Aqidah

Membahas aqidah yang sahih menurut sunnah.

Bulan Islam

Pahami bagaimana bulan-bulan Islam itu ditentukan.

Ekonomi Islam

Belajar seluk-beluk perbankan Islam.

Politik

Politik dari sudut pandang Islam.

Fiqh

Berbagai macam jawaban fiqh.

Home » Quran dan Hadist

Nabi Adam as Setinggi 30 meter, Percayakah Anda?

Submitted by on May 12, 2012 – 5:41 am77 Comments

Ada fakta yang menarik nih. Tahu tidak kalau tinggi nabi Adam as adalah sekitar 30 meter. Fakta ini ada disebut dalam sebuah hadist shahih. Tidak sedikit orang menertawakan kandungan hadist ini, karena menganggap hal itu tidak terbukti secara ilmu pengetahuan. Benarkah begitu? Ini hadist yang menyatakan tinggi nabi Adam as.


[Al-Bukhariy/ 6227] Telah bercerita kepada kami Yahya bin Ja`far: Telah bercerita kepada kami `Abdu r-Razzaq, dari Ma`mar, dari Hammam, dari Abi Hurayrah, dari Nabi, dia berkata: “Allah menjadikan Adam tingginya 60 hasta, kemudian (Allah) berfirman: Pergilah dan memberi salamlah kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepada engkau. Itulah kehormatan engkau dan keturunan engkau, lalu (Adam) mengucapkan: Assalamu ‘alaikum, maka (para malaikat) mengucapkan assalamu alaika wa rahmatullah, (para malaikat) menambahkan: warahmatullah, maka setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam (dalam hal perawakan/postur dan gambaran), dan manusia itu senantiasa bertambah kecil sampai sekarang“.

Maksudnya jaman dulu nama Adam as tingginya adalah 60 hasta (1 Kaki = 30 cm, 1 hasta = 1,5 kaki, jadi 60 hasta = 90 kaki = 30 meter), sedangkan keturunannya makin lama makin pendek hingga akhirnya sampai kepada tinggi manusia yang sekarang. Apa fakta sains kalau itulah yang terjadi? Cerita nyata berikut ini secara tidak langsung mendukung kebenaran hadis di atas tersebut.

Ada seorang doktor ahli biologi dari Universitas Hebrew berdialog dengan seorang Rabbi Yahudi yang bernama Dovid Brown. Doktor yang bernama Lesser itu bertanya kepada Rabbi tersebut berapa sesungguhnya tinggi manusia pertama. Rabbi itu menjawab bahwa tinggi manusia pertama adalah sama dengan rata-rata tinggi manusia sekarang menurut “Jewish sages”. Tapi Dr. Lesser membantah pendapat Rabbi tersebut. Dr. Lesser menunjukkan fakta bahwa apabila manusia yang ada sekarang ini dianggap berasal dari hanya sepasang manusia pada awalnya, maka tinggi manusia yang terawal itu harusnya sekitar 90 kaki. Ini berdasarkan penelitian, manusia mengalami penyusutan tinggi badan secara terus-menurus yang disebut “genetic bottelneck”. Seandainya tidak ada terobosan di bidang gizi pada abad ke 17 dan 18, niscaya manusia yang ada sekarang lebih pendek lagi dari tinggi rata-rata sekarang ini.

Informasi di atas dikutip dari “the English section of the September 2001 issue of the Hebrew-English Israeli popular science journal “Ha-Mada Ha-Yisraeli B’Angleet V’Ivreet.”

Sebenarnya doktor itu menolak klaim yang mengatakan bahwa asal-usul manusia berasal dari nabi Adam as, dengan cara menunjukkan fakta bahwa nabi Adam as itu tingginya adalah sekitar 30 meter. Hal menjadi bahan tertawaan ahli-ahli biologi tersebut. Padahal yang sebenarnya terjadi, fakta yang ditunjukkan oleh doktor tersebut malah menunjukkan kebenaran hadist di atas.

Kalau saya menjadi anda, maka saya akan berusaha menjelaskan kepada anak saya bahwa asal-usul manusia itu berasal dari nabi Adam as, walaupun di sekolahnya diajar teori evolusi yang mengatakan bahwa manusia berasal dari monyet. Saya akan katakan kepada anak saya bahwa mempercayai teori evolusi manusia berasal dari monyet dapat mencemarkan kemurnian tauhid kita. Ini dikarenakan teori evolusi yang merupakan aqidah penting kaum atheis berusaha menghapuskan keterlibatan Tuhan yang Maha Pencipta.

Tambahan sedikit. Seandainya tidak ada pembuktian ilmiah pun, kita wajib percaya bahwa tinggi nabi Adam as adalah 30 meter, karena sumber informasi berasal dari sebuah hadist yang shahih.
Referensi:
http://waii-hmna.blogspot.com/2009/08/885-tinggi-adam-90-kaki.html

Tags:

77 Comments »

  • abdulloh says:

    Buat mas Andi,

    mas Andi menulis,
    “Pada dasarnya shalat berjamaah ada Imam dan ada Makmum. Pada Zaman itu Rasul Berdiri Shalat dan diikuti oleh orang dibelakangnya. Dan Yang Mengikuti adalah banyak orang. Dan itu rutin dilakukan terus menerus tanpa terputus. Generasi2 berikutnya pun mengikuti gerakan dan bacaan sholat yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Umat ??Islam pada masa itu banyak dan saksi2nya sangat banyak juga.”

