur’an dan hadit’s
    jadi itu sejarah.. yang bener yang salah tergantung dari sudut pandang dan kepentingan ..
    sayonara

  • dudi says:

    Saudara penulis, saya memang tidak banyak mengetahui hadits. Tapi saya dikaruniah ALLAH SWT AKAL dan HATI untuk melihat kebenaran. Kalau saya membaca komentar saudara, setiap ada yang komentar dan berseberangan dengan saudara, maka saudara selalu mengatakan itu pasti Syiah. Heran…
    Logika saya sederhana :
    “Dalam fakta sejarah umat manusia dimanapun di dunia. SELALU YANG PALING BERKUASA baik dari PENGUASA JAHAT maupun penguasa BAIK selalu memberi “HASIL” pada kekuasaannya. Pada masa Rasulullah SAW hidup, hasil kekuasaan Rasulullah SAW adalah Islam baik-baik saja dan menjadi Rahmat bagi seluruh alam, karena orang tidak bisa membuat “HADITS PALSU” karena ada Rasulullah SAW, tapi setelah Rasulullah SAW wafat maka sejarah penyimpangan dimulai. Dan kita lihat siapa yang “PALING BERKUASA” saat itu dan akhirnya membuat Islam menjadi seperti sekarang (ISLAM SAYUR CAMPUR alias GADO-GADO) kalau bukan Muawiyah dengan dinasti bani umayyahnya, keturunan dan pengikutnya. SEMOGA KITA TIDAK MENJUAL KEBENARAN HANYA UNTUK DUNIA YANG SEBENTAR AKAN KITA TINGGALKAN”.

    [wiemasen.com] Masalahnya anda memakai logika saja, tanpa ada ilmu. Anda tidak tahu apa-apa mengenai Syi’ah. Anda juga tidak tahu dasar-dasar ilmu hadist. Itu yang saya herankan dari anda juga.

  • haris says:

    sahabat adalah santri santrinya rasul..janganlah dicaci maki..mereka adalah penerus ajaran rasul..apa yg kita ketahui tentang sejarah d masa para sahabat, khususnya pertikaian pertikaian d zaman tersebut? Seperti perang jamal, perang shiffin atau peristiwa karbala…hanya Allah saja yg tahu..kepada sahabat saya cinta dan kepada ahlul bait saya cinta…

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.