Home » Buku, Musik dan Filem

Upin & Ipin – Animasi 3D Malaysia Yang Top

22 December 2011 4 Comments

geng

Sudah pernah melihat filem animasi buatan Indonesia? Aduh memang parah sekali, suara dengan mulut tidak kompak. Belum lagi dengan gambar animasi yang kaku gerakannya. Kalau kita bandingkan dengan filem animasi buatan Malaysia, Upin dan Ipin, filem animasi buatan Indonesia ketinggalan jauh. Di bidang ini sebenarnya Indonesia bisa belajar lebih banyak dari Malaysia. Jadi jangan hanya ngajakin Malaysia berantam melulu karena klaim budaya punya Indonesia.

Terus terang saya sangat suka dengan filem Upin & Ipin, begitu juga dengan anak-anak saya. Kesukaan akan animasi itu makin mendalam setelah melihat filem bioskop Upin & Ipin yang berjudul “Geng: Pengemberaan Bermula”. Begitu halus animasi 3D yang dibuat oleh anak-anak Melayu yang masih muda-muda ini. Begitu bagus ceritanya, sehingga anak-anak tidak berhenti tertawa ketika melihat filem tersebut di DVD. Iyalah di DVD asli punya (bukan bajakan ya), soalnya kami ketinggalan menonton filem itu di bioskop ketika ditayangkan bulan Februari 2009 yang lalu.

Filem Geng: Pengembaraan Bermula inipun telah mendapatkan penghargaan di Festifal Filem Anak-Anak Internasional 2009 di Jakarta. Filem ini menjadi pilihan penonton. Bukan sekedar memenangkan penghargaan di Indonesia, produser filem ini telah melangkah jauh dengan membuat perjanjian pemasaran filem ini bersama Disney. Tampaknya Disney mengakui kualitas filem animasi buatan Malaysia ini. Tidak lama lagi filem ini akan ditayangkan di 17 negara Asia Tenggara dan Korea. Jadi tunggu saja tanggal mainnya ya?

Secara garis besar filem ini menceritakan petualangan sekelompok remaja kota dengan anak-anak dari kampung Durian Runtuh. Dalam rangka mencari durian di hutan yang menyeramkan, mereka terlibat petualangan dengan pemburu binatang liar dan tentu saja binatang-binatang imajinasi yang datang dari dimensi sebelah. Suasa di kampung yang sangat terasa di tambah dengan cerita petualangan fiktif ala Disney menyebabkan filem ini menawarkan sesuatu yang lain dibandingkan filem-filem animasi 3D yang berasal dari Amerika.

Pembuatan filem ini mendapat dukungan sepenuhnya dari kerajaan Malaysia. Bahkan untuk membuat filem animasi 3D ini, mereka mendapat fasilitas menggunakan super komputer yang terdapat di MIMOS salah satu BUMN Malaysia separuh swasta yang bergerak di bidang IT dan Microelectronics. Dua jempol untuk Les’ Copaque yang membuat filem animasi ini. Kapan Indonesia mampu membuat filem animasi 3D ini?

Popularity: 15% [?]

4 Comments »

  • Ika said:

    Sekedar tambahan info, , Nggak kalah dengan Malaysia kan Bang Ardi..
    kl nggak salah … melibatkan salah seorang kru film “Toy Story” Holywood.

    http://www.meraihmimpi.com/
    First Animated 3D Film
    Meraih Mimpi kenapa tidak meraih kenyataan atau juga meraih kesuksesan, hanya mereka yang tau. Meraih Mimpi sebuah judul film 3D yang di bikin sama teman teman Infinite Frameworks di pojokan batam nongsa sana.

    Di webnya meraih mimpi sendiri mendefinisikan sebagai berikut “Anak-Anak Indonesia Harus Bisa Meraih Mimpi-Mimpinya”. Dari definisi diatas sudah jelas kemana sang pembuat film mengarahkan cerita film animasi ini kan.

    oh ya Meraih Mimpi ini merupakan film animasi Indonesia yang akan dirilis pada 16 September 2009 yang disutradarai oleh Phil Mohamad Mitchell. Film ini akan dibintangi antara lain oleh Gita Gutawa, Patton Otlivio Latupeirissa, Uli Herdinansyah, Surya Saputra, Shanty, Cut Mini Theo, Indra Bekti, dan Jajang C. Noer.

    Sebelum meraih mimpi saya sendiri pernah dikasih kesempatan melihat trailer dari versi luarnya dimana judulnya bukan meraih mimpi tapi Sing To The Dawn. Dan kebetulan film tersebut sudah di putar duluan di luar sana. Indonesianya ya kebagian meraih mimpi ini. :)

  • awan said:

    bang g gtu juga sebenarnya qt jangan mudah terdedaya akan perpecehan ini. qt sebenarnya diadu domba agar negara-negara islam bertikai. klu soal ilmu memang kita jauh tertinggal, memang dulu orang malaysia belajar ke Indonesia skra orang Indonesia belajar ke Malaysia. saol budaya Indonesia memang ada salahnya juga soalnya, kenapa budayanya sendiri tidak diperhatikan,diberdayakan, jd begitu ada orang yang meperhatikan baru sibuk kesana-kemari untuk mengakuinya, sebetulnya orang Indonesia lah yang harus intropeksi diri. bukan begitu bg ?

  • Bawang Goreng said:

    Hari ini saya amat sedih membaca kisah seorang lagi pembantu rumah Indonesia meninggal dunia menjadi mangsa deraan…

    Allahummaghfirlahum war hamhum …

  • wiemasen (author) said:

    Bawang Goreng, masih ada juga yang melampiaskan kemarahannya kepada pembantu yang lemah, walaupun bukan dilakukan oleh orang Islam. Mudah-mudahan tidak bertambah panas hubungan Indonesia dan Malaysia.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.