    Hadits yaitu apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya (taqrir), sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi (bi’tsah) dan terkadang juga sebelumnya.

    mas bisa sholat, bisa tau bacaan dan gerakan sholat kan dari hadits? emang mas Andi melihat Nabi sholat? kok bilang sholat gak perlu diriwayatkan oleh Hadits?

    Semoga Alloh Ta’ala memberimu hidayah, sebelum semua terlambat.

  • wiemasen says:

    @Andy. Apa yang Andy lakukan selama ini adalah sholat berdasarkan nenek-moyang. Andy hanya melihat begitulah cara-cara orang terdahulu sholat. Kalau versi mereka salah, maka Andy ikut-ikutan salah dalam urusan sholat. Ketahuilah Andy, dalamm rentang 1400 tahun, bukan hanya 1,2 atau 4 ragam sholat, tapi bisa puluhan bahkan ratusan versi sholat. Padahal yang kita lihat selama ini, hanya sedikit sekali versi sholat. Itupun menyangkut hal-hal kecil, bukan hal-hal mendasar dalam sholat. Pada umumnya orang sholat masih memakai gerakan yang sama. Tahukan Andy kenapa bisa seperti itu? Karena gerakan sholat dan bacaan-bacaan sholat telah terekam dengan detail dalam hadits-hadits Nabi SAW. Dari generasi ke generasi, para ulama selalu merujuk ke hadith-hadith tersebut dalam urusan sholat. Perbedaan yang ada hanya dalam menafsirkan isi hadith-hadith tersebut.

  • Andy says:

    Hihihi

    Gimana ya cara sholat sebelum Bukhari lahir?

    Rasul Wafat —– 200 Tahun Kemudian ——– Bukhari lahir
    |
    |
    |
    V
    Kurun waktu ini
    Bagaimana cara Sholat?
    Apa harus nunggu Bukhari Lahir terus baru tahu cara Shalat?

    Apa Bukhari juga melihat Rasul Shalat? Terus Bukhari tau darimana cara Shalat? Orang2 Mekah pada saat itu Belajar ke Bukhari atau Bukhari yang belajar ke Mekah?

    Logika saja, Kalau saja Imam Bukhari atau Imam Muslim atau periwayat Hadist lainnya tidak ke Mekah, ya Shalat sudah seperti itu. Seandainya mereka tidak lahir pun Shalat dari rasul mengajarkan sampai sekarang ya sama garis besarnya. Kalau pun ada perbedaan, ya tidak terlalu menjadi masalah, hanya perbedaan kecil.

    Dan kebenaran cara shalat yg paling tepat kita tidak tahu, Di Mekah saja Saya melihat ada banyak orang yg berbeda cara shalatnya. Tetapi Berdiri, Ruku, I’tidal, Sujud, Duduk diantara Sujud, Duduk tahiyat awal, Duduk tahiyat akhir, Salam, itu sama semuanya. Yang membedakan hanya posisi tangan, menunjuk jari telunjuk ketika tahiyat akhir, ada yang i’tidal lalu tangan dilipat lagi, ada yg dilipat di dada, ada yang agak ke perut, ada yang takbir tangannya menengadah ke atas, ada yang sambil membawa Al- Qur’an, malahan ada yang sambil menggendong Bayi, ada juga yang sambil memegang tangan anaknya.

    Semua itu menurut saya tidak ada yang salah, yang penting makna dari shalat itu sendiri. Jikalau anda mungkin menjustifikasi saya salah, lah koq garis besar shalat saya sama dengan lainnya?

    Ndak Tahu lah Bos, Anda Berpegang Teguh kepada Keyakinan Anda, Saya pun seperti itu. Keyakinan itu sulit untuk digoyahkan.

    Semoga Allah selalu memlimpahkan berkah-Nya kepada Anda, Tetaplah anda kepada keyakinan Anda. Dan yang paling penting Anda Bisa menghargai Perbedaan, dan tidak mudah untuk berkata Kafir kepada orang lain yang berbeda dengan anda.

  • wiemasen says:

    @Andy. Hadith sudah mulai tercatat secara terbatas di jaman Rasulullah SAW. Zaman Bukhari RA adalah jaman pembukuan, jaman untuk memilah-milah mana hadith sahih dan mana yang palsu.

    Komentar Andi: Yang membedakan hanya posisi tangan, menunjuk jari telunjuk ketika tahiyat akhir, ada yang i’tidal lalu tangan dilipat lagi, ada yg dilipat di dada, ada yang agak ke perut, ada yang takbir tangannya menengadah ke atas, ada yang sambil membawa Al- Qur’an, malahan ada yang sambil menggendong Bayi, ada juga yang sambil memegang tangan anaknya.

    @Andy: Semua yang Andy sebutkan itu ada didalam hadith-hadith. Mereka tidak akan berani mengarang cara sholat baru kalau tidak ada tuntunan dari Nabi SAW yang terekam di dalam hadith-hadith. Dalam usul Fiqh, asal ibadah adalah semua terlarang, kecuali ada contohnya dari Nabi SAW.

    Kita memang mengharagai perbedaan. Tapi yang menjadi pertanyaan, apkah ada landasan2 atau sandaran2 dibalik argumen masing2? Kita tidak sekedar berbeda, tapi mencari yang paling dekat dengan kebenaran yang menurut al-Quran dan as-Sunnah.

    Sekarang saya tanya sama Andy, apa landasan-landasan atau sandaran-sandaran di sebalik klaim-klaim Andy tersebut. Berpikirlah Andy. Selalu berdoalah kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang lurus. Itu penting sekali. Thinks…

  • abdulloh says:

    untuk akhi Wiemasen,

    Al-Imam Ahmad rahimahulloh berkata : “Tidaklah sepantasnya seseorang duduk dengan ahlul bid’ah atau bergaul dengannya, tidak pula punya hubungan dekat dengannya.” hujjah telah ditegakkan adapun hati yang memiliki adalah Alloh Ta’ala, ana takut jika diteruskan malah semakin menjadi-jadi keingkarannya terhadap Kalam Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasalam.

    “Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang lalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).”(Al-An’am: 68)

  • wiemasen says:

    Terima kasih Abdulloh atas nasihat itu. Dan saya memang tahu mengenai hadith itu. Jangan khawatir.

    Saya lihat Andy itu bukan sekedar mengolok-ngolok. Tuduhan-tuduhan dia diakibatkan minimnya pengetahuan agama yang diperolehnya. Jangan di “cut” langsung. Beri penjelasan pelan-pelan.

  • wiemasen says:

    @Andy menulis:

    Rasul Wafat —– 200 Tahun Kemudian ——– Bukhari lahir
    |
    |
    |
    V
    Kurun waktu ini
    Bagaimana cara Sholat?
    Apa harus nunggu Bukhari Lahir terus baru tahu cara Shalat?

    ===

    Cara sholat mereka bagaimana? Kalau Nabi SAW masih hidup, mereka melihat dan mencotoh nabi secara langsung. Kalau Nabi SAW tidak ada lagi, maka mereka akan mencontoh sahabat-sahabat Nabi SAW yang pernah berjumpa dengan beliau. Nah bagaimana kalau sahabat-sahabat ini meninggal? Darimana mereka contoh? Disinilah fungsi penulisan-penulisan hadith yang mereka segala perbuatan dan perkataan Rasulullah SAW. Sahabat meninggalpun, jangan khawatir, masih ada rujukan dari hadith-hadith.

    Dan ingat, berlawanan dengan sangkaan orang yang mengatakan bahwa hadith tidak pernah ditulis, sebenarnya dalam 300 thn pertama, hadith-hadith itu ada yang ditulis oleh para sahabat dan ada juga yang terekam sangat kuat di kepala para sahabat. Cuma ketika masa Imam Bukhari lah dimulai pengumpulan dan penulisan hadith secara formal, akibat maraknya hadith-hadith palsu yang dikarang oleh orang-orang Syiah, sufi dan Yahudi.

  • wawan kurniawan says:

    Ass.wr.wb,

    Sebenarnya menarik sekali mengikuti komentar-komentar yang ada bagi orang pencari kebenaran seperti saya, cuman yang saya sayangkan terkadang sanggahan yang dilontarkan tidak disandarkan kepada pendapat ulama yang sudah sama-sama diketahui kredibilitasnya.
    Sekedar usulan mungkin sebaiknya kalau mau menyanggah hadist ini di lemahkan oleh siapa dan siapa, atau menurut pendapat ulama pada kitab anu lemah dsb…
    jadi bagi kami para pencari kebenaran permasalah tersebut menjadi lebih mendidik dan konstruktif, bukan malah menimbulkan kontroversi yang baru, tolong anda-anda yang sudah pandai dalam ilmu ingat kami-kami yang masih dalam awam dalam ilmu tersebut

    jazzakallah khairon

  • Andy says:

    Wah jadi rame malahan, hehehe

    Ini bahas tinggi nabi Adam koq jadi mbahas cara Shalat, ??

    Begini aja deh, Kalau ada Bukti Ilmiah yang bisa membuktikan Tinggi Nabi Adam 30 Meter saya akan Percaya kepada Hadist tersebut (bukan tulisan ya…) Fakta yang Nyata paling tidak ada orang menemukan fosil manusia 10 meter saja dan tunjukkan di negara mana di bumi bagian mana, Insya Allah saya akan datang untuk melihatnya langsung. Bukan Doktrin yang membawa pemikiran orang ya… ehehehehe

    Masalah Shalat, Shalat saya sama dengan jamaah yang ada di Mekah, Masalah Percaya atau tidak Dengan Hadist, itu menjadi tanggung jawab saya kepada Allah SWT. Cara Pandang Anda dengan Saya berbeda.

    Wasalam

  • wiemasen says:

    @Andy. Iyalah sampai ke masalah sholat. Karena tatacara sholat itu semuanya berasal dari hadith. Kalau Andy tidak percaya dengan hadith, bagaimana cara Andy sholat? Begitu pertanyaan teman-teman yang lain.

    Akhirnya kami mengetahui bahwa Andy bersholat dengan cara ikut-ikutan orang lain. Andy menutup mata bahwa cara orang lain sholat juga berdasarkan hadith-hadit. Bahkan terakhir mengatakan bahwa percaya dengan hadith adalah urusan Andy dengan Allah. Betul itu urusan Andy. Kami tidak bisa memaksakan. Cuma kami memperingatkan, bahwa orang yang tidak percaya hadith-hadith akan jatuh kepada kekafiran.

    Dalam kaitan dengan tinggi Nabi Adam SAW, kami sudah menyatakan beberapa cara untuk memahami hadith-hadith muskyl yaitu hadith-hadith yang kelihatannya tidak masuk akal. Namun hal itu sulit diterima oleh Andy karena dituduh tidak berdasarkan science dan logika.

    Agama tidak hanya berdasarkan logika buta. Agama didasarkan pada akal atau logika yang dibimbing oleh al-Quran dan as-Sunnah. Ada batasannya.

    Oklah Andi. Kita cukupkan diskusi ini disini. Sayapun tidak ingin berdebat dengan anda lagi, karena anda bukan mencari kebenaran.

  • Andy says:

    Sip Lahhhh

  • ciprut says:

    yo wis karepmu wae lah…
    karena ilmu ane masih cetek, ane mah milih percaya wae lah sama hadist tersebut, kan ada yg bilang kalo kita ingkar sama hadist hukumnya dosa, tapi kalo kita percaya sama hadist gak ada yang bilang dosa. gmn bingung gak?? gw aja bingung.. wkwkkwkwk

  • dooneee says:

    podo muslime kok ora ono seng ngalah,sabar ojo rumongso bener kabeh. Seng paleng penting rukun islam karo rukun imane di lakoni insya allah slamet dunyo lan akhirate. . .

  • Babay says:

    Perdebatan yg tdk akan berujung karena perbedaan
    Prinsip dan paham.Diluar dari iman kita terhadap
    Al Qur’an, kita harus mengimani Nabi Muhammad SAW,
    Secera tidak langsung kita akan mengimani sabda
    Beliau yang dibukukan oleh Al Bukhori.bukan
    Permasalahan jarak antara Rasulullah dgn Al Bukhori
    Yang menjadi tolak ukur kebenaran sabda tersebut.
    Namun tidak mungkin ada sahabat Rasulullah yg berani
    Berdusta atas sabda beliau.dan bagaimana kita
    Meneladani ucap maupun perbuatan Rasulollah kalau
    Bukan dari sabda yg trcantum dalam hadith.yg jadi
    Masalah disini adalah bukan dari hadithnya namun
    Kadar kepercayaan kita trhadap sahabat Rasulullah.
    Karena ada aliran dimana menganut paham anti hadith
    Maupun sahabat Rasulullah.jgn dulu membahas trlalu
    Luas lah, tapi kita bahas dulu seberapa besar kepercayaan Masing-masing dari kita trhadap sahabat Rasulullah.
    Terima kasih

  • ganteng says:

    berdasarkan pengalaman mengaji dulu waktu pelajaran fikih , seingat saya (mohon maaf kata-kata nya sedikit lupa jika kurang tepat mohon koreksi) air yang kurang dari 2 kulah bila terkena kotoran atau yang lain sebagai nya tdak bisa di pakai buat berwudhu, sedangkan air yang lebih dari 2 kulah bila terkena kotoran atau yang lain sebagainya bisa tetap di bisa pake wudhu, misal air se empang, sungai, dsb,
    ukuran Kulah itu kan ukuran kaki orang jaman dulu,
    Bayangin kakinya aja gede, kalo saya sendiri setuju ,wajarlah tinggi nya 30meter,
    sharing supaya ilmu makin mantap

  • zaki zen kiemas says:

    kalau saya sendiri percaya kalau nabi adam itu panjangnya 30 meter, karena di dasarkan dengan agama yang saya anut. tanpa di pungkiri di sekolah dulu di ajari teori asal-usul manusia dari monyet, itukan hanya sebatas teori dan pendapat ilmuan yang tak lain besar adalah berasal dari ilmuan eropa sana. dari fakta membuktikan bahwa pada zaman dulu, semua hewan2 pada super besar ukurannya termasuk dinasaurus yang selama ini kita ketahui. jadi ada yang tidak percaya semua ini sangat disayangkan ilmu agamanya lebih cetek di banding ilmu dunia. jadi yang baiknya ilmu agama dan ilmu dunia harus sama2 imbang

  • wiemasen says:

    Setuju :)

  • gucianozt says:

    As.ww
    saya rasa itu benar. tinggi nabi adam ad 30 meter. karna waktu 7000an tahun yg lalu nabi adam dan anak2 cucunya yg baru mengisi bumi… wajar klu mreka besar besar.. skrang umat manusia udah ratusan milyar. ya otomatis manusia mkin kecil. coba manusia zaman skrng msih memiliki tinggi 30 meter. waahhh…. jd sempit dung bumi..
    Maha besar Allah dngn smua keagunganNya..

  • Windy says:

    Nabi Adam AS diciptakan dengan tinggi sedemikian, pastilah ada maksud.
    Logikanya bumi masihlah sangat kosong kala itu (manusia hanya Adam & Hawa). Dengan tinggi anak-anak Adam AS yang sama 30cm, manusia (sebagai khalifah) melakukan penyebaran keseluruh wilayah bumi.

    Bayangkan ketika masa itu tidak ada transportasi ber-RODA, maka langkah kaki yang lebar memudahkan anak-anak Adam AS untuk menyebar di bumi.
    Hingga dengan kekuasaan Allah SWT, terjadi gempa, badai, gunung meletus, dsb, sehingga menjadikan wilayah bumi berpulau-pulau. (Sehingga menyebabkan perbedaan kebiasaan & budaya pada manusia sekarang).

    Bukti yang saya tahu hanya jejak kaki raksasa yang ada di TAPAK TUAN – ACEH. (Silakan liat sendiri kalo tidak percaya!)
    Dan bisa di cek dibelahan bumi dimanapun! Pasti ada cerita rakyat tentang raksasa. Yang membuktikan ada mahluk terdahulu yang memang tinggi.

    Waallahu’alam. O:)

  • hady says:

    ya iyalah,la wong bkan muslim di suruh percaya pada al hadist.percayay pada kitbap imuwan barat

  • Kepada saudara wiemasen, sya ada bbrapa prtnyaan tlong d jwab agar tdak mnimbulkan fitnah nantinya

    1. saya memilih 50:50 atas kebenaran hadis ini, krena sesahih apapun seorang priwayat dia juga mnusia dan kita wajib mnempatkan sdkit kcurigaan pada hadis yang sulit terbukti kbnarannya. Apakah ada periwayat lain yg juga meriwayatkan hadis ini? jika ada tlong sbutkan.

    [wiemasen.com] Kenapa anda masih berprasangka dengan hadith sahih, karena anda tidak begitu mengerti disiplin ilmu hadith. Kalau anda tahu, maka anada tidak mengatakan seperti itu. Ilmu hadith adalah ilmu yang sangat rumit dan canggih. Tiada duanya di dunia ini.

    Kenapa saya yang ditantang seperti itu? Ini sama saja dengan mengatakan “Tolong buktikan kalau anda bukan pencuri”.

    Seharusnya saudara Bibit melakukan riset sendiri dan setelah itu melampirkan disini untuk membantah tulisan di atas.

    2. ada yang saya ingin tanyakan tentang ukuran satu hasta yang anda gunakan mengacu pada apa? karena satu hasta sendiri sebenarnya mengacu pada ukuran dari siku hingga ujung jari, lalu ukuran lngan siapa yg digunakan, nabi adam atau siapa??? skalian brikan dasarnya.

    [wiemasen.com] Coba anda jawab, hadith itu turun pada zaman siapa?

    3. sya jga tdak prcya dngan teori evolusi karena sbagai muslim sya ykin mnusia prtma adalah adam. hnya sja sya slalu lbih ska jka kta mmbahas ssuatu brilah sanggahan yg dan argumen yg tepat. pda kasus ini sya ingin brtanya adakah contoh fosil atau tulang manusia, bukan hewan, yang prnah ditemukan? klau ada brikan smbernya dan jngan brita hoax.

    [wiemasen.com] Sesuatu hadith sahih yang belum terbukti secara pengetahuan, tidak bisa kita bilang hadith itu belum tentu benar. Bisa jadi hadith itu akan terbukti jauh setelah zaman kita. Who knows. Sikap yang tepat adalah “wait and see”, bukannya malah meragukan hadith tersebut. Saya tidak membawakan foto2 hoax di tulisan di atas. Tolong dibaca dengan hati-hati, jangan terpengaruh dengan komentar-komentar lainnya. Juga tolong dibaca jawaban-jawaban saya di komentar-komentar sebelumnya.

    4. sya stuju jika iman itu bukan soal logika, krena bnyak hal dlam islam yg blum mampu di logika dan logika mnusia hnyalah terbatas. nmun kita juga harus mencari tahu sebisa mungkin akan asal usul suatu prkara sblum mempercayainya.

    [wiemasen.com] Seandainya ada sebuah ayat al-Qur’an yang kedengaran meragukan secara sains dan belum terbukti, apakah anda akan meragukan kebenaran ayat al-Qur’an tersebut? Kalau iya, berarti anda kurang iman. Iman itu berarti percaya dengan isi al-Qur’an, walaupun kelihatan tidak mungkin. Begitu juga dengan hadith sahih, kalau anada tidak percaya dengan isi sebuauh hadith sahih, maka bisa dipertanyakan sejauh mana iman anda kepada Nabi-Nabi dalam hal ini Rasululullah SAW.

  • atas tnggapan anda sya ucapkan trimakasih, ini lnjutan dr sya

    1. bgi sya ktika sbuah hadist hnya diriwayatkan oleh stu priwayat, akan ttap mnjadi tnda tanya bgi saya, dan jka anda tdak mampu mmberi priwyat yg lain tdak apa akan sya cri sndri. knpa sya btuh ada priwyat yg lain? sya tdak ingin trjbak pda pmhaman stu phak, anda psti thu ada bnyak kjadian dmna ada dua hadist yg diriwayatkan oleh dua priwayat trprcaya dan sling brtntangan. dan jka anda mnganggap sya membuat anda sprti pncuri sya mnta maaf, tp sya jd thu kualitas anda sprti apa.

    [wiemasen.com] Oleh karena itu, tolong cari hadith-hadith lain yang bertentangan dengan yang ini. Setelah itu baru anda sampaikan disini. Saya tunggu ya.

    2. klau hdis ini digunakan brdsarkan ukuran sang priwayat, hrap anda rubah tlisan 30m pda tlisan anda. krna angka itu ddpat brdsar 1 hasta = 50 cm, sdangkan dr yg sya thu orang arab pda zman itu mmiliki tngan yg lbih pnjang, seingat sya lbih dri 60cm krena pda msa itu tinggi rta2 orang arab skitar 2m, bsa di lhat dr pnjang tongkat dan pdang yg ada pda zaman itu.

    [wiemasen.com] 1 hasta = 30 cm berdasarkan interprestasi penulis asal. Tidak terlalu penting dalam memahami hadith itu. Karena yang disebut dalam hadith itu adalah hasta. Mengenai 30 cm, 50 cm, atau 60 cm kah, itu tergantung dari hasil penelitian. Dan ini tidak menganulir kebenaran hadith tersebut.

    3. sya tdak prnah blang anda mnyampaikan brita hoax, cba anda bca prnyataan saya dngan baik. jka anda mrasa trsinggung sya mhon maaf.

    [wiemasen.com] lah ini tulisan anda sendiri “klau ada brikan smbernya dan jngan brita hoax.” Oh I see, anda menyuruh saya membuktikan dengan fosil-fosil dan jangan sampai menggunakan berita hoax. Tidakkah anda memahami apa yang saya tulis? Saya tidak menyertakan foto-foto hoax yang tidak jelas kebenarannya, tapi hanya hipotesa seorang sintis Yahudi. Taukan apa hipotesa itu? Dugaan yang belum tentu benar dan belum tentu salah. Dan hanya bisa terbukti dengan penelitian. Namun hipotesa itu saya anggap sudah cukup masuk akal untuk mendukung hadith di atas untuk sementara ini.

    4. skali lg anda slah mmbaca tulisan sya. sya bkan tidak mmprcayai ssuatu yg tidak logis mas, hnya sja sya mncoba mncari pmbnaran sampai smampu sya. sya tidak akan prcaya bulat2 sbuah ayat atau hadis smpai sya mncari pmbnarannya atau smpai logika sya tak lgi mampu untuk mncapainya. sya briman dngan berfikir bkan orang bdoh yg briman tnpa brilmu dan brislam tanpa brdasar. sya bkan orang yg mnjadi islam skdar krena kturunan, sya berislam krna kyakinan, dan kyakinan sya ada krna sya mmandang islam dngan pngetahuan.

    [wiemsen.com] Apa sebenarnya yang anda kritik dari saya? (1) Apakah saya menyampaikan sebuah hadith palsu? (2) Apakah saya ada menggunakan foto-foto hoax? Atau anda hanya tidak merasa nyaman saya membahas sebuah hadith sahih yang tidak ada bukti secara saintis?

    Dosanya dimana?

    Anda pikir saya beriman tanpa berilmu? Mengertikah anda beriman dengan berilmu? Itulah tujuan saya membuat blog ini. Silakan baca.

    saat orang hnya brdasar bahwa apa yg ada dalam islam itu bnar tnpa mau mngkajinya, mka saat itulah islam akan hancur, krna orang diluar islam akan mnyerang islam scara logika tnpa orang islam sndiri bsa mnbantahnya. mau bukti? apa yg bsa diperbuat orang islam saat dikatakan manusia kturunan kra? cma bsa ngtot tnpa bsa mmbri bukti, smpai harun yahya muncul dngan pndkatan yg ilmiah.

    [wiemasen.com] Saya baca Harun Yahya juga. Untuk masalah evolusi saya setuju dengan dia. Tapi dalam masalah aqidah ada sedikit kecacatan pada dia. Juga dalam pengambilan hadith-hadith. Pahamkah anda akan hal itu?

    Allah memerintahkan kita bkan skedar untuk briman tapi juga untuk berfikir. wasalam

    [wiemasen.com] Tahukah anda maksud kata-kata itu? Ketika anda disuruh melakukan ibadah tertentu, maka anada harus bertanya adakah dalil dalam melakukan ibadah itu? Adakah dalam al-Quran atau as-Sunnah. Kalau ada, maka anda akan melaksankannnya tanpa banyak tanya, itulah namanya beriman dengan berilmu. Bukannya ada ustadz yang nyuruh zikir 1000 kali habis sholat, terus anda kerjakan tanpa banyak tanya. Ini namanya beriman tanpa berilmu.

    Jangan menuduh saya sembarangan, seolah-olah anda sudah baik benar.

    [wiemasen.com] Ini saya copy dari blog anda: “Dalam salah satu hadist-Nya nabi pernah berkata “Sebaik-baiknya pembantu iman adalah ilmu. Sebaik-baiknya pembantu ilmu adalah akal”. Lantas jika Islam sendiri mengajarkan pada kita untuk berfikir dan berilmu, masikah kita harus terkungkung dalam konteks percaya tanpa berilmu? Atau mungkin seharusnya saya yang balik bertanya, seberapa besar iman anda ketika anda bahkan tak mengikuti perintah Allah dan nabi Muhammad untuk berfikir dan berilmu?”

    Sekarang saya bertanya, kalau ada hadith sahih yang belum terbukti secara saintis, apa sikap anda? Kalau menurut apa yang saya baca dari tulisan anda maka sikap anda adalah tidak percaya hadith itu sampai terbukti kebenarannya. Anda berargumen Nabi SAW sendiri menyuruh beriman sambil berilmu.

  • [wiemasen.com] Terimakasih atas tanggapannya.

    bgini mas, msalah hoax. sya prnah brtnya msalah ini pda blog lain. dan dia member sya fto brita yg stelah sya tlusuri trnyata hanya hoax, mkanya sya mnta mas ksih bukti yang bkan hoax, bkan sya berkata bahwa brita mas hox.

    [wiemasen.com] Saya sudah tahu foto-foto itu hoax. Makanya saya tidak taruh dalam tulisan di atas.

    untuk masalah hadist yang belum bisa di jabarkan secara sains silahkan mas baca pada tulisan saya, atau saya kutipkan langsung supaya mas tidak salah persepsi “Saya tidak akan menyangkal hal ini, walau untuk beberapa Hadist sendiri saya masih tidak 100% yakin karena ada beberapa Hadist yang justru saling bertentangan, tapi saya lebih memilih untuk mempercayai isi Al’Quran dan Hadist setelah saya bisa menemukan buktinya.”

    [wiemasen.com] Silakan dibaca link di bawah ini bagaimana cara menyikapi hadis-hadis yang saling bertentangan:

    http://www.hafizfirdaus.com/ebook/HadisCanggah/kandungan.htm

    Juga hadis-hadis yang kelihatannya tidak masuk akal.

    http://www.hafizfirdaus.com/ebook/HadisMusykil/Tajuk.htm

    Kata anda, “saya lebih memilih untuk mempercayai isi Al’Quran dan Hadist setelah saya bisa menemukan buktinya“.

    Ini berbahaya sekali, karena belum tentu yang ada dalam al-Qur’an dan hadith bisa terbukti secara empiris. Banyak hal-hal gaib yang memerlukan keimanan untuk mempercayainya. Bukan maksudnya percaya mentah2, tapi hal-hal gaib itu masuk akal dalam logika agama. Misalnya tentang keberadaan Surga dan Neraka. Anda tidak bisa melihat buktinya di dunia ini. Terus apa yang anda lakukan? Tidak percaya Surga dan Neraka, sampai anda melihatnya sendiri. It’s so dangerous.

    Kita percaya Surga dan Neraka itu ada walaupun kita tidak melihatnya sendiri, setelah kita mempelajari ajaran Islam. Pada akhirnya kita berkesimpulan “masuk akal bila Surga dan Neraka itu ada”. Masuk akal dalam kerangka agama, bukan masuk akal dalam kerangka sains.

    Contoh yang tidak masuk akal dalam kerangka agama, apabila ada yang mengatakan tuhan itu banyak. Makin banyak tuhan, makin sering terjadi pertentangan di antara mereka. It doesn’t make sense. Allah itu satu. Dia yang mengatur segala-galanya. Masuk akal dalam kerangka agama.

    Saya percaya mas, tpi tingkat kprcayaan saya tidak akan 100%, kecuali sudah ada bukti atau mnimal ada bnyak priwayat hadis yang mengatakan hal yang sama. Kenapa? Bahkan Nabi yang paling mendekati kesempurnaan bisa salah, jka tidak prcaya silahkan anda bca sjarah Islam, apalagi priwayat hadist. Makanya saya lbih ska ktika suatu hadist diriwayatkan oleh bnyak priwayat dan itu yang saya cari. dan krena mas yang mngangkat msalah ini mka sya brfikir mas pasti tlah mngkaji msalah ini lbih dlu dan mungkin mas mmiliki hadis dari periwayat lain. tapi jka mas hanya copas tanpa mengkaji yah tidak apa2.

    [wiemasen.com] Wah komentar anda ini agak berbahaya juga, “Makanya saya lbih ska ktika suatu hadist diriwayatkan oleh bnyak priwayat dan itu yang saya cari“. Kenapa begitu? Karena ada satu jenis hadith yang namanya hadith Ahad yang berarti hanya diriwayatkan oleh satu orang. Namun orang yang meriwayatkan hadith ini sangat terpercaya menurut ulama-ulama hadith yang telah menyelidiki biografi periwayat tersebut. Dan kebanyakan hadith ahad ini meyangkut dengan aqidah.

    Yang saya kritik disini bukanlah sikap prcaya pada hadistnya mas, tapi sikap mas yang mematikan skap ingin mengetahui orang lain dngan scara tidak langsung mngatakan yah “sudah prcaya saja”, tanpa memberi jawaban atas prtanyaan yang muncul. skali lagi sya katakan Islam itu agama yang logis, akan slalu ada pnjelasan yang masuk akal untuk stiap hal dalam Islam jika kita mau berfikir.

    [wiemasen.com] Lah saya tidak mematikan. Kalau hadith nya belum terbukti secara sains, mau bilang apa? Kalau ada yang bertanya, memang saya tidak ada jawabannya. Ya percaya sajalah. Mudah-mudahan suatu waktu, buktinya akan muncul.

    Betul, Islam agama yang logis, tapi tidak setiap ayat-ayat al-Quran dan hadith ada penjelasannya secara sains. Karena al-Qur’an bukanlah kitan sains, walupun ia ada memuat fakta-fakta sains. Hadith pun bukan kitab-kitab sains, walaupun ia ada menyentuh masalah sains. Adakalanya, hadith berisikan ramalan-ramalan Nabi SAW. Contoh penaklukan Constantinopel. Hingga Nabi SAW wafatpun, kota Constantinopel belum bisa dikuasai oleh orang Islam. Lalu apa sikap para sahabat, tidak percaya dengan kata Nabi? Terbukti setelah beberapa saat kemudian, baru kota tersebut jatuh ke tangan umat Islam.

    Ketika kita terus terkunkung dalam stigma mempercayai tanpa mengilmui, maka akan semakin bnyak orang Islam yang berpindah agama hanya karena skali sja logikanya diserang. Sya terbiasa brdebat dngan orang dri lintas agama mngenai hubungan antara agama, sains dan logika. dan dari setiap prdbatan itu sya smakin yakin bahwa islam adalah agama yang paling logis dan sya juga smakin yakin akan selalu ada jwaban untuk stiap prmasalahan dalam islam.

    [wiemasen.com] Secara tidak langsung anda sudah menuduh saya terkungkung dalam stigma mempercayai tanpa ilmu. Ingat dalam Islam, percaya kepada hal ghaib suatu faktor yang sangat penting. Kalau hal gaib itu ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah dan terbukti, maka itu merupakan bonus.

    Ketika ada orang Islam berpindah agama, karena bertekuk lutut akibat logikanya diserang, maka sesungguhnya kekuatan aqidah orang ini sangat lemah. Islam dimasuki bukan dari pintu sains, ekonomi, politik dan semacamnya. Tapi masuklah Islam melalui aqidah. Perkuatlah aqidah terlebih dahulu. Maka untuk lain sangat mudah untuk dipatahkan.

    untuk Harun Yahya saya tidak membahas masalah aqidahnya mas, sya hanya menganggap beliaulah sosok yang mampu mengcover teori evolusi setelah bertahun2 umat Islam hanya bisa tertindas tanpa bisa melawan secara logis teori tersebut.jika anda merasa dia cacat dalam aqidah atau anda merasa aqidah saya juga mlenceng itu mungkin hanya karena pndangan mashab hadist kita yang berbeda.

    [wiemasen.com] Merasa tertindas? Hanya orang-orang Islam yang lemah imannya saja merasa tertindas. Yang sudah kuat aqidahnya, dia tidak akan merasa tertindas. Tidak akan pindah agama, hanya gara-gara hujah segolongan kelompok evolusionis. Orang Islam yang kuat aqidahnya akan berkata, “Allah sudah berkata begitu dalam al-Qur’an, kalau belum terbukti sekarang maka kita tunggu saja. Kalau terbukti, maka itu merupakan bonus yang makin memperkuat iman kita. Bukannya malah sebaliknya.”

    untuk masalah ukuran aslinya, tntu nantinya akan jdi masalah. krna subjek utama dlam tiap tulisan adalah tinggi nabi Adam 30 mter, dan itu dtulis dlam judul, bkan 60 hasta. orang akan lbih mngingat 30 mternya dripada 60 hastanya, jka ini dibiarkan mka mreka hanya akan mngetahui tanpa mengilmui, lgi pula hitung2an dlam artikel mas salah 60 hasta = 90 kaki = 30 meter, sharusnya 60 hasta = 90 kaki = 27 meter, krena mas mnulis sndiri 1 kaki = 30 cm, walau hanya 3 meter tapi kesalahan smacam ini bisa fatal.

    [wiemasen.com] Karena inti utamanya bukan di masalah tinggi Nabi Adam secara akurat, tapi manusia jaman dulu memang tingi-tinggi sesuai dengan hadith Nabi SAW. DAn juga kebetulan ada hipotesa saintis Yahudi yang kelihatannya masuk akal.

    kalau anda merasa saya salah mempertanyakan iman anda, bukankah anda sendiri yang awalnya mempertanyakan iman saya? jngan anda marah jika dihantam dengan pertanyaan yang sama dengan yang anda ajukan dengan orang lain.

    [wiemasen.com] Anda salah ketika menyatakan saya beriman tanpa ilmu. Kalau anda baca isi blog saya ini, maka anda akan dapatkan bahwa setiap masalah agama yang saya tulis ada sandaran agama baik dari al-Qur’an, hadith maupun dari ulama-ulama terpercaya. Itu yang saya maksud dengan beriman dengan ilmu. Bukan sekedar ikut-ikutan apa kata orang.

    Sebagai penambah, saya adalah seorang electronics engineer yang sangat paham akan pentingnya suatu bukti dalam ilmu sains dan engineering. Ini terpaksa saya katakan, suapaya anda tidak munegulang-ngulang tuduhan beriman tanpa ilmu.

    Akan halnya, orang yang meragukan atau bahkan menolak sebuah hadith sahih yang menyangkut aqidah terutama, maka orang itu menjadi kafir. Sedangkan yang meragukan hadith sahih yang tidak mengangkut aqidah dan tidak ada pertentangan di dalamnya, maka patut ditanyakan keimanan orang itu. Itu bukan kata saya.

    senang berdiskusi dengan anda mas, tapi maaf mungkin untuk smntara sya tidak bsa membalas dulu. sya harus keluar kota untuk sbuah urusan. jka ada blasan dri anda akan sya tanggapi stelah sya pulang. smoga Allah mmberi ksehatan pada kita semua.

    [wiemasen.com] Terima kasih atas kesabaran anda.

  • R&D says:

    Percayalah pada segala kebesaran dan keagungan Allah SWT sang pencipta segalanya. Wajar bila Nabi Adam As diciptakan setinggi & sebesar itu mengingat dahulu bumi itu masih kosong dengan manusia. kalau orang bule non Muslim itu merasa paling pintar maka gunakan logika sederhana anda, contohnya jika semua mausia keturunan Adam As dari dulu hingga detik ini diciptakan oleh Allah dengan ukuran fisik sama semua “60″ hasta, maka apa yang akan terjadi dengan daratan di bumi ini ?….. mengingat di zaman sekarang populasi manusia sudah mencapai miliaran orang.

    Kalau anda pecinta sejati teori dan selalu teguh dengan teori evolusi yang menyatakan bahwa manusia itu berasal dari kera ya silahkan saja anda bersikukuh dengan keyakinan anda sendiri… karena kita manusia asli keturunan manusia, bukan turunan kera seperti yang sering disebutkan oleh teori-teori aneh & nyeleneh.

  • Tahuid says:

    wah… ternyata ada orang non muslim(yg keluar dari islam) yg berkomentar dengan berpura-pura menjadi seorang muslim, padahal tujuannya untuk mempengaruhi akidah seorang muslim.

  • Faishal says:

    Andy itu seperti halnya Abu Lu’luah Al-Majusi semua pasti tau akan ceritanya, jadi untuk admin itu adalah hal yang seharusnya dijadikan sebagai salah satu sikap untuk pertebal keimanan.
    Coba andaikan si Andy di dudukkan dan berdiskusi akan kebenaran islam, sudah pasti dia tidaklah dapat mengerti karena MUNGKIN dia bukan islam, atau sekalipun MUNGKIN dia islam pastilah islamnya hanya bersifat ikut-ikutan. Karna saya mendapati banyak kejanggalan dari setiap komentarnya.

  • abdo says:

    Andy Maslah ilmiah tinggi badan mansia jaman dahulu coba cari di google fosil2 manusia purba kalo mungkin anda lebih percaya dengan google ketimbang hadist disana banyak fosil2 jaman dulu dan gambar2nya… Aq yakin walaupun anda melihat bukti2 kebenaran sampai2 malaikat dtg untuk meyakinkan anda pun tidak akan bisa kecuali atas rahmat allah swt dan petunjuknya.. Jika anda mengikuti logika lama2 kelaman pun anda akan membantah alquran sesuatu yg ga masuk di logika anda cukup dan sudah detail pernyataan yg lain.. Tinggal hati anda mau dibawa kemana sodara andy..

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.